Showing posts with label working. Show all posts
Showing posts with label working. Show all posts

Tuesday, October 22, 2013

Trial and Error

What can I tell you my dear..


I am tired.
Frustrated.
Deep down inside, dying.

All the stress, the pressure, those whose bitching around, work, college, here I stand in the middle of nowhere to decide where the hell my direction is going.



Dora

Saturday, August 31, 2013

Anak Tengah

Sulit untuk tetap waras di tengah situasi yang tidak hanya memojokkan tapi juga sudah menggiring aliran darah untuk memuncak, siap untuk meledak.

Sulit untuk tetap diam di tengah hujatan tak bertuan yang dilontarkan kesana kemari tanpa tau siapa yang benar siapa salah. Menunggu kambing hitam untuk disembelih beramai-ramai.

Sulit untuk tetap tersenyum di tengah tusukan demi tusukan yang diterima depan dan belakang.

Sulit, untuk tetap menjadi diri sendiri ketika begitu banyak godaan untuk menjadi lebih dari sekedar diri sendiri.

Sekelumit rasa yang aku rangkum dalam cerita anonim, bukan untuk menunjuk siapa teman siapa lawan. Tidak. Aku sudah tau dari dulu. Ini sekedar desah malam, pada dinding-dinding yang membisu cermat mendengarkan ceritaku. Tentang Jakarta, ibu kota. Tentang hidup, sekedar berceloteh saja.

Seorang teman, menangis tersedu sedan, menabrakku yang baru saja membuka pintu. Pecah tangisnya di dadaku. Kupeluk dia erat sambil ku katakan, "Diam, jangan disini".

Kugiring dia ke kamar mandi, dia menangis sejadi-jadi. Diceritakannya apa yang baru saja terjadi, tak disangka, dikhianati "bangsa" sendiri. Aku diam, kudengarkan ceritanya, menangkap apa gelisah hati yang dia alami.

Kubujuk dia untuk tenang, kubujuk dia untuk berfikir terang.

Sulit.

Seorang teman menelponku dengan nada garang. Merasa tak senang dengan cara pemain di "medan perang". Saling sikut, saling bantai. Tak ingat pernah menancap bersama satu bendera, pertemanan. Berapi-api dia menjelaskan kronologi, ini bukan pertama kali merasa disakiti. Diam berarti salah. Lantang berarti melawan. Jadi, harus apa?

Kugiring pikirannya untuk melihat dari kacamata berbeda. Disini aku yang waras, dia yang sedang membabi-buta. Kalau sampai aku salah bicara, bisa jadi dibilang aku antek-antek lawannya.

Kubujuk dia untuk tenang, kubujuk dia untuk berfikir terang.

Sulit.

Menjadi penengah bukan tak sulit. Untuk mendengarkan kisah dari dua sisi, melihat dari teropong yang lebih besar dibanding mereka yang sudah keburu terbakar api emosi. Kadang aku bertanya, jika aku di posisi sulit, apakah mereka akan ada untukku? Pasang badan untukku? Seperti yang kulakukan saat ini pada mereka.

Entahlah. Atas dasar pertemanan. Atas dasar pengalaman.  Aku membiarkan diriku ditengah pertempuran. 





Adorable

Tuesday, April 16, 2013

A Birthday Blast

This is a bit late update dari momen-momen *lebay* ulang tahun gw tanggal 11 April lalu. To be honest, bertambah usia, bertambah kesadaran bahwa ulang tahun adalah suatu peringatan bahwa umur sudah semakin menua, apa yang sudah gw lakukan. tapi yasudahlah, cukup gw sendiri yang merenungi nasib gw.Ahahaha.

Mengingat tahun-tahun sebelumnya, gw selalu menghabiskan ulang tahun gw bersama orang-orang terkasih, walaupun gw sempat kerja di luar Indonesia, bulan April merupakan keharusan untuk pulang. Bertemu kamu, menjemput rindu.

Kemarinpun sebenarnya gw tidak banyak berharap dari ulang tahun gw,sekedar makan-makan dengan teman-teman kantor dan orang rumah rasanya sudah menjadi rutinitas tahunan. Namun tebakan gw salah, karena gw dapet surprise party.

