Showing posts with label Advice. Show all posts
Showing posts with label Advice. Show all posts

Thursday, December 13, 2012

Insulted and Succeed


I spent my spare time yesterday afternoon by watching some inspirational videos on Youtube, believe me I didn't open any Korean movie or online box offices websites.


I found one video which lead me to another video of "her", I forgot her name. But she is one of the "sharks" sumtin, a reality show for Sales people. I'll search again later.


This is the most interesting part of the successful woman, rich and smart but still humble and down to earth. The life story, the journey to get the highest posistion, the trigger to achieve her goals.


Here is the Fact, most of the uncountable-money-person came from the bottom line, they lived in a normal family, most of them poor or living with dozen family in one roof. The pressure of staying in such a situation made up people's mind in how to get out from poverty and create a better life for next generation.


Problem is a simple exercise from GOD, so we as human start to brainstorm our mind, to solve the issue and grow stronger. Believe me, thanks to Problem because there are so many things we can LEARN from it.


So, today I talk to myself, renew my vision and adding more extra support by saying "Never Give Up, it's Done when it's finish"


Then, second things that I can remember from the videos. How the ULTIMATE INSULT brought the POWER not-to-give-up and fire-eyes of I-Will-Prove-It (to u as*hole,,upss sowry).


In a relationship, it's very common to create a supportive-environtment. But, what I experienced, sometimes our partner is one of the worst people whoUNDERESTIMATE our skills. They make us like a tiny-mini-person who has NOTHING and we are such a lucky to have them. Oh dear garbage. 


This kind of person absorb the CONFIDENCE we have and under the name of love, we believe them. <s>And I was one of the fools</s>. If you know how does it feel of less confidence, powerless, scared, Oh my godness, it's tiring and frustrating. When I finally picked-up pieces of me and prove it, "You think I can't do something better for mylife?? Tenooottt.. Wrong" it feels so good to return the bullet.


It was few years ago, I was young (til now) fresh grad and fell in love with the (first) horrible person who gave me such a pain in the ass. I was so excited at that time knowing one of my friend able to join an international company and soon gonna left Indonesia, I envy her so much. One night, I was on the phone with him and I said, "Soon I'll go abroad too". You know what he replied?"Are you sure?" and LAUGHING. 

Instead of saying a nice word or give me an encouragement, he just laugh at me and doubt my dream. Since it happened a lot in our discussion-session, I felt that person suck my happiness out from my soul and ripped-off my passion and that's it, I knew, he is the wrong person to share. After terrible act of underestimating someone, what else could add the worst scenario of this story, uhm... how about cheating??


Okay. I am out of his dirty game!! 


Just Less than a year from the break-up, I was standing in front of the door in Terminal 2 Soekarno-Hatta International Airport with my luggage, ready to check-in to my flight to Qatar, Middle East.  Yeaaahh man, who's laughing right now?? 


I have no idea about him, where he's up to because I never talk to him anymore, I don't know if he is able to finish his degree or keep playing around someone's heart, because for me, When it's done I am done. I don't care and I don't want to know about people who don't respect me. Well, Oprah said, if relationship ends because the man was not treating you as you deserve then heck no, you can't "be friends". A friend wouldn't mistreat a friend.


Totally agree.


But don't you realize, behind all the sadness, sleepless night, tears on the pillow, when you find out yourself got INSULTED and they bring you down, there are like a zillion extra energy to stand up and scream "you are dead, man". It brings the spirit inside you, skip the fear and left the brave only to do so many things, whats more EXCITING than prove someone's wrong when they talking cheap about you.


Remember the lady I talked on the second paragraph, she got the same experience too when her boyfriend cheated and they broke up, he said "You will never succedd without me". And there she is right now, a billionnaire, an enterpreneur, a big boss in her own company.


See how amazing an INSULT could bring someone to the top of the ladder.
Still you won'tsay THANKS to your problem?? (and the people who mess your life too)


Thank you



Dora

Monday, November 12, 2012

You are Beautiful

Belakangan mo nulis aja kok ya ribeeettt banget. Dulu perasaan idup gw lebih sibuk tapi selalu ada waktu buat nulis. Malah ketika banyak waktu begini, ngga ada ide.

Jam menunjukkan 14.31 dan bos gw udah capcuscyin, ditambah hujan deras di luar sana, mulailah pasang headset, lagu baru download yang menurut gw udah cocok banget kaya di dalem Mbargo Legian.

Hayoo,, ada yang tau Mbargo?? Ngga tau?? yaudah gakpapa, hehehe...

Jumat biasanya menjadi hari "tunjukkan batik di lemarimu" di hampir seluruh perkantoran di Indonesia. Entahlah, apa ini mood gw yang emang hancur kacau balau dan untungnya bos gw ngga pernah komplain masalah pakaian gw yang ngasal, jeans dan baju tanpa kerah di hari APAPUN.

T__T Wottuduya'ni (kalo di translate ke Indo "trus mo gimana lagi??")

Ngomong-ngomong masalah penampilan, gw ada cerita nih.

Silahkan disimak.

Walaupun gw sekarang orang di balik layar, gw pernah kok jadi front-liner yang seperti gw ceritain dulu-dulu, representative dari satu company. We should dress perfectly, nice uniform, proper make up, rambut yang dioleskan gel rapi, ah damn, I will never do that kind of job again. Yang harus selalu senyum walaupun kadang gw lagi ngga pengen senyum entah karena nahan sakit perut datang bulan, lagi pusing, meriang, dll. 

Nah, sebagai orang-depan yang akan menghadapi orang banyak, ada begitu macam ekspektasi perusahaan dibebankan dipundak kita. Harus SELALU ramah, harus SELALU menarik, harus SELALU cantik.

Padahal, cantik itu kan relatif ya book. Menurut gw juga semua wanita itu cantik, kalo ganteng ya itu buat cowo.

Betul??

Seorang staff resepsionis di kantor gw terpaksa dipindah tugaskan ke departemen lain karena menurut salah seorang atasan bahwa dia tidak berpenampilan menarik.

Kok ya ironis. (kok ya di-hire dari awal)

Jaman sekarang menjadi "biasa" itu susah loh, di banyak lowongan pekerjaan kurang lebih isinya sama "good looking" entah di awal atau akhir iklan tersebut. Coba bayangkan, di jaman yang serba "heboh" begini, kita mesti rajin-rajin mompa semangat, remind ourselves how great we are.

Ini fakta dari beberapa interview yang gw datangi, banyak orang dan juga termasuk gw kadang minder sama penampilan gw pas interview. Gilaak yaa, kadang ini berasa mo ikut pemilihan Putri Indonesia. Malah, seorang wanita disebelah gw pernah meminta gw untuk mendandani dia karena merasa belum "gonjreng". 

T______________T

Sekarang CANTIK menurut media itu kaya apa, Wah putihnya, Heboh dandannya, Hebring wanginya, dan menurut gw udah salah kaprah banget. Coba deh lo pada liat, di salon-salon yang menghadirkan inovasi suntik vitamin C untuk membuat tubuh lebih putih padahal itukan suntik buat orang sakit/flu yang butuh asupan vitamin lebih banyak.

Dunia ini tambah lama tambah aneh. Tambah banyak orang yang mengkotak-kotakkan sesuai penampilan.

Jadi, sekedar TIPS aja nih buat para wanita-wanita diluar sana, mungkin untuk menghindari terjadinya kasus "merasa kurang cantik dan dinilai ngga cocok" sebenernya ngga perlu baju-baju mahal dan ke salon  tiap minggu. Rutin membersihkan badan, beli lulur yang murah-meriah aja trus luluran deh sendiri, menjaga kesehatan gigi, rambut jangan acak-acakan, jadi terhindar dari segala bau-bauan ngga sedap. Make Up juga ngga usah menor kaya penganten, normal-normal aja lah, jadinya yang liat juga ngga sakit mata.




(Gw sehari-hari di kantor pakai pelembab lebih banyak karena tempat duduk yang bener-bener ngadep AC dan jarang pake bedak, ngga pake blush on karena gampang iritasi, plus no-eyeshadow karena kesannya BERAT banget)

Semua wanita itu cantik, unik, tinggal kitanya aja menyiasati dengan pintar supaya MEDIA dan ORANG LAIN ngga merusak kepercayaan diri kita dengan menggambarkan bahwa cantik itu mesti Putih, Langsing dan Rambut Lurus. No No No. Still, love yourself girls :)


Dora



Thursday, September 13, 2012

HARUS JOMBLO

Sambil menyeruput Milo hangat. gelas ke dua di pagi ini, gw dan bos gw yang diem-dieman sibuk nyetel MP3 masing-masing (lol), gw jadi pengen ngebahas "sesuatu" di Jumat yang cerah ini.

