Showing posts with label Just a Thought. Show all posts
Showing posts with label Just a Thought. Show all posts

Saturday, August 31, 2013

My Tipping Rules


Kalian pernah bermasalah ngga sih sama Tipping??

Serius nih. Nanya.

Waktu jaman kuliah dan kere sih ngga kepikir kali ya mo ngasih tips setiap kebetulan pergi makan sama temen atau pas lagi ke toilet mall, dll. Pernah kan kepikiran, ngapain ngasih tips? Kan mereka udah dapet gaji.

Bener juga kan? mereka di gaji memang buat melakukan pekerjaan tersebut, kaya waiter/waitress.

Tapi dari dulu, gw diajarin tante gw, ngga ada salahnya kasih selipan. Toh cuman sekali-sekali perginya, atau kalau bisa jadi langganan mereka akan semangat liat lo dateng.

Bener juga kan. 

Jadi, dari dulu mulai dari nyalon, lulur/spa, ke toilet (malah kadang emang bayar), makan, dll.

Hanya saja, semakin ke sini  *(ke sini kemana tik??? ) gw semakin selektif untuk memberi tip. Jangan ngetawain loh, kalopun sekedar kasih 5ribu rupiah, lo ngga tau bisa jadi itu buat nambah-nambahin dia beli pulsa??

Kaya potong rambut nih, yang cuciin rambut kasih 5ribu. Yang motong rambut lebih gedean kalo misalnya PUAS sama potongannya, ya bisa kasih 20ribu. Apalagi salon rumahan favorite gw di dalem komplek perumahan Halim, yang sukses ngebabat rambut panjang gw jadi ciamikkk, potong rambut doang mah ngga sampe 50ribu. Dulu seringnya potong di salon mall-mall, MEHONG PULAK, pasti lebih dari 100ribu. Cuci, Potong, Blow, harganya beda. Jadi, kalo di salon langganan gw, keluar duit 100ribu plus tips ke staffnya sih ngga masalah. Cuman, sebelnya, kadang mereka CURANG. Gw cuman minta blow biasa, eh malah di blow kaya mo ke KONDANGAN. Pake kriwel-kriwel sosis, lahh, gw pan ngga mo kemana-mana malliiiiihhhhhhhhhhhh.

Nah, tante gw malah lebih parah dulu. Kadang ngasih tips ke staffya lebih banyakan daripada bayar jasa salon tersebut. Selalu bilangnya, kasian.

Beberapa tahun lalu, gw pernah kerja di hotel. Dan sudah hal lumrah untuk dikasih tips, apalagi kalo di hotel bintang 5 kan. Gw sekedar check in kan klien, ngga pake nunggu lama, gw dikasih Australian Dollar, tapi ngga inget berapanya. Perasaan sih gw simpen di dompet….. dompet yang mana yaaaa… Auk deh. Pokoknya tuh duit gw simpen dan ngga gw tukerin, karena memang nominalnya ngga gede. Mungkin sekitar 50-100ribu juga.

Pas gw kerja di airlines, nah gw sering tuh ngurusin klien-klien yang sebelnya ninggalin barang di pesawat lah. Liquer mereka ketahan di custom lah. Emang sih, staff ngga boleh terima tips, tapi kadangnya mereka maksa, ya mo gimana??

Pernah nih, gw dikasih duit, DOLLAR, depan muka gw. PADAHAL CCTV ada di belakang counter gw. Ngga lucu banget kalo cuman karena tips gw di cut. Jadi, penumpang ketinggalan Paspor di pesawat dan gw koordinasi dengan staf cleaning nya untuk segera balikin tuh passport karena penumpang ini adalah group yang harus berangkat ke penerbangan berikutnya. Seinget gw orang Korea deh. Itukan kewajiban gw, bantuin penumpang. Eh, pas passpornya dapet, tuh orang NGGA KAPOK balik ke counter gw lagi dan kasih gw sebungkus PERMEN. Tapi anehnya, permen ini udah kebuka. yaelaah, ngasih kaga ikhlas.

Dan ternyataaaa.. di dalem bungkusan permen itu ada uangnya. HAHAHAHA. Berhubung plastiknya buram dan ngga transparan, jadi ngga kentara keliatan kalo ada duit. Yaudah, rezeki masa di tolak? Masa gw ngejer-ngejer tuh penumpang balikin duit??

Karena di airport, otomatis ada duty free dong, Ngga jarang penumpang yang makasih banget ama staff, beliin sesuatu dari duty free ini. Ada juga yang kasih gw COKELAT setelah berantem sama gw abis-abisan di counter, dan untuk case yang ini gw beneran pengen balikin coklatnya karena tuh orang sumpah ngeselin abis. Eh tiba-tiba dia taro tuh cokelat dan KABUR padahal gw udah berdiri mo balikin. Temen gw juga ada dikasih Parfum, ah banyak deh cerita-cerita kocak.

Ternyata, simple gifts make people happy. Bukan karena nilainya yang mahal, kadang permen sebungkus, dibagi ke temen-temen, (kalo duit simpen sendiri lah ya,ahahahaha). Tapi lebih ke apresiasi orang tersebut. Emang sih nolong mah nolong aja, tanpa pamrih. Kalo dapet hadiah itu Bonus aja. But who doesn't like bonus?? Bonus tahunan apalagi. beuuuhhh.. cakep.

Balik lagi ke salon-salonan, tips itu NGGA WAJIB. Mungkin bagi gw sekedar penanda kepuasan gw atas service mereka yang baik. Kalau misalnya di restoran, gw liat dulu bill nya. Biasanya ada Service tax selain tax restaurant, gw ngga kasih lagi ke waiternya karena mereka udah "masang harga" di bill gw tadi itu. 

Tapi selain di bidang jasa tadi, coba deh sekali-kali, kalian kasih tips ke tempat ngga biasa. Misalnya, penjaga mushola. Kalo lo sering ngemall dan solat sering "numpang" disana, apalagi tempatnya bersih, mukena nya wangi, ngga salah kalo selipin duit ke ibu-ibu yang ngepel bekas air di lantai tempat wudhu. 

Ke Janitor, ke tukang sapu, messenger di kantor lo, driver lo, dll. malah menurut gw ini lebih bagus daripada kasih ke peminta-minta berkedok pengamen gak jelas bersuara fals yang modal Aqua diisi pasir doang di lampu merah. 

Just saying loh ya.. Kalo duit tips nya malah jadi sedekah ya bagus kan? Tapi kalo mo sedekah ke pengemis, ngga usah mikir mereka ada komplotannya kek, organisasi apa kek, ngasih-ngasih aja. Yang penting ikhlas.