Siang itu menunjukkan hampir jam makan siang, baik di BBM, group, sms, ataupun Fb beberapa teman sudah berkicau mengucapkan selamat ulang tahun. Tiba-tiba telpon berbunyi, dari kantor sebelah yang meminta gw segera kesana karena GM memanggil.

Ah saya pikir palingan mo ucapin selamat ulang tahun doang. Segera menyelesaikan email, ternyata di kantor sebelah sedang ramai-ramainya, hampir semua staff ada, komplit plit plit. Ketika gw masuk ke ruangan si bos yang memang terbuka,dari arah berlawanan, kumpulan orang project mulai berisik menyanyikan lagu Happy Birthday. Sebenernya gw tadi udah masuk mengendap-endap karena males sama bos besar yang doyan cipika cipiki. Ah ternyata keriuhan yang dibuat teman-teman gw merupakan kesengajaan, memancing si bos buat "nembak" dan ternyata TEPAT SASARAN.

Direktur gw keluar, terperangah dengan keramaian yang dibuat oleh teman-teman gw dan seketika senyumnya mengembang ketika mendaratkan pipinya di pipi gw.

Arghhhhh,, ble'eeeee temen-temen gw bleee'eeeeeeeee...

Lalu, terdengar celetukan "Wahhh pas banget nih dengan jam makan siang, ayok kita makan dimana??"

Bagooooooooeeesssss, gw tumbal hari itu.

Kurang lebih 25 orang langsung naik ke beberapa mobil, meluncur ke Dapur Sunda. Restoran terdekat di kantor, dan misi-misi makan rame-rame berhasil!!

Ada yang lucu kemarin, ketika sang MC (live music) mengumumkan bahwa ada pengunjung yang berulang tahun, sontak teman-teman gw langsung heboh dan jeng jeng jeeeengg...

ternyata yang ulang tahun (juga) adalah pengunjung MEJA DEPAN gw, #gubraggg... Setelah acara tiup lilin si pengunjung depan, baru deh MC mengumumkan nama GW. Tapi, berhubung teman-teman gw ngga prepare kue ultah, pihak restoran membuat tumpeng sederhana yang diisi satu lilin diatasnya.

Ahhh,, cukettaaaaaaaa.. khamsahamnidaaaaaaaaa... Tumben-tumbenan yang ulang tahun yang ditraktir kantor :D

Karena malamnya gw ada janji, sorenya gw pulang agak cepat dari biasanya. Sampai di rumah gw lihat adik gw mengintip dari jendela. Wah bakal ada surprise lagi nih, tapi pas gw masuk rumah, mereka cuman cengar-cengir doang dan tante gw sedang pegang piring nasi bukan kue ultah. Berhubung gw buru-buru mesti ke tempat janjian, gw langsung mandi.

Tapi tetep ada yang aneh, gw denger suara ketawa dari balik pintu kamar mandi tapi gw kira mereka lagi ngetawain acara Supertrap di tv. Pas gw keluar, dengan handuk pendek gw..

Taddddaaa... Tante, adek gw dan anak tante gw (dengan mulut penuh cokelat) nyanyiin Birthday song.. Ahhhh.. So damn happy.

Ibarat makanan, acara di kantor itu appetizer, di rumah itu main coursenya naahh desertnyaaaa ituuu ngerayain samaaaaaa kamyuuuu.. Hahahaha...

Well,,, I have more than enough for my birthday and I am thanks to God for everything He gave. Alhamdullilaah.



Happiest Girl,


Dora

Tuesday, March 5, 2013

FINALLYYY!!!

Okaaayy!!! I am back!!

Well,,, gw sedang seneng-senengnya nih, Semuanya ALHAMDULLILAAAAHH banget deh, penantian panjang gw buat "pecah telor" bener-bener kejadian cyiinn. INI PECAH BANGET!!