Sesuatu itu adalah,

Kenapa Jomblo itu dianggap hina??

Single atau Jomblo sebenarnya hanyalah permainan kata anak muda jaman sekarang, katanya kalo Single itu pilihan karena ngerasa ngga ada yang cocok. On the other hand, Jomblo itu kutukan karena nembak mana aja ngga ada yang mau nerima.

Intinya tuh, sama. Pemahamannya tuh, beda.

Gw punya pengalaman pacaran itu sejak gw SMP. Itupun gw nerima cowo karena iseng. Iya, cuman sekedar iseng, pengen dibilang punya pacar pas jaman SMP. Udah itu aja. Sebulan doang, gw putusin.

Ngga pernah jalan. Ngga pernah makan bareng. cuman sekedar status doang, "tsaaah gw punya pacar ayoo gw traktir sohib gw makan", oh ya paling telponan. Itupun telpon di rumah dikuasain kakak gw, jadi pacaran ala SMP gw ya begitu doang.

Jaman SMA malah lebih aneh, punya pacar buat nganter les!! Dua bulan putus, tiga bulan putus. Gitu-gitu aja kerjaan gw punya pacar, karena emang gw anaknya doyan nge-les, pergi pagi, pulang bentar ganti baju trus udah langsung cabut ampe sore. Dan gw emang beneran belajar, bukannya maen-maen dan again, pacar gw itu ngga pernah jadi prioritas gw. Mo dia jungkir balik, bodo amat.

Mulai nih jaman kuliah, pacar buat jalan-jalan, nonton bareng, cari makan bareng, nonton konser bareng. Putus, nyambung, putus, nyambung kaya listrik PLN. Bener-bener buang-buang waktttttuuuuuu gw, galau-galau ngga penting.

Sampe beberapa waktu lalu, sehabis putus yang terakhir ngga lama gw liat mantan cowo gw udah pajang foto dengan cewe lain. Miris, sedih tapi abis itu ketawa-ketawa, taelllaah dikata cuman elo doang yang laku. Trus sedih lagi, inget ketawa-ketawanya, lucu-lucunya, pacaran lama ma gw, nikahnya kaga tau dah dia ama siapa. Feel so stupid and sad. Tapi abis itu gw mikir, why shud I feel sad for losing someone who doesn't deserve my love? If he won't fight for me, Definitely he is not the one. Simple kan?

Iye,, ngomong simple.

Tapi gakpapa, gw mulai tuh mencari-cari jati diri, tsaahhh.. Mulai belajar esensi cinta itu sebenernya buat apa sih? having fun doang? ketawa-ketawa doang? How about building a strong relationship for our FUTURE? Akhirnya ya gw memutuskan, kayaknya dari diri gw juga mesti berbenah. Gw mulai belajar yang bener tentang islam, ngga sekedar sholat 5 waktu. Ada Sedekah, ada sholat sunnah, banyak banget yang selama ini gw ngga ngeh.

Ini salah satu "hikmah dibalik musibah", ketika akhirnya gw mengerti apa yang gw mau dari sebuah relationship.

Dan ini JANJI di dalam Al-Quran, bahwa “Perempuan yang jahat untuk lelaki yang jahat dan lelaki yang jahat untuk perempuan yang jahat, perempuan yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk perempuan yang baik.” (an-Nur’:26)

Gw tentu dong pengen lelaki yang baik sebagai kepala keluarga gw nanti, makanya untuk mendapatkannya gw juga mesti baik. Apa selama ini gw kurang baik?

Bisa jadi, dan tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik.

Kalau saja waktu bisa diulang, tentu gw akan lebih memilih JOMBLO, SINGLE apapun namanya itu dibanding gw harus pacaran yang bener-bener ngga guna. Coba, setelah putus, berapa orang yang MASIH bisa temenan?? Sisanya, Mantan = Musuh.

Makanya, sekarang gw anti banget kalo liat adek-adek gw yang SMA udah mulai sms-smsan, nongkrong-nongkrong ngga jelas, karena gw tau banget, ntar ujung-ujungnya pacaran. Padahal NGGA GUNA kalo yang namanya masih TEEN. Sekolah dulu, kerja yang bener, baru cari pasangan yang bener.

Karena kalo sudah bekerja, usia seseorang juga sudah mulai matang, sudah mulai mikirin relationship yang long-lasting bukan sekedar seru-seruan doang. So, buat kalian yang masih ABEGEH, masih KULIAAAAAH, mending kelarin dulu kuliahnya deh. Belum lagi galau skripsi, galau pacaran, campur aduk. Kapan kelarnya??





Adorable

Wednesday, September 12, 2012

Hard-Working Type

Satu hal yang dari dulu saya jaga dan memang diajarkan dari kecil, tidak membiasakan diri untuk menengadahkan tangan meminta atas sesuatu kecuali untuk berdoa. Apa yang saya dapatkan, hadiah-hadiah yang saya punyai tidak begitu saja saya dapatkan. Harus rangking kelas dulu, harus juara dulu, khatam Quran dulu, sedini mungkin orang tua saya mengajarkan bahwa untuk mendapatkan sesuatu itu lewat KERJA KERAS.

Dalam Islam sendiri, diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw bahwa tangan diatas lebih baik daripada tangan di bawah. Menjaga malu, kehormatan, raut muka, sehingga orang-orang yang tidak mampu bekerja lebih keras sehingga tidak mengandalkan bantuan dari orang lain. (H.R. Muslim)

Islam itu mandiri. Islam itu berani berdiri dengan kaki sendiri.

Anehnya, modus berpura-pura miskin itu justru semakin marak dan semakin nge-tren. Banyak orang-orang miskin di perkampungan yang rela berbondong-bondong ke Jakarta, diorganisir sedemikian rupa untuk menjadi pengemis. Ini jadi PR untuk semua orang, kenapa (menjadi) miskin itu sudah bagian dari PEKERJAAN??

Saya percaya, gap yang terjadi di lingkungan kita saat ini mungkin sudah cukup besar. Ketika si Kaya hilang peka dan yang miskin terbuai mimpi belaka menunggu "durian runtuh" tanpa harus bersusah payah bekerja.

Edyaannn...


Ini pula yang saya rasa kemarin. Setelah membulatkan tekad untuk mengundurkan dari perusahaan besar di Timur Tengah sana, dengan UANG SEADANYA saya kembali ke Indonesia. Waktu itu saya sudah membuat pos-pos pengeluaran, terutama untuk 3 adik saya yang lulus sekolah berbarengan. Ada yang lulus SD, SMP dan SMA dan memang biaya yang saya siapkan tidak sedikit dan penuh perjuangan mengumpulkannya. Mengesampingkan hasrat untuk belanja dan bersenang-senang, menyingkirkan daftar liburan, dan banyak lagi. Intinya satu saja, mereka tanggung jawab saya.

Ketika sampai di Indonesia, tentu banyak hal yang saya siapkan. Banyak hal yang butuh perencanaan matang, jadwal interview, biaya taksi, dan lainnya. Alhamdullilah, tabungan saya yang tidak banyak tadi masih cukup meng-cover semua pengeluaran. Saya mencoba berhemat sepintar mungkin, tidak langsung meng-iyakan setiap tawaran BukBer toh saya pikir besok-besok bisa ketemu lagi kok, kan sekarang memang udah jadi bagian orang Jakarta :P
Lalu, tidak tergiur untuk nongkrong-nongkrong, nonton, ngafe, apapun yang bersifat menghamburkan uang. Belum lagi Lebaran sebentar lagi, saya OGAH ber-zakat di MALL yang bertebaran di Jakarta raya ini. 

Lalu, ada satu hal yang kemarin cukup lucu bagi saya. Sejak saya bekerja, sudah tidak pernah lagi saya meminta uang kepada orang tua, bahkan saya rajin mengirimi walau tidak seberapa. Belum lagi, kepada uwak atau bibi saya dan ketika mudik pertengahan May lalu, salah seorang bibi saya menyelipkan beberapa lembar Pahlawan I Gusti Ngurah Rai berwarna biru.