Adorable

Monday, July 1, 2013

Who The HELL Are You, Dude??

Saya hanya ingin sekedar bertanya, kepada kamu yang di sana, di balik meja itu, di samping bilik. Benarkah bahwa kita harus selalu bersyukur? Bersyukur yang bagaimana? Melihat ke bawah? Karena posisi kita tidak di bawah??

 Apakah benar untuk membandingkan hidup dengan orang lain supaya kita lebih bersyukur?

Saya berani bilang,Ini tidak benar, tidak ada PEMBENARAN untuk membandingkan hidupmu dengan orang lain. Setiap orang punya perjalanan masing-masing, tidak semua orang sukses, tidak semua orang kaya, tidak semua orang bahagia namun mereka punya cerita yang hanya Tuhan yang tau mengapa mereka dihadirkan.

Kamu, tidak berhak untuk membandingkan kehidupan mewahmu dengan tukang sapu. Hanya karena mobilmu bagus, rumahmu mewah atau istrimu cantik. Kau anggap tukang sapu tidak berharta, kau berharta, jadi kau harus bersyukur?


Bagaimana kalau ternyata si tukang sapu yang lebih bersyukur dari pada kamu? Karena tidak perlu berharta banyak untuk bahagia, tidak perlu pusing mesti korupsi dimana demi menutup gengsi. Pekerjaannya halal, tidak dikejar orang pajak, tidak perlu was-was liat mobil KPK. Walaupun rumahnya tidak mewah tapi hangat oleh gelak tawa keluarga, istrinya memasak dengan penuh cinta. Walaupun rupa nya tidak secantik si kaya, tapi hatinya lebih rupawan. Tidak perlu berhambur uang ke salon setiap bulan, menambal ini dan itu, menciptakan kepalsuan yang tebal.


Lantas, siapa yang lebih pantas bersyukur atas harta yang tidak seberapa?


Kamu, tidak berhak untuk membandingkan baju-baju yang jumlahnya ratusan itu dengan mereka yang bajunya itu lagi, itu lagi. Bisa jadi, tabungannya lebih banyak darimu, uangnya dipakai untuk membantu keluarganya, orangtuanya yang sakit-sakitan, adiknya yang masih sekolah, itulah alasannya dia rela untuk TIDAK MEMUASKAN NAFSU hanya untuk selembar baju.

Kemudian, masih pantas kau "bersyukur" karena kau semena-mena memandingkan dirimu yang sok fashionable itu dengan yang biasa saja?


KEJI. Kamu itu keji jika kamu benar-benar membandingkan, memandang rendah orang lain. Menghakimi tanpa tau siapa yang kamu bandingkan. Padahal di mata Tuhan, kita ini hanya seonggok daging tanpa EMBEL-EMBEL.

Lalu kamu siapa, hah? Saya tanya, kamu itu SIAPA sampai beraninya menganggap orang lain lebih rendah, lebih katrok, lebih ndeso?? SIAPA KAMU!!


Cih...Bisa-bisanya menertawakan seseorang tanpa disadari dirimulah yang sedang ditertawakan.




Bersyukur ya bersyukur saja, karena Tuhan memberimu kelimpahan cinta dan rezeki tidak perlu melihat "ke bawah", karna di bawah tidak ada siapa-siapa yang ada hanya EGO mu semata.







Dorable
Jakarta,01 July 2013

Wednesday, June 26, 2013

WE ARE AWESOME!!!!


Ada banyak yang saya lewati beberapa minggu terakhir. Ada begitu banyak rasa tumpah ruah, semacam perkelahian luar dalam, kosa kata yang kadang lepas kontrol dari kandangnya, maklumi saja.


Saya ini manusia. Kamu juga pasti pernah mengalaminya.


I am kinda person who finally has the gut to say what I want to say. Brave enaff to express my feelings, even when actually so afraid and shiver, my voice shaking and my words stammering.


I look back to the old me, I saw a girl who has no confidence, over-thinking, never believe herself that she is GOOD enough or even BETTER. I thought, I have no excellent skills in any field. Very low self-esteem, ahhh, those hard days always make me smile right now because at that time, I CLEARLY UNDERSTAND WHO STAND NEXT TO ME in my bad days.


For those who said will never leave me, they left. Who said they love me, they cheated. Who I gave my trust, they lied.


And thanks to them, I grow up even stronger and I KNOW EXACTLY what kind of person I don't want to be. Because I know how it hurts to be underdog, so I make a lot of friends and stay LOYAL to them and promise my friends that no matter what, I will love them and they got my back. I know how angry I am to those who underestimate people, who is very judgemental without knowing what kind of journey someone's been through.


Those who don't know how difficult to wake up everyday, building the brick of bravery from hurts, fails, or whatever could break the heart, I can say, FCUK you, you lil bitch and faggots. Hopes karma slap you before I do.


This is a journey of life and so many people come and go. Some they left for good, some left without even a word. Some left memories to remember, some even don't deserve a fcuking HELL-o when I meet them again. Some left a warm hug, some left scars.


I've been here and there, loved and brokean-hearted, cried and laughing out loud, been black and white. And I'm proud.


I'm standing taller now and will reach the top, I understand more that life gives us lesson and lesson for every bad things, I thank more that my hardwork paid off, still, everyday, I make a new step to reach my dreams.


And ALWAYS remember this, whoever think they are not beautiful, trust me, every one is beautiful starting from the INSIDE, it will never gets old or wrinkles. Whoever think they are NOT-DESERVE-SOMEONE-BETTER, trust me, if you are not happy with yourself you'll never happy with any-relationship so love yourself first. Whoever think that they can not reach their dreams, trust me, those guts come from your MIND, stay positive because what you Imagine is the future plan about yourself.


At the end,


Just do whatever you love to do and say whatever you want to say, mostly cause we know, PEOPLE are still going to find something to hate either way.


Screw them, We are AWESOME!!!!






Yes, you, who read this, YOU ARE AWESOME!!



Love,

ADorable

Sunday, December 16, 2012

Jakarta Keras, Ciyusan??


Ketika hijrah pertama kali ke Jakarta gw ngga punya ketakutan sama sekali bahwa Jakarta akan "menelan" gw bulat-bulat. Gw kira, everything is gonna be FINE(selama gw di jalur yang benar,hahaha).