Di departemen yang baru ini, gw dan team diwajibkan untuk mencapai amount tertentu tiap 3 Bulan. Much better loh, daripada evaluasi tiap bulan. Misalnya, tiap bulan target gw 2.5juta, jadi 3 bulan, 7.5 juta. Mo bulan pertama engga jualan, eh tapi bulan ke tiga langsung NUTUP ya terserah, eniwei udah pada tau kan gw kerja di bidang property? Ya jadi jangan percaya kalo target gw masih hitungan JUTA. Preettttt.. Ngga ada!! cuman gw ngerasa ngga wise aja kalo sampe ngomong masalah duit diumbar-umbar, takut orang salah pengertian Cyiinnn :P

Dari bulan Januari lalu, cuman GW (staff pindahan) yang NGGA berhasil jualan. Alamaaak itu perasaan gw setiap kali denger ada yang closing, widihhh makin stress. Pulang makin malem, kalo perlu sekalian dah jaga kantor sama satpam-satpam. Apalagi ada warning yang tertulis di surat kontrak, bahwa 3 bulan tidak berhasil melakukan transaksi akan dilakukan evaluasi kerja, apakah rajin/semangat/apa karena emang udah mengerahkan segala kemampuan tapi faktor LUCK aja yang belum menghampiri, semua dievaluasi. Setidaknya, usaha gw nge follow up customer sampe malem, dilihat sama bos gw. Kalo gw emang beneran kerja.

Yaaaaahh sesekali emang gw sengaja balik malem buat menghindari macet, karena di rumah ngga ada orang (pada liburan), karena lagi nonton film gratisan di internet, dll.

HEHEHEHEHEHEHHEHEE....

Gw udah mulai pesimis, ini udah bulan ke tiga, dan gw.. tetep lom jualan. Lemes banget, sebel, kesel, tapi ngga terbersit sama sekali kalau gw bakal resign. Eh ada sih, cuman gw ngga serius nyari kerjanya. Situs fave gw apalagi kalo bukan Jobsdbdotcom.

Kantor ini Kantor impian semua orang!!!!! Hayooo.. deket rumah, OB siap siaga memperlakukan kita bak raja walopun kadang dipalakin sama mereka T_T, temen-temen gw asik, gaji menarik, bos-bos gw juga baik tapi kalo kaga jualan yaa disindirnya abisssss dah looo jadi ngga nafsu makan.

Bank deket, Atm jangan ditanya, termasuk deket ke pusat, lunch sering di traktir si bos, ato kalo ngga dibawain makanan tiap dia jalan ke luar. Sore-sore mulai jajan bakso, mie ayam, batagor, dll. Ini udah tempat paling TOOOOPPPP sejagat raya. Gw berdoa, jangan pindahin gwwwww... jangan putusin kontrak kerja gwwwwwwww.. jangaaaaannn...

Dannn tadddaaaa!!! cring cring criiinnnggggg...

Kemarin, gw berhasil JUALAN EMPAT!!! yang kalo di kalkulasiin, lebih dari target gw. Cuman, karena satu unit yang dia beli bakal di bayar bulan JUNI, naro DP doang bulan ini, gw engga tau tuh,itungannya masuk target gw di 3bulan pertama ini, atau next round.

Terserahlah,, yang penting gw berhasil jualan. Udah itu aja. Seneng banget. Koprollll.... Koprooollllll.





Adorable

Monday, January 28, 2013

Spin


After all the things happened to me during this first month of 2013, what I can say is I am very grateful.

It's less than 30days but when I stop for a while, take a breath and look back, I am trembling. But I tried to build up the confidence again and held the head high. I can do this.

My life is turning up and down, now my head spinning around. Damn!!

**

Becoming a marketer is not easy. There are so many times when I lost the guts, the slap, throw the pride and whisper to myself "this is not the end, try harder".

Man, how I wish you know how does it feel.


I am tired. I won't give up. at least, not now.



Dora

Tuesday, December 11, 2012

Dilemma

Gw saat ini sebenernya sedang dilema berat. Males ngomongin galau, kesannya alay banget, hahahaha. Ini masalah kerjaan, karena kemarin gw baru meeting dengan Sales and Marketing Manager plus Promotion Manager.