Malunya saya, mencoba menolak tapi tetap diselipkan. Memang, UANG menjadi hal SENSITIF meskipun yang memberi orang yang sudah sangat saya kenal, keluarga saya sendiri. Saya merasa tidak pantas, lebih baik diberikan kepada adik saya yang emang masih sekolah dan senang jajan. 

Dibilang kapok yaa cukup kapok, mungkin besok-besok kalo mau nganggur ya perhatiin uang tabungan, hehehe. Cuman, percaya ajalah yaaa book, rezeki mah udah ada yang ngatur :P

Kerja keras!! Pantang "ngemis" karena Allah sudah memberikan kita fisik yang sehat, otak yang cerdas untuk berfikir, tinggal kemauan aja yang harus terus di geber.


Insha Allah




Adorable

Tuesday, September 11, 2012

PASSION

Semingguan ini setelah gw bekerja di Jakarta, gw udah mulai jadi kompor untuk teman-teman gw yang masih mengais rupiah di luar sana.

Gw panasin, "pulang ajaaa, enakan di sini, murah-meriah, kerjaan banyak kok".

LOL...

Eniwei, dunia kerja itu sebenernya yaa sama aja lah ya jeng, dimana aja, mau di Indonesia atau di luar sana. Karena dimanapun tempat kita kerja, tergantung sama yang namanya PASSION. Dan tiap-tiap orang itu punya pemikiran sendiri, LIKE and DISLIKE itu relatif banget menurut gw, antara gw dan temen-temen laen, beda kenyamanan, tujuan dan motivasi hidup.


Gw suka traveling, suka suasana baru tapi bukan jalan-jalan kesana kemari kaya traveler yang laen. Gw ngga masuk ke dalam group backpacker tapi gw suka "menantang" diri gw sendiri di tempat baru, kerjaan baru, orang-orang baru. Ada "desir-desir" antara excited dan grogi. Ngga tau sejak kapan gw suka pindah-pindah, tapi yang pasti dari seluruh pengalaman kerja gw, paling lama di satu perusahaan itu ya 2tahun.

***

Setelah 3kali berpindah tempat bekerja sejak 2007 dan juga berpindah daerah bahkan sempat pindah negara, kantor ini merupakan kantor ke 4 yang gw "jajal". Kaya kucing beranak ya gw, pindah sana sini. Hehehehe, ini memang salah satu MIMPI gw, pengen nyoba kerja pindah-pindah, asik aja kayaknya ganti suasana (dan ganti pacar).

Semacam gw ini, yang pecicilan dan kebetulan kuliah di non-spesifik major (gw anak sastra) membuat gw cukup kelabakan bak anak SMA yang mo mutusin ngambil kuliah jurusan apa. Sumpah deh, sehabis gw lulusan emang sih gw udah kerja tapi gw NGGA MAU selamanya disana karena there is no career at all for me secara itu kantor IT dan gw kerja sebagai IT Support(only), untuk skill emang mereka milih orang-orang yang cukup bisa berbahasa inggris, tapi pelan-pelan diajari tentang IT untuk nge-guide our customer (yang rata-rata bule) yang punya masalah dengan koneksi internet. Mulai deh tuh, layar item, nge-ping, trace, cek up/download, test speed, router, dll. Cumaaaan emang gw ngga NIAT belajar IT lebih dalam, cukup basic-basic komputer doang dan internet connection sih bisa laah, jadinya gw merasa STUCK disana.

Selepas gw lulus, akhirnya gw "izin" resign, yaeyalah secara itu kantor temennya tante gw, seorang meneer Belanda yang baik hatinya. Sebelum resign, gw berjodoh dengan pekerjaan belakang layar lagi sebagai Sekretaris FO Manager di salah satu hotel bintang lima (taun 2009). Sebenernya gw ngelamar inipun ASAL-ASALAN, waktu itu ada lowongan untuk ASISTEN Manager yaudah, gw lamar aja. Kaget juga gw dipanggil untuk interview, eh pas disana malah ditawarin jadi Sekretaris karena mereka butuh Pria dan berpengalaman dengan hotel untuk bekerja sebagai Asisten.

Gw terima dong, secara emang salah satu dream-job gw itu ya jadi Sekretaris. Gw ngerasa keren aja, punya meja gede sendiri, ada komputer, telepon, akses ke manager-manager jadi ngga sembarang orang bisa merintah-merintah gw. Nah, disitulah gw dapet FEEL as a secretary, kayaknya gw cocok. Mulai deh tuh ya, penggendutan badan karena doyan ngemil sama temen-temen kantor, makanan berlimpah ruah, jus-jusan, kerjaannya cukup banyak, mulai datang dari pagi, siapin keperluan meeting bos. Sehabis meeting mulai typing report, belum lagi ada daily report, weekly report, monthly report. Filing bulanan dari tamu-tamu yang datang, urusan cuti/sakit, tapi tetap ada aja yang namanya keluar kantor trus makan bareng walaupun di hotel sudah disiapkan kantin karyawan dan GRATIS pula. Misalnya nih ya, berkunjung ke rumah karyawan yang sakit, trus pada kelaparan semobil mulai deh itu pada sibuk nyari rumah makan.

Ada juga acara-acara kantor tiap 6bulanan, ada bakti sosial, lumayan banyak sih acara refreshing di hotel tempat gw kerja kemarin. Tapi saat itu, gw sudah mulai diracuni dengan pekerjaan sebagai cabin crew, gw udah mulai liatin walk-in interview, pernah gw ke Jakarta saking teracuninya oleh temen gw ini. Padahal kalo dipikir-pikir, job gw sebagai Sekretaris itu udah cukup banget, sebagai anak baru lulus kuliah, ngga ada BASIC atau experience sama sekali dibidang kesekretarisan, it's kinda amazing loh keterima di hotel berbintang.

Kemudian, setahun kemudian di 2010, nasib membawa gw ke pekerjaan selanjutnya sebagai Airlines Representative di negri Arab, Qatar sana. Ketika itu, seorang teman seorang staff Reservasi mengabarkan bahwa lobby di hotel akan di pakai untuk interview di hari MINGGU besok. Gw tunggu person in chargenya yang ternyata merupakan agent dari Jakarta yang ditunjuk oleh Qatar to held the interview session. Ternyata orangnya lagi pada Shopping, jadi gw tungguin ampe kering di kantor, kebetulan saat itu hari Sabtu cuman kerja setengah hari. Pas gw tau mereka udah balik, langsung gw ke kamar mereka dan gw dikasih selebaran apa yang harus di bawa untuk interview.

Sepulang kerja udah cukup sore, nah tantangannya waktu itu cuman foto seluruh badan aja. Secara hari Sabtu, udah pada tutup, untungnya ada 1 foto studio dan TERKENAL MAHAL yang masih buka, mau gak mau gw kesana. It's worth, foto seluruh badan itu masih gw simpen bahkan ketika ngelamar pekerjaan berikutnya, hahahaha.

Singkat cerita, 7hari kemudian gw dapet kabar kalo gw keterima kerja di Qatar dan harus siap-siap untuk berangkat bulan depannya. Waahh itu kalang kabut banget, secara gw mesti balik kampung yang makan biaya 2kali naek pesawat, trus ke Jakarta lagi. Belum lagi medical, bayaran ke AGENT yang gw baru tau pas sampe ke Qatar ternyata dari negara lain ngga ada yang bayar, cuman dari Indo aja yang bayar-bayaran. Oh damn. Tabungan gw bener-bener abis buat persiapan berangkat.

Pas sampe di Qatar, gw ngerasa fine sama kondisi disana tapi ENGGA dengan kerjaan gw yang kayaknya, everyday is problem. Ngga asik. Ngga seseru pas gw di Indonesia. Gw mulai kangen sama kerjaan gw yang lama, dimana gw kerja independent aja, report to the highest level of management. Di Qatar gw mesti kadang beradu otot ke sesama staff yang males kerja, yang bossy, supervisor yang rewel, penumpang bawel, ah gw ngerasa "I am not belong to this place". Ngga nemu EXCITEMENT atau ENJOY kerja itu ngga dapet.