Sering kan kita denger "Jakarta itu Keras meen" atau "Ibu kota lebih kejam daripada Ibu Tiri", Land of Opportunity yang sekarang berubah menjadi Land of Opportunist. Jakarta ibarat hutan belantara dan berlaku hukum RIMBA, yang kuat yang bertahan. Gw sendiri engga kepikiran akan menjadi salah satu dari bagian kemacetan Jakarta, bayanginnya aja udah riweuh banget. Ya polusi, ya tingkat kriminalitas, pengamen yang bertaburan di setiap lampu merah, pengemis, pura-pura cacat, kakek-nenek, pak Ogah yang ada di pertigaan atau U-turn, bikin banyak orang berfikir RIBUAN kali untuk menginjakkan kaki di Jakarta.

Yaak, kalian emang harus berfikir ribuan kali kalo mo pindah ke sini. Kita ambil contoh mulai dari:

1. Transportasi
Walopun digadang-gadang bahwa Bus Transjakarta bakalan ditambah seribu armada di tahun 2013, tetep aja naek angkutan umum di Jakarta itu cukup berbahaya. Para pria-pria gila yang ngga kuat nahan nafsu malah sengaja sempit-sempitan trus ambil kesempatan buat mastu*bate di dalem bus. Demmmmm. serem.

Naek angkot?? Siap-siap di hipnotis.
Naek taksi?? Siap-siap di rampok.
Naek kopaja?? Siap-siap di copet.
Naek mobil sendiri?? Siap-siap MACET.
Jalan kaki?? Siap-siap diserempet Motor.

Kamu Siap???

2. Makanan
Apa yang engga bisa kalian temuin di sini?? Makanan dari Sabang sampe Merauke pasti lo bisa cari, kalo engga ada, ya kalian yang bikin di Jakarta. #ide bisnis

Mulai dari gerobak sampe food court banyak banget bertebaran, tapi kita mulai bahas makanan kampyung yang muwrah mewriah.
a. kerupuk kulit
Siapa suka kerupukkk??? angkat tangaaannn!! Enak kan?? So pasti, apalagi di rumah makan Padang udah biasa banget nemu ni kerupuk tapi Udah tau belum ada yang bikin kerupuk kulit dari kulit asli, yaitu KULIT BEKAS SUNAT. ANJROOOOOTTTT SEREEEEEEEEMM BANGET CYIN. yaaakk, bisa coba deh jajanan khas baru kota Jakarta, Kerupuk Kulit Sunat!!! #huekk

b. Makanan Gerobak dan Minuman
Oke, emang murah meriah, dengan duit 5ribuan juga udah seru banget dapet Batagor, Siomay atau Bakso.
Tapi, ada yang perhatiin engga, kalo makanan di gerobak, CUCI PIRINGNYA gimana?? kan paling cuman disediain satu ember yang udah BUTEK banget. Belum lagi, ada seorang yang posting di socmed dia pernah makan pinggir jalan dan nemu..... *drum troolllllllllll*
- Kaki Kecoa
- Rambut/bulu halus kaya bulu tikus

Belum lagi kenyataan bahwa banyak warung kaki lima yang demi menekan cost rela:
- Ngambilin nasi sisa buat dimasukin lagi ke magic-jar, diangetin lagi.
- Numpahin ES TEH/ Kelapa Muda sisa ke dalem gentong gede untuk dikasih ke cust.laen

Kemudian, Gorengan di pinggir jalan yang diberi PLASTIK demi kerenyahan si gorengan. Plus sederet zat pewarna, formalin/bahan pengawet, daging busuk, daging TIREN (mati kemaren) yang diolah dan dijual bebas.

Atau ES BATU yang dibuat dari air KERAN, Es Batu per Balok yang dihancurkan pake BESI karatan. Iuuuuuuuuwwwwwwwww

Masih berani makan di warung kaki 5 atau gerobak dorong engga jelas di Jakarta??? 

Nah ini sangat menarik perhatian gw, coba bayangkan berapa banyak racun yang saat ini lo telen? pernah kepikiran engga bahwa jaman sekarang banyak sekali keluarga yang SUSAH mendapat keturunan dibanding ibu bapak kita jaman baheula yang contohnya alm.bokap gw aja 10 bersaudara. Trus, banyak sekali kelahiran bayi yang cacat, engga ada *maaf* anus lah, paru-paru bermasalah, katup nya ngga sempurna, bisa jadi itu karena MAKANAN kita yang engga di jaga. Sayuran udah jarang dimakan, Junk Food selalu jadi pilihan atas dasar kepraktisan. Bagaimana nasib anak-anak masa depan?? 

Gimana nasib ANAK GW NANTI?? Setelah nulis ini, gw bakal review tempat makan gw. NO MORE kaki lima/street food bukan karena sok-sok an, tapi ini demi my future-child, gw sama seperti (calon) orantua lainnya yang cuman pengen anaknya sehat lahir batin dan utuh normal kaya gw dulu dilahirkan.

3. Pekerjaan
Oh yeah thats true kalo Jakarta punya BUANYAAKKK kerjaan buat elo semua, makanya banyak yang pindah ke Jakarta karena emang lapangan pekerjaan itu sangat menarik di sini, belum lagi fakta UMR lebih tinggi dibanding kota-kota lain (Saat ini UMR sekitar Rp 2.2juta)

Tapi apa iya gampang?? Entahlah, menurut gw sih itu tergantung EXPERIENCE dan Strata pendidikan di CV kalian, menarik tidaknya ya tergantung HRD.

Bagaimana ketika sudah bekerja eh malah banyak konflik?? Ohh sudah biasa itu. Konflik internal itu ngga mungkin engga dihindari dan disetiap kantor selalu ada POLITIK. Entah itu politik balas budi atau politik cari aman sendiri #ngelindur.

Intinya, politik itu engga cuman ada di Senayan. Tapi juga disekitar kita, pintar-pintarlah menjadi manusia di Jakarta. Banyak yang palsu,senyum palsu sampai alamat palsu. Begitu juga berpolitik dengan atasan, ada yang gayanya bak Queen Elizabeth, ada yang cabul, atau malah sebenernya engga pantes dijadiin atasan. 

Dari TIGA hal penting tadi aja, gw yakin setiap yang baca ini sudah siap-siap bongkar balik koper kalian yang tadi siap dikemas. Kenapa?? Karena menakutkan untuk tau realita kehidupan Jakarta dan gw sampe detik ini masih suka dengan keLUGUan gw tentang kehidupan Jakarta. No dugem, No night life, No alcohol gw masih Tika yang sama kaya setahun yang lalu, 2 taun 3 taun lalu sih yaaaahh ngga usah ditanya. Hahahahaha. 

So, that's it for today.