Per awal tahun depan akan ada perombakan di organization chart company gw due termination of our official agent yang berakibat kosongnya kursi-kursi di Sales. Melihat chance ini, my boss, the director offer me the job to help SnM Department. 

I don't have any issue to move from one department to another because in this young age I really want to explore what I can do,

Gw engga serta merta say yes, banyak sekali pertimbangan yang harus gw pikirkan mengingat target-target yang harus gw capai, challenge, new knowledge, risk yang mungkin bakal gw hadapi jika tidak mampu memenuhi target tadi.

Scared? A bit. Yes.

Customer service merupakan dunia yang sejak 2007 lalu gw geluti, harusnya sih kalau sekedar ketemu klien and conduct the presentation would not be a problem. Sedikit polesan tentang how to build the chemistry aja sih between me and the buyer, itu kita bisa bahas nanti. Dilemma nya ketika awalnya gw merencanakan pertengahan tahun 2013 nama gw suppose to be in the student list di salah satu universitas di Jakarta.

Iya, gw berencana untuk melanjutkan kuliah S2 gw tahun depan.

Tempat kuliah sudah gw cari lengkap beserta dengan uang kuliah, ujian masuk, matrikulasi, dan tentu saja jurusan yang gw mau.

Dilemmaa abisss...

Paparan mengenai jam kerja yang ternyata hanya 1 hari day off which means extra working-hours than normal staff, cukup bikin gw ragu untuk mengatur jam kuliah gw, secara kuliahnya hanya di hari JUMAT (17.30-21.30) dan SABTU (14.30-18.00). Damn damn damnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn.

I keep reminding myself, this is gonna be one of the lifetime chance to see other parts of the knowledge, if I stay in my position I will be exactly in the same (comfort) zone but I will be okay the rest of the year.

If I move out, I might be fail or success, I don't know. Too risky but yet exciting. This is the TIME to see the power inside me. I could ended up having lots of money or 
jobless.



Well.... Pray for me so I can decide this wisely.




Dorable

Monday, December 10, 2012

A Simple Happiness

Jadi ceritanya kemarin gw "terpaksa" bersenang-senang karena ajakan teman kantor untuk karaoke bersama. Gratis lah, di bayarin salah satu bos yang emang satu-satunya yang paling royal. 

Enaknya tinggal di Jakarta itu ya apalagi kalau bukan dengan mall yang bertebaran dimana-mana menyediakan segala macam hiburan, salah satunya ya karaokean itu tadi. Baru sebulanan gw kerja, gw emang sudah diikutsertakan oleh temen baru gw untuk having fun together, they are very nice indeed.

Dan di ajang karaoke itulah gw ngga bisa "menahan" diri untuk tidak dangdutan, padahal gw udah berusaha menjaga IMAGE gw sebagai anak R n B loh, tapi dasar iseng, temen gw memilihkan lagu ALAMAT PALSU untuk gw nyanyikan. Mo nolak ya ngga enak, secara itu acara ulang tahun bos dan everyone should feel happy, yes?? Jadilah gw joget-jogetan sama anak kantor dan heboh abis.

Gagal sudah pencitraan gw.

Begitupun ketika bulan lalu gw outing rame-rame di Bali, di saat dinner di pinggir pantai Jimbaran ada sekelompok penyanyi yang menghibur kami dan tentu saja, gw di dapuk untuk menjadi tukang-huru-hara. Bersama salah satu teman gw yang orang batak, kami nyanyi duet dangdut apa ya, entahlah, Keong Racun mungkin. Sungguh, kalo kemarin karaoke cuman ada beberapa bos saja, ini di depan beberapa PEMEGANG SAHAM kantor gw berjoget, yang bikin suasana heboh, ya bos gw sendiri yang TERANG-TERANGAN ngga bisa joget eh dia malah sibuk nari-nari ngga jelas dan menurut gw itu lebih mirip tarian topeng monyet.

Jahat?? Emang gw sekretaris jahat.. *evil laugh
#btw one of my friend clearly said he likes the evil behind all my stares, glance, smiles and laugh...

Yepp,, but this is how Jakarta make me fall in love deeply, every day, every week. How I wish to enjoy all this moment longer, happier, with or without you.