Again, gw memutuskan untuk RESIGN dan balik ke Indo di tahun 2012. Gara-garanya, kakak gw ngabarin kalo ada bukaan cabin crew job di kampung halaman gw, masih "penasaran" dan emang udah kecapekan di Qatar plus umur gw yang emang udah ngga muda lagi untuk masuk ke dunia cabin crew (as entry level, biasanya mereka matok umur minimal 23-25 tapi kalo cabin crew luar ngga pernah matok umur biasalah yaaa di Indo itu cabin crew harus MUDA supaya gampang diarahkan bukan dilihat dari profesionalitasnya, yhukmariii), gw akhirnya benar-benar resign bukan dalam waktu tenggat. Kan harusnya minimal sebulan notice, gw malahan ngejer 2minggu untuk segera pulang karena kepentok sama jadwal interview yang akan gw datangi. Alhamdullilah lancar, gw ikut 2 interview.

Dan dua-duanya gagal. Hahahahahaha. Padahal gw sudah sampe final stage. Tapi gw NGGA nyesel sama sekali, karena di point ini gw realised, being a cabin crew is NOT my passion. Gw taunya kan cabin crew itu dapet duit banyak, terbang kesana kemari, keren aja gitu.

Tapi dari diri gw sendiri berontak, ketika gw tau gw mesti serve alcohol on board dan pengalaman gw selama di Qatar ketemu penumpang-penumpang dari seluruh belahan dunia itu, it's NOT cool. They are such a pain in the ass and most of them treat us like a slave. Harga diri boookkk yaaaa, harga diri gw rasanya tercabik-cabik. Belum lagi kenyataan bahwa kondisi fisik gw emang ngga sanggup kerja di SHIFT dan gw KANGEN kerja di back office. Gw pengen get a position dimana gw ga perlu diperintah-perintah orang banyak, gw mau kerja lebih independent. Suka-suka gw. Gw pengen dapet meja GEDE untuk diri gw sendiri, drawer untuk simpen makanan, komputer dengan internet kecepatan dewa dan Alhamdullilaaaah, gw dapetin itu sekarang!

Gw sempat nganggur selama 2bulan. 1 bulan pertama gw habiskan dengan interview (dan menunggu) di 2 perusahaan airlines. Dan bulan ke dua, gw udah keterima di 2 perusahaan swasta sebagai Personal Assistant to Director dan Secretary to Director. Meningat saat itu bulan PUASA, gw lebih prefer ke perusahaan yang mau nerima gw abis LEBARAN. Selain melihat pertimbangan Gaji, Lingkungan, dan Jarak tempat kerja, gw menerima tawaran ke dua, cuman setelah keterima, malah "jabatan" gw nambah, Secretary Director and Assist. Human Resource and General Affair. Sekali lagi, Alhamdullilah ngga ada yang sulit so far.

Menilik ke belakang, story kerjaan pasti gw, gw juga sempat ngasih les inggris ke anak-anak. It was fun, pengen banget gw ngajar lagi selain seru, duit les-private itu lumayan loh. Satu yang gw pegang teguh itu adalah CONFIDENCE and KNOWLEDGE. Yakin aja kalo dimanapun, kerjaan apapun, gw pasti dapet! Gw ngga bakal nganggur nyusahin orang tua gw. Itu tekad gw (tentu aja terus doa dan sedekah untuk membuka pintu rezeki darimana saja).

Nah balik lagi ke PASSION tadi, emang ngga gampang nemuin apa yang sebenernya nyaman di kita dan emang sesuai dengan yang kita mau. Sometimes, money can't buy the comfort, environtment, or even the PRIDE yah. Pernah ngerasain punya gaji yang bisa dibilang cukup gede, tapi gw ngerasa kaya Budak, Babu, people ngga respect dan appreciate kerjaan gw. It's useless.

Dari dulu gw ENVY banget sama orang-orang yang udah tau PASSION-nya apa, ngerjain pekerjaannya dengan GAIRAH. Ngga ngeluh yang namanya hari SENIN. Happy. Karena gw dulu terus pindah-pindah kaya kutu loncat, mencari kecocokan dan syukurnya sekarang udah gw temuin lagi gairah yang dulu sempat pudar.


Yang belum nemu, tetep semangat, tetep cari terus ;)

Yeaahh,, let's bring the work ON!!

Adorable




Thursday, September 6, 2012

Musafir Ibu Kota

Gw tau, Blog gw masih sepi dari segala macam pernak pernik yang memang belum gw eksplore mo naro apa aja.

Eniwei, saat ini gw melaporkan bahwa bos gw sedang keluar kota til weekend. Kerjaan gw juga sedang tidak banyak, file semua rapi, laporan pun sudah berurut. So, I decided to write in this blog.

***

Gw sedang di state yang kacau balau, pikiran gw sedang tidak baik. Tidak sehat. Makanya gw jarang mengobrol dengan beberapa orang belakangan, gw demennya cuman ngomong sama tembok dan di depan laptop doang.

Lanjoooooottt....


Let's talk about M-E-R-A-N-T-A-U

Gw saat ini membayangkan kalau gw ini seorang musafir. Sudah banyak gurun-gurun yang gw lewati, gurun kecil bernama Jambi kemudian ke gurun Bali yang eksotika, (beneran) gurun Qatar dan terakhir bernama gurun Jakarta.

Disetiap gurun ada cerita, ada cinta berbeda tapi selalu sama rasa perihnya, tsaaahhh.. Eniwei, ini kita skip aja ya.

Oke, sekarang kita bahas "ilmu Musafir" ala Dora;

1. Musafir itu punya harta seadanya
Karena dia tau, dia ngga bisa bawa semua barang-barang di pundaknya. Ngga pernah kan liat musafir bawa kulkas? bawa seperangkat alat masak? bawa mie bekardus-kardus?? Ngga ada toh?? Makanya, barang bawaan musafir itu selalu simple. Baju, celana, sendal, topi, makanan dan minuman seadanya.

Harusnya gw belajar ilmu Musafir ini dari dulu, sayangnya pinternya gw suka telat. Setiap yang namanya gw pindahan dari satu tempat ke tempat lain itu ribetnya naudjubillah. Terlebih pas di Bali dulu sebelum gw pindah ke Qatar, Gw pernah punya baju satu lemari penuh, tas puluhan, sepatu, jam tangan, semua aksesoris cewe yang kalo lo bongkar kamar gw itu bisa bikin butik.

Untungnya dari pihak airlines mereka membatasi bawaan staff baru, walaupun gw sebenernya tetep kelebihan bagasi, banyak banget barang yang gw tinggal dan gw sedih. Tapi pas di Qatar, nambah lagi baju-baju walaupun ngga separah di Bali karena udah niatan gw ngga mo numpuk barang, tar ribet kalo gw resign.

Nah, after 8months gw balik ke Bali buat liburan alangkah kagetnya pas tante gw menyumbangkan SEMUA baju gw, tanpa sepengetahuan gw ke korban gempa di Jogjakarta. tanpa SISA. Abis. (Semua baju gw disimpan dalam kardus yang udah rapi banget karena gw tau tante gw ngga suka liat barang berantakan).

WHATTTTTTT.... baju gwwwwwwwwww.. Gw sih ngga nangis, lagian gw juga udah lupa baju yang mana aja, cuman kalo liat foto-foto gw, Oh my God, ini kan baju kesayangan gw!! tapi, karena ini buat korban-korban, ya ikhlas aja kali yah. Toh dikasih ganti baju yang lebih banyak kok.

Bener aja, ketika gw resign dari Qatar, barang gw cukup bisa di handle tapi bukan berarti ngga excess ya. Pakaian yang ngga pengen gw bawa, lagi-lagi gw tinggal supaya ntar bisa di sumbangin barengan sama barangnya roommate gw yang juga numpuk. Magic jar yang dulu gw bawa dari Indo-pun gw hibahin, sendal kamar, flat shoes, tapi ada sepatu lari yang gw jual ke dia, hehehe. Iseng aja sih.

Dari 40kg allowances, kayaknya bawaan gw sampe 60an-kg terdiri dari satu koper besar dan 3 hand carry.

Goshhhhhh... Women!!! always always alwaaaaayyysss has problem with their things :D

2. Musafir itu Sederhana
Ini masih ada kaitannya dengan point pertama sih, gw orang yang masih belajar untuk sederhana. Tidak berlebihan. Apalah daya, kadang tetep kebablasan. Balik lagi contohnya ya S-H-O-P-P-I-N-G. Gw belakangan demeeeen banget yang namanya Online Shopping, beli buku (ini buku worth banget tentang islam), beli kosmetik, beli baju!!!! Walopun akhirya agak nge-rem juga karena waktu itu gw masih ngandelin duit tabungan doang, belum dapet kerjaan tapi shopping lanjut. Parah dah.