Enjoy Jakarta, Enjoy the life wherever you stand right now.




Adorable

Thursday, December 13, 2012

Insulted and Succeed


I spent my spare time yesterday afternoon by watching some inspirational videos on Youtube, believe me I didn't open any Korean movie or online box offices websites.


I found one video which lead me to another video of "her", I forgot her name. But she is one of the "sharks" sumtin, a reality show for Sales people. I'll search again later.


This is the most interesting part of the successful woman, rich and smart but still humble and down to earth. The life story, the journey to get the highest posistion, the trigger to achieve her goals.


Here is the Fact, most of the uncountable-money-person came from the bottom line, they lived in a normal family, most of them poor or living with dozen family in one roof. The pressure of staying in such a situation made up people's mind in how to get out from poverty and create a better life for next generation.


Problem is a simple exercise from GOD, so we as human start to brainstorm our mind, to solve the issue and grow stronger. Believe me, thanks to Problem because there are so many things we can LEARN from it.


So, today I talk to myself, renew my vision and adding more extra support by saying "Never Give Up, it's Done when it's finish"


Then, second things that I can remember from the videos. How the ULTIMATE INSULT brought the POWER not-to-give-up and fire-eyes of I-Will-Prove-It (to u as*hole,,upss sowry).


In a relationship, it's very common to create a supportive-environtment. But, what I experienced, sometimes our partner is one of the worst people whoUNDERESTIMATE our skills. They make us like a tiny-mini-person who has NOTHING and we are such a lucky to have them. Oh dear garbage. 


This kind of person absorb the CONFIDENCE we have and under the name of love, we believe them. <s>And I was one of the fools</s>. If you know how does it feel of less confidence, powerless, scared, Oh my godness, it's tiring and frustrating. When I finally picked-up pieces of me and prove it, "You think I can't do something better for mylife?? Tenooottt.. Wrong" it feels so good to return the bullet.


It was few years ago, I was young (til now) fresh grad and fell in love with the (first) horrible person who gave me such a pain in the ass. I was so excited at that time knowing one of my friend able to join an international company and soon gonna left Indonesia, I envy her so much. One night, I was on the phone with him and I said, "Soon I'll go abroad too". You know what he replied?"Are you sure?" and LAUGHING. 

Instead of saying a nice word or give me an encouragement, he just laugh at me and doubt my dream. Since it happened a lot in our discussion-session, I felt that person suck my happiness out from my soul and ripped-off my passion and that's it, I knew, he is the wrong person to share. After terrible act of underestimating someone, what else could add the worst scenario of this story, uhm... how about cheating??


Okay. I am out of his dirty game!! 


Just Less than a year from the break-up, I was standing in front of the door in Terminal 2 Soekarno-Hatta International Airport with my luggage, ready to check-in to my flight to Qatar, Middle East.  Yeaaahh man, who's laughing right now?? 


I have no idea about him, where he's up to because I never talk to him anymore, I don't know if he is able to finish his degree or keep playing around someone's heart, because for me, When it's done I am done. I don't care and I don't want to know about people who don't respect me. Well, Oprah said, if relationship ends because the man was not treating you as you deserve then heck no, you can't "be friends". A friend wouldn't mistreat a friend.


Totally agree.


But don't you realize, behind all the sadness, sleepless night, tears on the pillow, when you find out yourself got INSULTED and they bring you down, there are like a zillion extra energy to stand up and scream "you are dead, man". It brings the spirit inside you, skip the fear and left the brave only to do so many things, whats more EXCITING than prove someone's wrong when they talking cheap about you.


Remember the lady I talked on the second paragraph, she got the same experience too when her boyfriend cheated and they broke up, he said "You will never succedd without me". And there she is right now, a billionnaire, an enterpreneur, a big boss in her own company.


See how amazing an INSULT could bring someone to the top of the ladder.
Still you won'tsay THANKS to your problem?? (and the people who mess your life too)


Thank you



Dora

Thank You 2012

Begitu banyak hal yang gw pelajari di 2012, tentang hidup, tentang kedewasaan, tentang cinta dan karir, semuanya membolak-balikkan dunia gw sampai detik ini.

Satu masalah silih berganti datang, kecewa dan sedih sudah seperti antrian di pojok kasir menunggu saat yang tepat untuk muncul.

Syukurlah, selalu ada hikmah bagi gw yang percaya, ini cuman suatu proses menjadi lebih kuat, lebih hebat.

Di 2012, 

Gw belajar tentang BERANI untuk mencari apa yang gw INGINKAN dalam bekerja. Berani untuk tidak terus membebani hati, jika tidak suka, berani untuk memilih, memutuskan kapan untuk berhenti dan menyusun strategi baru.

Hidup cuma sekali, harus happy.
Kerjaan engga cuman satu, tinggal pilih mana yang gw mau.

Gw belajar untuk MENAHAN DIRI. Menahan emosi. Karena baru gw sadari, apa yang gw ucapkan kadang menyakiti orang lain bahkan diri gw sendiri, at the end. Tidak semua hal harus gw luapkan, pikiran-pikiran negative tidak perlu di bicarakan dengan  gamblang karena TIDAK semua orang MENGERTI siapa gw sebenernya. Tidak semua orang SIAP menerima kenyataan bahwa gw tidak sempurna.

Ngeluh emang gampang. Makanya banyak yang doyan.
Coba deh yang lebih menantang. Tahan banting dari cobaan.
Jatuh sekali, bangun, berdiri, jalan lagi, berlari.

Gw belajar untuk IKHLAS. Menyadari kadang apa yang gw miliki engga ABADI. Semuanya, harta, tahta, cinta. Dulu banyak duit, sekarang mpot-mpotan mungkin emang rezekinya belum lancar lagi karena sedekah kurang. Dulu di puja-puji sekarang balik ke titik nol lagi, mungkin sedang di test untuk jadi orang yang lebih rendah hati, jauh dari sombong. Dulu cinta begitu indah sekarang patah hati, membuktikan kalo OMONGAN LELAKI jangan gampang dipercayai. Mau dia playboy mau di cupu kalo sudah ngomongin hati semua orang bisa berubah jadi MONSTER penyerap kebahagiaan diri. Mengajarkan, lain kali untuk berhati-hati memilih seseorang yang benar-benar mau belajar menerima dan menghargai, menjadi supporter dan juga mood booster.

Cinta itu butuh dua orang yang mempunyai tujuan akhir yang sama, bahagia selamanya.
Dua orang yang saling mengingatkan ketika salah satu lemah yang lain jadi sandaran, yang satu rapuh yang lain menguatkan. BUKANNYA meninggalkan.