Apalagi pas gw akhirnya dapet kerjaan, mulailah itu intip-intip credit card, dengan alasan "beli baju buat ngantor". Bener juga sih, secara waktu terakhir kerja, kan gw dapet seragam jadi baju yang gw punya kebanyakan ya baju kaos. Excuse bukan sih ini? Maafin yes... :P

Sampe tadi pagi pas pake baju dan celana baru, tetep ngerasa ada yang kurang. Kurang matching. Apa perlu sepatu baru warna cokelat juga??? Dan gw tersadar, NO, NO, NO!!! Gw ngga boleh shopping lagi.

3. Musafir itu ngga ada yang Obesitas
Karena apa? mereka makan secukupnya untuk melanjutkan perjalanan, tidak memuaskan hasrat makannya kaya dinas kebersihan. Jadilah gw setiap pagi sarapan di rumah, makan siang secukupnya dan menghindari NASI karena takut ngantuk secara office gw enak banget, adem. Sampe rumah, magrib gitu, baru deh gw dinner lagi.

Kenapa gw menghindari makan siang? sebenernya itu ke-parnoan gw semata karena ngga tau dimana Office Boy gw beli makanannya. Jangan-jangan di gerobak ngga jelas, entah ayam tiren, bakso tikus, belum lagi tangan si abangnya bekas megang apaan, HIYYYYYYYYYYYY.. SEEEEWWWRREEMMM

Jadinya, gw cukup menyimpan roti Marie atau crackers di laci gw buat jaga-jaga selama siang kalo gw kelaparan akut tingkat dewa.

4. Musafir itu punya kampung halaman
Kita yang percaya dengan kehidupan akhirat, tentu tahu benar, bahwa "kampung" kita semua itu ya Hari Akhir tersebut. Oke, kalo ngomongin akhirat "keberatan" bahasannya, gini aja deh, ambil contoh mbak-mbak TKW.

Pasti jarang deh liat TKW yang heboh pake emas berlian?? Tentu aja, karena mereka kerja buat dikirim ke KAMPUNG. Bikin ISTANA. Empangnya isi ikan lele ribuan, kebon-nya berhektar-hektar, ada mobil, ada motor, adaaaaaaa aja.

Nah gw??

Uhmm,, nabung sih tapi untuk kemaslahatan bersama. Taulah yaaa, gw ini sebagai salah satu supporter untuk keluarga gw. Sebenernya kalo gw mikir-mikir duit gw abis kemana aja, pas gw liat in-out cash flow gw ya balik lagi ke family. Hehehee, finally, gw ngga separah yang gw bayangin. Dan alhamdullilaaahh, kemarin gw udah buka tabungan di BRI Syariah. Jadi udah mulai misahin tuh, mana yang buat nabung, mana yang buat bayar tagihan ini dan itu.

Jadi jelas yaaaa, ilmu Musafirnya..

Jangan kaya di "perjalanan" karena dinikmati sendirian dan ngga kerasa habisnya, jadi selamat menjadi musafir yang baik dan benar. Keep healthy, keep slim and sexy, yhukkkyaaaa...





Adorable











Wednesday, August 15, 2012

Hanya Maaf, Mana Solusinya??

Hal yang saya alami ketika "ditinggal" pesawat kemarin sebenarnya bukanlah sesuatu hal baru. Karena saya pernah bekerja di International Airport timur tengah dengan airlines yang cukup baik reputasinya, saya tau benar prosedurnya seperti apa. Saya sebagai staff dan segala otoritas yang saya punya untuk memberikan kenyamanan kepada para penumpang.

Saya seharusnya tidak perlu untuk berteriak dan emosi setengah mati, jika saja staffnya tau bagaimana meng-handle penumpang dengan ramah serta profesional. Bayangkan, sudahlah tidak ada panggilan terakhir, informasi akurat tentang jam keberangkatan, tiba-tiba pesawat sudah siap lepas landas, dan tidak ada yang BERANI UNTUK MENJELASKAN.

Saya pernah menjadi staff dengan posisi paling depan ketika berhadapan dengan complaint, pejuang pangkat rendahan yang menjadi tameng perusahaan. Memperjuangkan nama baik serta rela (memang dibayar) untuk mendengar segala caci maki yang menyakitkan. Itu dulu, saya sekarang sudah membebaskan diri saya dari segala kata-kata negative yang tidak baik untuk kesehatan jiwa raga saya.

Berangkat dari pengalaman pribadi, bagaimana memperlakukan orang-orang yang terlanjur emosi dan memahami bagaimana susahnya meredekan amarah mereka, saya berjanji pada diri saya sendiri ketika mengetahui bahwa saya DITINGGALKAN oleh pesawat yang seharusnya mengangkut saya dan adik saya ke kampung halaman, saya tidak akan bersikap gila seperti penumpang-penumpang saya terdahulu. Saya tidak akan memaki mereka ataupun menyerang mereka secara personally.

What I expect, seseorang datang ke saya. Menjelaskan kepada saya:
1. Apa yang terjadi
2. Meminta maaf
3. Update tiket dan bagasi saya
4. Solusi

Hanya meminta MAAF tidak akan menyelesaikan masalah begitu saja dan MENUNGGU bukan jawaban yang tepat. 

Think fast, act accurately. Itu yang saya pelajari dari pekerjaan sebelumnya, bagaimana harus hadir dengan solusi-solusi yang bisa ditawarkan kepada penumpang. 
1. Ajak mereka berbicara face to face, kalo bisa usahakan JAUUUUUHHH dari penumpang lain. 
Sehingga keributan yang terjadi TIDAK MEMANCING orang lain untuk menjadi "detektif dadakan". Ini masalah IMAGE perusahaan, jadilah tameng menutupi segala kesalahan, sengaja ataupun tidak sengaja. 

2. Berikan FASILITAS pendukung untuk meredakan amarah penumpang.
Minta maaf itu sudah wajib tapi apakah dengan begitu penumpang akan langsung tenang?? Tentu tidak. Posisikan diri sebagai penumpang yang sudah menunggu berjam-jam dan DIPAKSA untuk menunggu lagi. Seidaknya TANPA DIMINTA, staff harus segera mengantarkan penumpang ketempat yang NYAMAN, misalnya LOUNGE. Kelihatan sepele, tapi impactnya besar. 

Ketika marah, emosi di ubun-ubun, biarkan mereka duduk dengan tenang. Lounge biasanya tidak ramai seperti di waiting area, hanya orang-orang tertentu seperti frequent flyer atau memang yang sanggup membayar untuk berada di dalam lounge. Sehingga, penumpang yang marah tadi bisa berfikir jernih, menenangkan diri, makan atau minum segelas air sebenarnya juga membantu meredakan amarah.

3. Follow up atau Update perkembangan masalah
Sudah sampai dimana penyelesaian masalah, apakah sudah menemukan jawaban atau belum. Atau ada hal-hal yang perlu di diskusikan bersama penumpang. Datangi, HADAPI, jangan LARI.


Boro-boro saya dapet solusi, yang ada udah kaya pemaen sinetron syuting FTV!!! Penuh dengan drama. Wasting my precious time. Untungnya mudik saya ini tidak berbatas tanggal cuti, tidak ada kepentingan mendadak, kalau tidak... wahh waaahh..


Saran saya kepada siapapun yang akan terbang dengan airlines mana saja, ini tips/pengetahuan tentang airlines yang saya miliki ketika suatu masalah muncul karena kesalahan dari pihak airlines:

1. Mintalah berbicara dengan SPV atau MGR ketika staff di depan anda TIDAK TAHU harus berkata apa, memberikan solusi, atau malah mendiamkan anda. Jangan membuang waktu dengan menunggu, tidak perlu bersikeras/beradu otot dengan mereka. Atasan mereka DIBAYAR lebih karena dipercaya lebih lihai, lebih berpengalaman, lebih cekatan, lebih memiliki OTORITAS.

2. Dengarkan baik-baik solusi yang di tawarkan. 
- menunggu >30 menit, minta lah LOUNGE. Anda butuh merehatkan otak BUKAN untuk makan dan minum sebanyak-banyaknya tapi lebih kepada pemulihan kondisi badan yang terlanjur naik turun karena emosi.

- menunggu >3 jam, mintalah KOMPENSASI atas ketidak-nyamanan. Bisa dengan meng-upgrade tiket anda dengan kelas bisnis. Kenapa? Wajar saja, anda lelah, anda butuh istirahat.

-menunggu >6jam, mintalah AKOMODASI karena memang BEGITU aturannya. Pihak airlines wajib menyediakan hotel dan transportasi ketika jadwal pesawat berikutnya lebih dari 6jam.

3. TEGAS dan perjuangkan HAK anda.
Memang biasanya untuk mendapatkan ATTENTION seringkali kita harus berbicara dengan nada yang tidak bisa di bilang kemayu. Keras.Tegas. tapi tidak MENYERANG staff dengan kata-kata cacian bersifat personal. Usahakan tidak mengatakan, Bodoh, Gila, Nama binatang, dll.

4. Jangan lakukan kontak fisik dengan staff
Seperti MEMUKUL, MELUDAH, MENYIRAM AIR, apapun bentuknya tidak boleh sampai MELUKAI staff. Karena ini selain melecehkan staff juga bisa dituntut atas perbuatan tidak menyenangkan.


At the end, working in public service does not mean you have to be SERVANT for any one but at least you know how to behave in a professional manner and attitude.


Adorable


Monday, August 13, 2012

Garuda Indonesia, an AWFUL experience

Kemarin saya termasuk orang yang MASIH percaya, bahwa GARUDA INDONESIA sebagai salah satu airlines terbaik yang Indonesia miliki. Pelayanan yang baik, kemudahan pembelian tiket melalui online reservation,dll. GA selalu terlihat WAH di mata saya dan profesional. 

Walaupun pengalaman saya 4bulan lalu ketika mendapat perlakuan kasar dari salah satu staff mereka di bandara Cengkareng masih terngiang-ngiang. Ada ketakutan mungkin akan terjadi lagi tapi saya tetap bersikukuh bahwa kali ini GA akan berbeda, it's gonna be perfect.

Dan kemarin, finally saya meruntuhkan label bahwa GA tidak sehebat yang saya pikirkan. Management yang tidak begitu bagus diground, poor service, dua kali saya menggunakan jasa GA dalam empat bulan terakhir, dua-duanya kacau!! Ekspektasi saya yang "memuja" GA ternyata membawa saya ke pengalaman yang sangat melelahkan.

I sent my complaint letter to their customer care(again), walopun ngga tau deh ngaruhnya seperti apa.
**** 

Dear Cust. Care,

This is the second email I sent to you within 4months regarding your service, it was horrible,awful, unprofessional action from your management to the customer.

Me and my sister were scheduled to fly with GAxxx 12Aug2012 under PNR/booking reff xxxx, flight from CGK to xxx. I came by 05.00am, going through smooth check in and waited in the waiting area, it was F2. After sometimes, there was announcement informing us due the bad weather, the flight was re-scheduled from 06.00am to 06.30.

For OUR SAFETY, I am totally UNDERSTAND. Even after some minutes they told us again, re-scheduled to 07.30 ISO 06.30. I decided to sit in front of the gate not inside the gate because it was very cold. Again, they re-scheduled to 08.00, 08.30, and last one 09.30am. I don't have any ISSUE to wait more than 2-3hrs because of weather, it's something that you can't handle/predict. I was working at the airport and I am well-experience with this kind of situation.

What makes me EXTREMELY UPSET, when me and my sister came to the gate by 09.10 and they said, gate is CLOSED. The staff there tried to arrange the car and drove us to the ramp and I found out, the plane already on PUSH BACK position and queuing for take off.

We went to the gate again and one of the staff asked me to wait.

1. PLEASE, explain to me what was going on. How could you LET ME MISSED MY FLIGHT??? There was NO ANNOUNCEMENT, NO LAST CALL, NO ONE CALL OUR NAMES!! no one at the gate brave enough to explain this.

2. It was a delayed flight. I reported to the gate on time. I asked the staff about the new schedule many times, I was seated in front of the gate and frequently check the timings, UNFORTUNATELY the system on the screen showed NOTHING.

Your staff tried to call the supervisor, I waited 30minutes to see him.

I could not understand how you guys work under such a slow action.No one tried to explain to me what happened to my flight, why no body announce for last call nor our names, what happened to our luggage!! no one!! I refuse to wait in the gate for the next flight and Mr. AP  brought us to the lounge.

He told me to wait while he tried to re-booked my flight at 11.25 flight. I am still angry but I understand, it's gonna takes time. BUT WHY he did not came back and explain to me the progress?? Is it okay or not okay? Then,I came to the receptionist at the lounge, ask the staff to call Mr. AP, I didn't notice his name at first, I knew it later when I met him again at the cust.service office.

You know what, even the receptionist HAS NO IDEA who is the one who put me in the lounge!! WOW, there is NO COORDINATION AT ALL. Each staff didn't notice each others!!  they asked me to go to the cust.service office BY MYSELF, WITHOUT ASSISTANCE!! Where is the SERVICE??

Okay, let me tell you the worst schema.

I went to the cust.care office, I met Mr. AP again, it's already 11.10am and found out the flight for 11.25 was OVERBOOKED. It's unfair and frustrating I have been waited hours and again to wait another hours to go home. I knew from the staff that the availability for C/class was widely OPEN.
A. It's my right to get the seat on the next-earlier-flight since it was not my mistake that the plane LEFT.

B. I told them to upgrade my seat to the C/class but then they refused because my ticket was DISCOUNTED/ Promotional ticket. promotional or full fare ticket I bought IS NOT THE MAIN ISSUE. You have to put anything behind and give us the best service. But okay, then, If you disagree to upgrade MY DISCOUNTED TIX, why don't you upgrade your FREQUENT FLYER or ANYPAX with the highest tix fare,and GIVE US the seat.

Upgrading people to C class is the EASIEST even you can do that at the gate, before boarding, announce the name at the waiting area, change their tix to C class. Your GFF pax feel happy, Me either because I could get the seat, everybody would be happy right??  I have doing THIS SCHEMA SO MANY TIMES. But yesterday, this ACTION NEVER HAPPENED. I was stuck at the airport until the next flight, 15.00pm. Imagine, 09 hours at the airport.

Come on Garuda, we believe as our NATIONAL flight carrier, you have the BEST services than other airlines. What happened to your management??? Where is the service we paid for?? where is the comfort??

After a long discussion with Mr. AP and Mr. SJ, I don't have any choice, still. I am agree to wait for 3pm flight and I asked them to upgrade my tix to C class as compensation. What an AWFUL and TIRING experience with Garuda!!

In my suggestion, you should TRAIN YOUR STAFF in professional manner!! Saying sorry is not solving the problem, THINK and ACT FAST giving us solution instead of JUST saying SORRY.

1. At the gate, before the staff brought me to the RAMP area, why don't they tried to CONTACT DISPATCHER?? USE YOUR RADIO!!
2. SPV is very hard to be reached, the staff said he did not know the mobile number of SPV or Manager on Duty that day. Come onnnnnn, have you ever heard about BRIEFING?? BRIEF YOUR STAFF before they start to work, write down the number of SPV or DM/MOD on the board!!
3. Use the announcement/last call/ call the name is the normal procedure. FIX YOUR SCREEN/FLIGHT DISPLAY!! UPDATE IT.
4. Approach the pax with professional manner. Introduce yourself to the pax, what is your position, bring them personal to talk so it's not really noisy and became such a SHOW/Entertainment to other passenger.
5. FOLLOW UP is important. What is the progress, what is the status. Inform the pax directly, come and see them.
6. Always have an IDEA, as SPV or MOD you have higher authority than just a staff. But why do they act like a staff? where is the knowledge??  for example if it's company fault they missed their flight, the solving problem is gonna be like this:
- put them as the highest priority to the next flight
- if the flight is overbooked, look for another option, upgrading is the first solution or you have to DENIED boarding some pax or search for other airlines. transfer them immediately. update the luggage.
- if it is more than 6-7hrs of waiting, pax has the right to take a rest in the hotel.
- provide the compensation, upgrade ticket, voucher, lounge access is a must, what ever to make them comfort.
so many things you can do for mishandled pax, do more research.

7. Giving an ASSIST for those who extremely upset. Put somebody who will responsible for the problem, so we are not LOST about the status of the flight. We should not come to find you and ask, but your representative. show your competence and high-respect.

After this long email, I am not trying to attack your staff personally, Mr. AP or SJ because I don't know how high their Authority, may be I should meet the highest level in your airport management to complaint, why do they give the SPV a limitation for being a decision maker. I appreciate their help and sorry if I have to shout to them but really, it was hard day and GENERALLY, all your staff need a high standard of customer service if you really want to be 5star airlines. Forget about SKYTRAX, better if you FIX your management schema on ground.