2012 thanks for the lesson
2013, another two weeks to go, but I can feel that Good things will come to those who wait, who pray, who put the best effort. 

Be the starter year to get a better life, please. 
2013, I am ready.



Adorable

Monday, November 12, 2012

You are Beautiful

Belakangan mo nulis aja kok ya ribeeettt banget. Dulu perasaan idup gw lebih sibuk tapi selalu ada waktu buat nulis. Malah ketika banyak waktu begini, ngga ada ide.

Jam menunjukkan 14.31 dan bos gw udah capcuscyin, ditambah hujan deras di luar sana, mulailah pasang headset, lagu baru download yang menurut gw udah cocok banget kaya di dalem Mbargo Legian.

Hayoo,, ada yang tau Mbargo?? Ngga tau?? yaudah gakpapa, hehehe...

Jumat biasanya menjadi hari "tunjukkan batik di lemarimu" di hampir seluruh perkantoran di Indonesia. Entahlah, apa ini mood gw yang emang hancur kacau balau dan untungnya bos gw ngga pernah komplain masalah pakaian gw yang ngasal, jeans dan baju tanpa kerah di hari APAPUN.

T__T Wottuduya'ni (kalo di translate ke Indo "trus mo gimana lagi??")

Ngomong-ngomong masalah penampilan, gw ada cerita nih.

Silahkan disimak.

Walaupun gw sekarang orang di balik layar, gw pernah kok jadi front-liner yang seperti gw ceritain dulu-dulu, representative dari satu company. We should dress perfectly, nice uniform, proper make up, rambut yang dioleskan gel rapi, ah damn, I will never do that kind of job again. Yang harus selalu senyum walaupun kadang gw lagi ngga pengen senyum entah karena nahan sakit perut datang bulan, lagi pusing, meriang, dll. 

Nah, sebagai orang-depan yang akan menghadapi orang banyak, ada begitu macam ekspektasi perusahaan dibebankan dipundak kita. Harus SELALU ramah, harus SELALU menarik, harus SELALU cantik.

Padahal, cantik itu kan relatif ya book. Menurut gw juga semua wanita itu cantik, kalo ganteng ya itu buat cowo.

Betul??

Seorang staff resepsionis di kantor gw terpaksa dipindah tugaskan ke departemen lain karena menurut salah seorang atasan bahwa dia tidak berpenampilan menarik.

Kok ya ironis. (kok ya di-hire dari awal)

Jaman sekarang menjadi "biasa" itu susah loh, di banyak lowongan pekerjaan kurang lebih isinya sama "good looking" entah di awal atau akhir iklan tersebut. Coba bayangkan, di jaman yang serba "heboh" begini, kita mesti rajin-rajin mompa semangat, remind ourselves how great we are.

Ini fakta dari beberapa interview yang gw datangi, banyak orang dan juga termasuk gw kadang minder sama penampilan gw pas interview. Gilaak yaa, kadang ini berasa mo ikut pemilihan Putri Indonesia. Malah, seorang wanita disebelah gw pernah meminta gw untuk mendandani dia karena merasa belum "gonjreng". 

T______________T

Sekarang CANTIK menurut media itu kaya apa, Wah putihnya, Heboh dandannya, Hebring wanginya, dan menurut gw udah salah kaprah banget. Coba deh lo pada liat, di salon-salon yang menghadirkan inovasi suntik vitamin C untuk membuat tubuh lebih putih padahal itukan suntik buat orang sakit/flu yang butuh asupan vitamin lebih banyak.

Dunia ini tambah lama tambah aneh. Tambah banyak orang yang mengkotak-kotakkan sesuai penampilan.

Jadi, sekedar TIPS aja nih buat para wanita-wanita diluar sana, mungkin untuk menghindari terjadinya kasus "merasa kurang cantik dan dinilai ngga cocok" sebenernya ngga perlu baju-baju mahal dan ke salon  tiap minggu. Rutin membersihkan badan, beli lulur yang murah-meriah aja trus luluran deh sendiri, menjaga kesehatan gigi, rambut jangan acak-acakan, jadi terhindar dari segala bau-bauan ngga sedap. Make Up juga ngga usah menor kaya penganten, normal-normal aja lah, jadinya yang liat juga ngga sakit mata.




(Gw sehari-hari di kantor pakai pelembab lebih banyak karena tempat duduk yang bener-bener ngadep AC dan jarang pake bedak, ngga pake blush on karena gampang iritasi, plus no-eyeshadow karena kesannya BERAT banget)

Semua wanita itu cantik, unik, tinggal kitanya aja menyiasati dengan pintar supaya MEDIA dan ORANG LAIN ngga merusak kepercayaan diri kita dengan menggambarkan bahwa cantik itu mesti Putih, Langsing dan Rambut Lurus. No No No. Still, love yourself girls :)


Dora



A Reminder For Hijaber (and Me)

I have seen a LOT of postings lately about Islamic fashions. Abayas, scarves, pins, embellishments, flowers, doo-dads. It seems there are gazillions of styles, colors, and patterns, and some women seem to be interested in buying at least one of everything. Now, I know that it is normal for a woman to want to look nice, but I have to things to say. One, and this is the "serious Islamic thing". Our coverings should not be adornments in and of themselves. If you are dressing in a flashy way that sets you apart, singles you out, and makes men look at you, then you are defeating the purpose of hijab, even if you are technically covered in something long, flowing and not see-through.

Now, on a personal level. I have been Muslim for almost twenty years, by Allah's grace. I typically have no more than two or three abayas at any one time. I toss on the same ones when I go shopping or run to the post office. I have several scarves, mostly black, a few colorful ones, a couple that were given as gifts. I have plain tube scarf underscarves. I have boring plastic unadorned hijab pins. I usually wear sensible shoes.

I can tell you with the experience of my years as a Muslim, looking back, that I have NOT suffered emotionally because I "deprived" myself by not buying a bunch of abayas and scarves. My dress when I go out is always feminine, simple, clean, and attractive, mashaAllah, but after I check my look to make sure my hair is not showing and my hem is even, I don't give my clothing a second thought. I am not dressing to improve my self-esteem. I am not dressing so the non-Muslims can think I'm lovely and fashionable. I am not dressing to show my status at the masjid as a modish Muslimah. I am not dressing so a Muslim man will find his eye caught by my attire and think that my husband is a lucky man. I am dressing to be seen as a Muslim woman and to not reveal my beauty to those who do not have the right to see it.