Adorable #mood : very upset---level of anger: High-temper#b

Tuesday, July 31, 2012

Stay Positive and Have Fun!!!Cmon


Sebenernya ini masih ada sedikit nyambung cerita dua note sebelumnya. Masih topiknya seputar kerjaan. 


Gw ngga mau orang yang membaca note kemarin jadi berfikiran harus jual mahal ketika interview. Sebenarnya bukan itu intinya, tapi bagaimana lo menghargai kemampuan yang lo miliki. Masa sekolah lo, Kuliah lo, pengalaman kerja lo, itu berdampak besar terhadap seperti apa lo sekarang. Label kesuksesan itu selalu di dalam area In Progress, banyak uang, punya pekerjaan yang aduhay, bukan berarti pula itu sudah sukses. Bagaimana hubungan dengan keluarga, dengan orang-orang terkasih, dengan Tuhan? Jangan sampai, mengejar dunia, akherat keteteran. Hidup ini cuman numpang lewat, katanya.


Masa mudapun ada waktunya. Masa jaya itu ngga melulu sepanjang hidup. Dari biasa aja ke luar biasa, dari kerja ke nganggur, punya segalanya sampe ngga ada apa-apa, punya cinta sampe dikhianati, punya kuasa sampe bukan siapa-siapa. Itu semua menurut gw proses, enjoy apa ngga? tetep tawakkal apa ngga? This is life. Face it. Be Brave.


Selain melihat dari sisi load-work dan gaji yang ditawarkan apakah berimbang dengan pengeluaran bulanan, nge-kos dan transportasi yang diperlukan serta asuransi kesehatan, ketika menerima suatu pekerjaan ada hal lain yang bisa dipertimbangkan, misalnya, tempat sholat bagi karyawan.


Gw merasa bersyukur, dari kantor pertama sampai yang terakhir, bahkan ketika gw di tempat minoritas (di Bali) ada kemudahan untuk sholat. Nah, ketika interview kemarin, gw tanya tempat sholat dimana, ternyata ngga ada. Orang-orang biasanya sholat di sekat-sekat kosong yang tidak dipakai untuk interview. Semakin ciut pula nyali gw. Memang rezeki gw ngga disana sepertinya. Rela. Ikhlas.


Cerita interview kemarinpun berakhir dengan adegan naek ojeg ke Blok M mall, karena terlalu sore untuk pulang ke rumah, belum lagi macetnya naudjubillah. Mukenapun ngga bawa karena pikir gw bakal sebentar, tas make-up yang biasanya must bring item pun ketinggalan. Sekali lagi, gw pikir ngga bakal lama. 


Eniwei, naek ojeg di Jakarta ini wajib di COBA loh, karena SEMUA abang ojeg ini ramah tamah dan sok kenal.


"Haloo neng, ojeg neng?? Kemana neng, sini abang anterin ya. mau ya?"#sambil nyodorin helm


Gw senyum kecil ketika mengingat tingkah laku para abang ojeg, ya sudah, magrib sebentar lagi, gw buru-buru melompat ke sadel si ojeg. Bedanya naek ojeg ama pacaran itu keliatan banget dari cara pegangnya. Kalo pacaran pegang pinggang, kalo naek ojeg pegang motor doang. LOL.


Nyari mesjid di Mall ini juga gampang-gampang susah, jangan percaya sama satu orang aja. Gw sih biasa nanya satpam sama nanya mbak-mbak pake jilbab, jawabannya beda-beda. Ambil suara yang paling banyak aja :D Lantai 7 blok M Mall itu ternyata ada masjid BESAR bukan sekedar mushola kecil. Walaupun ini mall ngga sebonafit Senayan City, tapi percayalah di Blok M Mall tempat sholatnya jauh lebih bagus, lebih besar, lebih bersih dari Sency. Ada tempat pinjem mukenanya lagi, bersih-bersih, harum, ngga ada bekas bedak ato foundation nempel di bagian muka. Hiyyyyyy.


Cerita Musafir gwpun tambah lengkap dengan disediakannya TA'JIL untuk berbuka puasa. Alhamdulillllaaahhhhhh dapet teh anget, aqua gelas, kurma sama roti. Gratis kok, tapi ngga ada salahnya, nyelengin duit ribuan di kotak amalnya yaaaa #hayoo sapa yang mo nyobain ta'jil disana?? kekekekekek.


Coba ya, kalo ini dijadiin IKLAN, ceritanya gw nyari kerjaan, bawa CV kemana-mana, panas, terik, puasa, belum dapet kerjaan, hari udah sore, ngga ada duit lagi buat makan cuman cukup buat naek angkot pulang, lalu gw terdampar di mesjid trus dikasih makanan buat buka puasa. 


Di akhir cerita, ada kalimat penutupnya, APAPUN DERITA LO HARI INI, MINUMNYA TEH BOTOL cap Badak!! Hahahahaha


It's all about how to handle your mind to think Positive.Don't easily get stress yaaaa, this is a journey and enjoy every moment of it. Be thankful, be grateful. Kalo kata nyokap gw mah, Rezeki Elang ngga bakal dapet di Musang. "Don't be afraid my dear, remember what your dad told you, to be whatever you want to be. Go get your dream, keep on trying and praying, insha allah. Mom is always here for you"



:)


Thanks Mom,



Adorable

Friday, July 27, 2012

Part 2 : Jobless Dignity




Bangun siang, malas-malasan, sempat tidak ingin pergi, satu jam menunggu gantian di interview, lead me to another 2jam nungguin si pimpinan datang, seorang perempuan, untuk mengetahui apakah gw bakal diterima menjadi PA di perusahaan outsourcing miliknya.


This is so fast. Ada saat-saat dimana, diterima kerja bukanlah soalan utama. Lebih wide dari itu. Dulu, ketika gw di Bali, berhadapan dengan pewawancara merupakan salah satu cara untuk "uji nyali dan tes kemampuan sudah sejauh mana". Bagaimana berhadapan dengan orang asing (HRD), mereka tiba-tiba menghaikimi lo dari perspektifnya, menyatakan pantas dan tidak untuk bekerja bersama mereka. Selain itu, ketika di wawancara, lo bisa melihat dari kacamata orang laen tentang kemampuan lo udah sejauh mana. Kadang, kita atau gw aja deh samplenya. Gw ngerasa gw belum bisa begini, begitu, malu, confidence gw entah melayang dimana. Tapi, ketika ada orang lain yang nge-judge, "You can DO it, tapi ada rasa tidak percaya diri yang menghalangi. Explore yourself"


Biasanya kalimat penyemangat seperti inilah yang gw cari. Proses how I value myself. Orang lain bisa melihat kelebihan gw, nah kenapa gw ngga bisa??


Tes aja kalo kalian berani dan memang waktunya pas, keterima atau ngga sih belakangan. Ini sih bagus untuk orang-orang fresh-graduate macam gw dulu, ketika di interview ke sekian kali, pas di perusahaan besar lo udah tau trik menjawab yang baik dan bisa memenangkan hati pewawancara.


Oke balik lagi ke cerita gw pertama. 


Ketika gw nunggu di lantai bawah, gw menyadari sepertinya ini perusahaan keluarga. Karena Emaknya pimpinan ada di sana juga, gw sih ngga mau rasis, tapi orang-orang tingkatan management semua matanya sipit. Nah, yang lucu, Emaknya sempat tanya gw tinggal di mana, gw jawab dong, Jakarta Timur. Trus dia bilang, "waah ini sudah sore ya, nanti kalo mau pulang bareng saya aja. Nanti kan anak saya nganterin sampe di daerah X, kamu turun di sana, kan kalo naek taksi lebih deket"


Busetttt, baek aja ini Emak. Apa kaga takut?? baru juga kenal barusan, tapi who knows kalo anaknya juga baik??


Tak lama, datang Mercy hitam, keluar seorang wanita putih mulus dengan baju nge jreng berkacamata hitam melewati gw. 


"Tolong laptop saya bawa ke atas" perintahnya kepada sang supir. Sembari melenggang kangkung, dengan tangan kosong.


Yang begini mau nebengin gw balik??? Bisa hujan badai ini Jakarta. Lol.


Singkat kata singkat cerita, gw dipanggil naik lagi untuk menghadap sang pimpinan ini, dia duduk di depan gw dengan rokok di tangan yang dihembuskan ke samping beberapa kali. Kopi hitam satu gelas dan jajanan di ujung meja. Tanpa menanyakan apakah gw puasa dan say sorry. WALAUPUN dia pimpinan, setidaknya itu ETIKA dasar orang yang menghargai agama lain, 


Dari sini gw sudah YAKIN, I can not work with her and I'm wasting my precious time to negotiate about my salary. Definitely, she won't agree. Sudah terlanjur sore untuk pulang, oke, baiklah let's bring the game!!


Semakin sore hari, semakin gw ngerasa dia TERLALU berlebihan menghakimi gw. Misalnya, ketika dia berkata kalo gw harusnya lebih CALM yang dalam bahasanya, harus lebih down to earth karena gw terlalu songong.


Gw bengong.


Sumpah, gw heran dengan orang-orang yang masih berharap bahwa wanita itu mesti kalem, ngga usah menonjol, biasa aja, ga usah terlalu pintar. Kalopun pintar, diem aja.


"Lo bisa mengoperasikan komputer?"
"bisalah dikit-dikit, ngga pinter amat"
"Lo bisa bahasa Inggris aktif??"
"yaah lumayan"
"Bisa bekerja under pressure?"
"kayaknya sih bisa"


Apa begitu jawaban orang dengan experience? Down to earth yang menurut gw Less Confidence ketika wawancara TIDAK gw anjurkan sama sekali. Percaya deh, ketika lo menganggap diri lo serba kekurangan, kurang pintar, kurang menarik, kurang percaya dengan kemampuan diri sendiri, you will end up di company antah berantah.


Banyak orang yang spik-spik gede ketika interview eh malah mereka yang dapet posisi bagus, kenapa? Karena berhasil meyakinkan pewawancara mereka beyond the expectation. Extraordinary. Nah, menurut gw down to earth personality itu urusan kalo udah keterima. Lo ngga boleh sok-pinter dengan teman kantor, be friendly, sharing knowledge, itu urusaaaaan nanti sodara-sodara. Bukan ketika di interview. 


Percaya diri juga bukan berarti lo mesti bohong dengan achievment pekerjaan selama ini. Tegaskan bahwa kepercayaan diri itu karena experience taught you that, lo deserve to get the position because you are capable doing the work, the load, the pressure. HRD itu ngga bodoh kok, bisa liat sekilas mana yang bisa kerja mana yang ngga. Mana yang professional mana yang anak baru. Kalo mereka butuh posisi tersebut diisi dengan orang professional, mereka akan mempertahankan lo. Kalo mereka butuh posisi biasa saja, kenapa harus hire professional yang jelas-jelas bakal minta gaji lebih tinggi?


Apa ada seorang bell boy lulusan S2?? 


Belum lagi Professional HRD juga tentu faham, misalnya, orang-orang dari Sumatera memiliki nada bicara yang lebih besar. Bukan berarti mereka emosional mungkin terlalu excited ketika diwawancara. Orang Jawa pun bicara lebih pelan bukan berarti mereka bisa ditindas karena ngga biasa speak up. 


Untuk itulah perlunya kontrol diri dalam berbicara, ada titik koma, jeda, tinggi rendah suara, yang bisa dilatih. Entah itu berbicara di depan cermin atau balik lagi ke cara gw, sering-sering ikut interview. Bahkan ketika gw sudah dapat pekerjaan, gw masih suka sesekali ikut interview, nothing to lose.


Ini juga menjadi point si pewawancara bahwa gw KURANG JELI melihat peluang pekerjaan. Pertanyaan besar, kenapa gw resign ketika gw belum dapat pekerjaan sama sekali?? Katanya, kalo gw PINTAR, gw mesti siapin back up perang.


Can I say something? sebelum Ibu direktur ini terus melihat kalo gw ini anak kemarin sore.


"Yes, please"


Alasan utama gw berhenti adalah, bla bla bla... Dan kenapa gw resign sebelum dapat pekerjaan karena posisi gw tinggal di Qatar. Tidak seperti Indonesia, yang lo bisa seenak jidat atur interview ketika hari libur atau ambil cuti sehari, di sana ada sistem sponsorship. Ketika gw memutuskan berhenti, sponsorship gw DICABUT dan gw harus keluar dari Qatar sesegera mungkin. Tidak mudah bahkan GW BELUM PERNAH DENGER, ada staff yang berhenti dari company gw terus kerja di perusahaan laen. Benar ada, yang masih bisa stay di Qatar karena pergantian sponsorship diurus oleh keluarga mereka yang memang tinggal di Qatar juga, entah itu Bapak, Ibu, Kakak atau Suami. Ada ikatan kontrak yang perusahaan lain tidak bisa ganggu gugat, ini government rules bukan cuma dari company rules.


Kemudian, gw juga ngga bisa ngatur meeting dengan HRD manapun karena terpisah negara tadi. Orang Indo itu kurang bisa memanfaatkan teknologi. Mana mau mereka ngadain wawancara lewat SKYPE, liat aja berita beberapa bulan lalu tentang kunjungan-kunjungan kerja pejabat yang menghabiskan MILIARAN karena mereka membawa keluarga berbondong-bondong ke luar negri untuk studi bandinglah, ini lah itu lah. Padahal semuanya bisa dipecahkan dengan kemajuan teknologi. INTERNET.


Tambahannya, kebanyakan perusahaan pasti mo liat penampilan pelamar LIVE. Mana bisa gw terbang dari Qatar ke Jakarta hampir 9 Jam perjalanan hanya untuk wawancara sehari? Ngga gampang pula untuk keluar masuk dari Qatar bahkan ketika Passport gw ditangan,gw ga bisa keluar di hari Sabtu Minggu untuk pulang ke tanah air. Ada leave-form yang mesti gw isi, apabila itu EMERGENCY leave harus dijelaskan kenapa, gw mesti fight the leave dengan puluhan staff lain yang jauh hari sudah merencanakan liburan mereka. Ngga mudah wahai sodara-sodari.


Sebenarnya gw bisa diam aja, ngga usah menjelaskan toh gw juga ogah kerja di kantor ini. Tapi hati kecil gw berbisik gw mesti speak up. Gw ngga terima gw dikatain semena-mena tanpa BUKTI yang jelas. Gw ada evidence untuk semua ucapan gw, sertifikat gw komplit kok. Ketika Ibu Direktur itu berkata bahwa GW NGGA PUNYA NILAI BARGAIN karena gw 100% jobless, gw ngga setuju.


Kenapa gw ngga bisa nawar gaji gw seperti yang gw inginkan??


Katanya, orang yang saat ini masih bekerja memiliki posisi tawar yang lebih tinggi dengan orang yang TIDAK bekerja. Itu gw setuju tapi BUKAN berarti orang yang tidak bekerja tidak bisa mendapatkan HAK PENUH dalam salary. Di note gw sebelumnya, ada jenis-jenis pengangguran, nah gw yakin pengangguran Friksional atau sementara jelas tidak sama negosiasinya dengan pengangguran yang tidak bekerja karena kemampuannya dibawah standard company. Masih ada kemampuan yang harus dipertimbangkan dong bukannya pukul rata bahwa yang ngga kerja itu MENGEMIS KERJA. 


Tapi ya sudahlah yahhhh, company akan berusaha dengan prinsip ekonominya. Mendapatkan SDM berkualitas dengan bayaran seminim-minimnya.


At the end, mereka meminta gw bekerja KEESOKAN HARINYA. Tentu saja gw tolak, ini kenapa mereka udah ngatur-ngatur segala macem?? Lah, kita aja belum sampai pada satu kesepakatan.


"Kamu bisa kerja besok atau minggu depan"
"Sehari ngga kerja di potong Rp 250k"
"Ini gaji pokok, ini biaya makan dan transport"
"Tadi kamu bilang kamu mau lebaran kan? Sudah beli tiket? tanggal berapa?? Uhm,, okay, tapi tgl 23 kamu sudah harus lapor lagi ke kantor"


Setuju??


No way.


Tapi tetep pake ETIKA. Gw bilang aja nanti akan gw kabarin, beri waktu sekitar 3hari nanti akan gw hubungi balik. Simple. Tolak.




Adios Amigos



Adorable

#Masih banyak pekerjaan yang bisa menghargai kemampuan lo. Percaya pada diri sendiri dan pada ALLAH swt yang sudah mengatur REZEKI kita. Insha Allah, selalu dicukupkan.