So, how do I fulfill that girly side of me? I dress nicely at home FOR MY HUSBAND. I shop the thrift stores and find cute outfits that look nice that I can wear in front of my kids and still look decent for the hubby, but even there I have a very modest budget and I don't get a new outfit every day, or every week, or even every month. But if I AM going to make an effort to be stylish, I'm going to do it for the man who has the right to enjoy how I look.

I'm not saying this to make anyone feel bad or guilty, but I want everyone to stop and think. Before you buy that 40th scarf because it's the 'perfect' color to go with that abaya you wear once a year, before you drop $100 on a pair of shoes that have rhinestones and go click click click on the floor, before you embellish your hijab with big flowers and buy yet another purse, THINK. Where can that money be better used? I don't even have to tell you where there are people in need. Jersey, Palestine, Myanmar, Sudan, your own town, your own family. I know that if Allah blessed you with money it is yours to do with as you will, but your family has a right on you, your Ummah has a right on you, and if you can just think before you spend, and maybe instead you can send some money to a worthy cause, that will give you a much warmer glow than the scarf that you wear once and then toss mindlessly in a drawer. I remind myself before I remind anyone else.

Remember that our burial shroud is the only piece of clothing that goes with us into the grave, but our acts of charity live on. Not a rant, just an observation. I love all my brothers and sisters for the sake of Allah and I want the best for you in this world and the next.

By: Nancy Qualls-Shehata

****

Oke, now time to check my credit card and keep it save!! no more shopping T_T




Dora 

Monday, October 22, 2012

Pada Satu Waktu


Because love is unspoken.


MIllion miles we were apart, hundred days never counted, and now you back. bringing half of my heart.

Your love is unspoken. came from the pure heart, to take care of me, to protect me, because no words able to explain how much you love me.


Teruntukmu, yang selalu aku tunggu.

Sayang, senang melihatmu lagi. Kau sehat? baik-baik saja? Lama tak berjumpa, lama tak berkelana tanpamu.

karena bersamamu, aku bisu. tak mampu berkata-kata, selalu, setiap kali kita bertemu. entah itu semenit yang lalu, sejam yang lalu, kemarin atau tahun-tahun telah berganti tapi aku masih merasa kaku.

Jantungku terasa berhenti berdetak ketika kita tanpa sengaja bersentuhan, saling bertatapan, mendengar deru nafasmu yang semakin menjadi ketika kau terpingkal di depanku, 

......


15June2010

Wednesday, September 12, 2012

Hard-Working Type

Satu hal yang dari dulu saya jaga dan memang diajarkan dari kecil, tidak membiasakan diri untuk menengadahkan tangan meminta atas sesuatu kecuali untuk berdoa. Apa yang saya dapatkan, hadiah-hadiah yang saya punyai tidak begitu saja saya dapatkan. Harus rangking kelas dulu, harus juara dulu, khatam Quran dulu, sedini mungkin orang tua saya mengajarkan bahwa untuk mendapatkan sesuatu itu lewat KERJA KERAS.

Dalam Islam sendiri, diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw bahwa tangan diatas lebih baik daripada tangan di bawah. Menjaga malu, kehormatan, raut muka, sehingga orang-orang yang tidak mampu bekerja lebih keras sehingga tidak mengandalkan bantuan dari orang lain. (H.R. Muslim)

Islam itu mandiri. Islam itu berani berdiri dengan kaki sendiri.

Anehnya, modus berpura-pura miskin itu justru semakin marak dan semakin nge-tren. Banyak orang-orang miskin di perkampungan yang rela berbondong-bondong ke Jakarta, diorganisir sedemikian rupa untuk menjadi pengemis. Ini jadi PR untuk semua orang, kenapa (menjadi) miskin itu sudah bagian dari PEKERJAAN??

Saya percaya, gap yang terjadi di lingkungan kita saat ini mungkin sudah cukup besar. Ketika si Kaya hilang peka dan yang miskin terbuai mimpi belaka menunggu "durian runtuh" tanpa harus bersusah payah bekerja.

Edyaannn...


Ini pula yang saya rasa kemarin. Setelah membulatkan tekad untuk mengundurkan dari perusahaan besar di Timur Tengah sana, dengan UANG SEADANYA saya kembali ke Indonesia. Waktu itu saya sudah membuat pos-pos pengeluaran, terutama untuk 3 adik saya yang lulus sekolah berbarengan. Ada yang lulus SD, SMP dan SMA dan memang biaya yang saya siapkan tidak sedikit dan penuh perjuangan mengumpulkannya. Mengesampingkan hasrat untuk belanja dan bersenang-senang, menyingkirkan daftar liburan, dan banyak lagi. Intinya satu saja, mereka tanggung jawab saya.

Ketika sampai di Indonesia, tentu banyak hal yang saya siapkan. Banyak hal yang butuh perencanaan matang, jadwal interview, biaya taksi, dan lainnya. Alhamdullilah, tabungan saya yang tidak banyak tadi masih cukup meng-cover semua pengeluaran. Saya mencoba berhemat sepintar mungkin, tidak langsung meng-iyakan setiap tawaran BukBer toh saya pikir besok-besok bisa ketemu lagi kok, kan sekarang memang udah jadi bagian orang Jakarta :P
Lalu, tidak tergiur untuk nongkrong-nongkrong, nonton, ngafe, apapun yang bersifat menghamburkan uang. Belum lagi Lebaran sebentar lagi, saya OGAH ber-zakat di MALL yang bertebaran di Jakarta raya ini. 

Lalu, ada satu hal yang kemarin cukup lucu bagi saya. Sejak saya bekerja, sudah tidak pernah lagi saya meminta uang kepada orang tua, bahkan saya rajin mengirimi walau tidak seberapa. Belum lagi, kepada uwak atau bibi saya dan ketika mudik pertengahan May lalu, salah seorang bibi saya menyelipkan beberapa lembar Pahlawan I Gusti Ngurah Rai berwarna biru.

Malunya saya, mencoba menolak tapi tetap diselipkan. Memang, UANG menjadi hal SENSITIF meskipun yang memberi orang yang sudah sangat saya kenal, keluarga saya sendiri. Saya merasa tidak pantas, lebih baik diberikan kepada adik saya yang emang masih sekolah dan senang jajan. 

Dibilang kapok yaa cukup kapok, mungkin besok-besok kalo mau nganggur ya perhatiin uang tabungan, hehehe. Cuman, percaya ajalah yaaa book, rezeki mah udah ada yang ngatur :P

Kerja keras!! Pantang "ngemis" karena Allah sudah memberikan kita fisik yang sehat, otak yang cerdas untuk berfikir, tinggal kemauan aja yang harus terus di geber.


Insha Allah




Adorable

Thursday, September 6, 2012

Musafir Ibu Kota

Gw tau, Blog gw masih sepi dari segala macam pernak pernik yang memang belum gw eksplore mo naro apa aja.

Eniwei, saat ini gw melaporkan bahwa bos gw sedang keluar kota til weekend. Kerjaan gw juga sedang tidak banyak, file semua rapi, laporan pun sudah berurut. So, I decided to write in this blog.

***

Gw sedang di state yang kacau balau, pikiran gw sedang tidak baik. Tidak sehat. Makanya gw jarang mengobrol dengan beberapa orang belakangan, gw demennya cuman ngomong sama tembok dan di depan laptop doang.

Lanjoooooottt....


Let's talk about M-E-R-A-N-T-A-U

Gw saat ini membayangkan kalau gw ini seorang musafir. Sudah banyak gurun-gurun yang gw lewati, gurun kecil bernama Jambi kemudian ke gurun Bali yang eksotika, (beneran) gurun Qatar dan terakhir bernama gurun Jakarta.

Disetiap gurun ada cerita, ada cinta berbeda tapi selalu sama rasa perihnya, tsaaahhh.. Eniwei, ini kita skip aja ya.

Oke, sekarang kita bahas "ilmu Musafir" ala Dora;

1. Musafir itu punya harta seadanya
Karena dia tau, dia ngga bisa bawa semua barang-barang di pundaknya. Ngga pernah kan liat musafir bawa kulkas? bawa seperangkat alat masak? bawa mie bekardus-kardus?? Ngga ada toh?? Makanya, barang bawaan musafir itu selalu simple. Baju, celana, sendal, topi, makanan dan minuman seadanya.

Harusnya gw belajar ilmu Musafir ini dari dulu, sayangnya pinternya gw suka telat. Setiap yang namanya gw pindahan dari satu tempat ke tempat lain itu ribetnya naudjubillah. Terlebih pas di Bali dulu sebelum gw pindah ke Qatar, Gw pernah punya baju satu lemari penuh, tas puluhan, sepatu, jam tangan, semua aksesoris cewe yang kalo lo bongkar kamar gw itu bisa bikin butik.

Untungnya dari pihak airlines mereka membatasi bawaan staff baru, walaupun gw sebenernya tetep kelebihan bagasi, banyak banget barang yang gw tinggal dan gw sedih. Tapi pas di Qatar, nambah lagi baju-baju walaupun ngga separah di Bali karena udah niatan gw ngga mo numpuk barang, tar ribet kalo gw resign.

Nah, after 8months gw balik ke Bali buat liburan alangkah kagetnya pas tante gw menyumbangkan SEMUA baju gw, tanpa sepengetahuan gw ke korban gempa di Jogjakarta. tanpa SISA. Abis. (Semua baju gw disimpan dalam kardus yang udah rapi banget karena gw tau tante gw ngga suka liat barang berantakan).

WHATTTTTTT.... baju gwwwwwwwwww.. Gw sih ngga nangis, lagian gw juga udah lupa baju yang mana aja, cuman kalo liat foto-foto gw, Oh my God, ini kan baju kesayangan gw!! tapi, karena ini buat korban-korban, ya ikhlas aja kali yah. Toh dikasih ganti baju yang lebih banyak kok.

Bener aja, ketika gw resign dari Qatar, barang gw cukup bisa di handle tapi bukan berarti ngga excess ya. Pakaian yang ngga pengen gw bawa, lagi-lagi gw tinggal supaya ntar bisa di sumbangin barengan sama barangnya roommate gw yang juga numpuk. Magic jar yang dulu gw bawa dari Indo-pun gw hibahin, sendal kamar, flat shoes, tapi ada sepatu lari yang gw jual ke dia, hehehe. Iseng aja sih.

Dari 40kg allowances, kayaknya bawaan gw sampe 60an-kg terdiri dari satu koper besar dan 3 hand carry.

Goshhhhhh... Women!!! always always alwaaaaayyysss has problem with their things :D

2. Musafir itu Sederhana
Ini masih ada kaitannya dengan point pertama sih, gw orang yang masih belajar untuk sederhana. Tidak berlebihan. Apalah daya, kadang tetep kebablasan. Balik lagi contohnya ya S-H-O-P-P-I-N-G. Gw belakangan demeeeen banget yang namanya Online Shopping, beli buku (ini buku worth banget tentang islam), beli kosmetik, beli baju!!!! Walopun akhirya agak nge-rem juga karena waktu itu gw masih ngandelin duit tabungan doang, belum dapet kerjaan tapi shopping lanjut. Parah dah.

Apalagi pas gw akhirnya dapet kerjaan, mulailah itu intip-intip credit card, dengan alasan "beli baju buat ngantor". Bener juga sih, secara waktu terakhir kerja, kan gw dapet seragam jadi baju yang gw punya kebanyakan ya baju kaos. Excuse bukan sih ini? Maafin yes... :P

Sampe tadi pagi pas pake baju dan celana baru, tetep ngerasa ada yang kurang. Kurang matching. Apa perlu sepatu baru warna cokelat juga??? Dan gw tersadar, NO, NO, NO!!! Gw ngga boleh shopping lagi.

3. Musafir itu ngga ada yang Obesitas
Karena apa? mereka makan secukupnya untuk melanjutkan perjalanan, tidak memuaskan hasrat makannya kaya dinas kebersihan. Jadilah gw setiap pagi sarapan di rumah, makan siang secukupnya dan menghindari NASI karena takut ngantuk secara office gw enak banget, adem. Sampe rumah, magrib gitu, baru deh gw dinner lagi.

Kenapa gw menghindari makan siang? sebenernya itu ke-parnoan gw semata karena ngga tau dimana Office Boy gw beli makanannya. Jangan-jangan di gerobak ngga jelas, entah ayam tiren, bakso tikus, belum lagi tangan si abangnya bekas megang apaan, HIYYYYYYYYYYYY.. SEEEEWWWRREEMMM

Jadinya, gw cukup menyimpan roti Marie atau crackers di laci gw buat jaga-jaga selama siang kalo gw kelaparan akut tingkat dewa.

4. Musafir itu punya kampung halaman
Kita yang percaya dengan kehidupan akhirat, tentu tahu benar, bahwa "kampung" kita semua itu ya Hari Akhir tersebut. Oke, kalo ngomongin akhirat "keberatan" bahasannya, gini aja deh, ambil contoh mbak-mbak TKW.

Pasti jarang deh liat TKW yang heboh pake emas berlian?? Tentu aja, karena mereka kerja buat dikirim ke KAMPUNG. Bikin ISTANA. Empangnya isi ikan lele ribuan, kebon-nya berhektar-hektar, ada mobil, ada motor, adaaaaaaa aja.

Nah gw??

Uhmm,, nabung sih tapi untuk kemaslahatan bersama. Taulah yaaa, gw ini sebagai salah satu supporter untuk keluarga gw. Sebenernya kalo gw mikir-mikir duit gw abis kemana aja, pas gw liat in-out cash flow gw ya balik lagi ke family. Hehehee, finally, gw ngga separah yang gw bayangin. Dan alhamdullilaaahh, kemarin gw udah buka tabungan di BRI Syariah. Jadi udah mulai misahin tuh, mana yang buat nabung, mana yang buat bayar tagihan ini dan itu.

Jadi jelas yaaaa, ilmu Musafirnya..

Jangan kaya di "perjalanan" karena dinikmati sendirian dan ngga kerasa habisnya, jadi selamat menjadi musafir yang baik dan benar. Keep healthy, keep slim and sexy, yhukkkyaaaa...





Adorable











Friday, August 10, 2012

Fenomena Ketawa

Beberapa hal yang saya cermati belakangan ini, ada terjadi pergeseran suatu nilai-nilai di dalam masyarakat Indonesia, khususnya dalam bidang Hiburan. Sudah cukup lama saya tidak mengikuti perkembangannya, mungkin sejak 2006 ketika saya diharuskan untuk bekerja sekaligus kuliah.

Waktu itu saya anak baru, semester tiga tapi sudah bekerja full-time di sebuah perusahaan provider internet di Bali. Sebenarnya, saya ini "anak bawang" alias titipan, kebetulan keluarga saya mengenal yang punya perusahaan, daripada saya banyak mainnya, saya "dipaksa" untuk bekerja selain untuk melatih kemandirian dan memperkenalkan dunia kerja, juga melatih bahasa inggris saya.

Terang saja mereka sewot, lah saya ini kalo sudah keluar rumah, mo kata kuliah udah selesai tetep aja nongkrongnya lama. Jalan-jalan di Mall, makan es krim trus duduk-duduk 3-4jam. Bener-bener buang waktu buat ketawa-ketiwi, astafirullaaahh, kelakuan-kelakuan. Untung udah tobat :D

Nah, semenjak itupula, saya udah jarang nonton tv, tidak update gossip-gossip selebritis, kuliah-kerja-huruhara. Waktu saya untuk di rumah cuman untuk makan, tidur, dan mandi. Berangkat kuliah pagi, siangnya pulang buat tidur sebentar atau kalau memang mepet waktunya saya langsung bekerja berangkat dari kampus. Jam kerja saya pun memang di set sesuai dengan jam pulang kuliah, 14.00-22.00.

Sempat sih ngikutin film Cinta Fitri, tapi abis itu ngantuk parah dan udah ga jelas lagi jalan ceritanya. Alhasil setiap pulang ke rumah, MOLOR. Bulan Ramadhan malah lebih parah, puasa sih tetep, tapi JARANG sahur. Kalopun sahur biasanya setelah pulang kerja, jadi ngga ada ceritanya nonton lawakan-lawakan dini hari atau menjelang buka-puasa.

Bahkan ketika saya lulus-pun dan berganti pekerjaan menjadi pegawai kantoran 09.00-17.00, saya tetap tidak terbiasa menonton Tv, kecuali OVJ yang sesekali saya tonton uhm... ahhh jadi inget masa lalu. skip saja cerita OVJ nya ya. Kemudian, saya pindah kerja ke negara Arab sana, yang mana apartemen saya tidak disediakan Televisi!!Hampir 2 tahun pula saya ngga nonton tv.

Kalau di total-total, memang saya ini rajin mantengin tv ketika saya masih sekolah dulu, iya 6tahun lalu.... #trus gw mesti bilang WOOOWW gituuuhhh??

Tanpa henti berjibaku dengan pekerjaan, dari satu perusahaan ke perusahaan lain, untuk pertama kalinya nih saya punya waktu banyak untuk diam di rumah. Setelah berhenti di akhir bulan May lalu, balik ke tanah air awal Juni sampai di bulan Agustus ini saya totally diem di rumah.

KAGET... Separah ini Indonesia sekarang???

Coba yaaaa, kalian pantengin deh televisi sekarang. Semuaaaanya mengangkat cerita KOMEDI. Asal ketawa, rating pasti bagus. Padahal, dalam bercanda, islam-pun sudah memberikan batasannya. Seperti hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, 


“Aku belum pernah melihat Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan amandelnya(kerongkongannya), namun beliau hanya tersenyum.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Islam tentu tahu betul, bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Sama halnya ketika kita makan dan minum, coba deh kalian praktekkin sendiri. Kalo ngga sakit perut, kembung, atau malah jadi susah nafas karena berlebihan. Ada baiknya memilah-milah lagi ketika bercanda, jangan berlebihan ketika tertawa apalagi sampe jungkir-balik-mangap-mangap. Waspada dengan hati, karena mampu menjauhkan dari nasehat dan tiada lagi tersentuh ayat-ayat Al-Quran.


“Janganlah kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.” (HR. At-Tirmizi )



Menakut-nakuti seorang muslim dalam bercanda. Rasullullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah salah seorang dari kalian mengambil barang milik saudaranya, baik bercanda maupun bersungguh-sungguh.” 
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)


Rasullullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda: “Tidak halal bagi seorang muslim untuk menakut-nakuti muslim yang lain.” 
(HR. Abu Dawud)


“Celakalah seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celakalah ia, celakalah ia.” 
(HR. Imam Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi)



Astargfirullahaldzim... Astargfirullahadzim...

Saya menulis tulisan ini, sebagai pengingat diri sendiri untuk lebih bijak bersikap dalam bercanda, agar lebih beradab, dan memohon ampun atas kekhilafan selama ini kepada Allah swt. 

RamadhanMu sungguh penuh berkah ya Rabb, sungguh penuh ilmu agama yang tiada kira untuk hamba yang masih mencoba memperdalam keislaman hamba. Jauhkan hamba dari kebodohan, ditutupnya mata hati dan batin atas keduniaan yang menyesatkan. Amin...




Semua orang punya kesempatan untuk menjadi baik, mari kita mulai HARI INI, SEKARANG JUGA. 


Adorable edisi Ramadhan :)