Adorable

Wednesday, October 31, 2012

Free Trip to Bali

Gw baru balik dari Bali,,, Yeppp,,, can you smell Kuta beach on me?? :P

Kantor gw ini emang ajib banget, gw baru sebulan masuk kerja eh udah ada aja OUTING ke luar kota, rencana awal emang mo ke Singapore tapi berhubung ngga semua staff punya passport dan waktunya juga yang terlalu mepet akhirnya dipilihlah Bali sebagai tempat huru-hara kami.

Namanya juga outing, semua gratis ditanggung kantor gw. Mulai dari tiket pesawat PP Jakarta-Bali-Jakarta dengan Lion Air, penginapan 3D2N di Hardrock Hotel Bali, permainan water-sport, sudah termasuk makan (pagi di hotel, siang-malem sesuai itinerary dari agent di Bali) malahan nih yaaaaaaaaaaaaa, uang transport dari rumah-bandara-rumah aja dikasih 300k/orang, dan tentu ajaaaaa uangnya malah dipake buat beli celana pendek persiapan outing, kekekekeke.. Transportnya malah dengan cara NEBENG mobil temen,wkwkwkwk. What a beautiful life.

Malam sebelum berangkat, dari siang sampai jam 9pm gw masih kelayapan di luar. Kongkow-kongkow dengan teman maen gw di Dunkin Donuts daerah Pancoran, sampe akhirnya gw kaget udah malem dan gw belum prepare apa-apa. Secepat kilat gw dianter ke rumah dan nyusun baju di backpack.

Udah hampir jam 12 tengah malam, gw masih sibuk hahaha hihihi BBM-an sama temen-temen kantor ngobrolin apa aja yang mau dibawa sedangkan pesawat gw besoknya jam 6.20 am yang artinya before 6 harus sudah ada di bandara terminal 3.

Loh kok terminal 3?? 

Ternyata sejak bulan May kemarin kalau tidak salah, Lion Air memang memindahkan beberapa rute pesawat dari terminal 1 ke terminal 3 sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang. Baguslah..

Jam 3.30 pagi, pas mata lagi sepet-sepetnya gw dibangunkan alarm yang emang udah gw siapin sebelum tidur. Ngga pake mandi, langsung bikin sarapan dan capcus ke rumah temen yang gak begitu jauh dari rumah gw. Gilaaaak, pagi-pagi dinginnya berasa masuk kulkas. Gw nunggu di depan lorong masuk rumah temen gw karena gw juga nungguin 1 temen lain yang bakal nebeng bareng. Ditambah lagi nih ya, kami mesti ke kantor untuk jemputin temen-temen laen yang ikutan nebeng. Wakakakaka, parah deh di mobil udah numpuk kaya sarden.

At the Airport
Mungkin ini baru juga yah, selaen perpindahan beberapa rute seperti Jakarta-Denpasar-Jakarta ke terminal 3, pembayaran AIRPORT TAX ternyata langsung bayar di CHECK IN COUNTER (dibayarin oleh kantor juga). Untuk penumpang Garuda, ini udah berlangsung sejak lama tapi untuk airlines lain kayaknya baru-baru ini mulainya.

Emang deh orang kantor itu baekkkk banget, kami ber 25 (bos besar menyusul dengan Garuda pada malam harinya) pas sampe erpot langsung disediain snack Breadtalk gitu. Sambil bercanda ama temen-temen, gw dengan santainya menuju gate dan baru sadar kalo di backpack gw yang gw bawa ke cabin ada parfum yang lebih dari 100ml. Panik dong gw, secara sudah ada peraturan kalo lebih dari 100ml harus masuk bagasi. Gw langsung nyari-nyari temen laen yang kebetulan tasnya bakal di check-in kan. Happ dapetttttt.

Fiuhhhhh....


Pas gw lewat security check nya, ohlalalaaaaaa, ngga ada tuh pengecekan sama sekali. Even mo bawa air minum juga boleh-boleh aja. Aneh, apa ini cuman berlaku di terminal 2 yang notabene International Flight??

Singkatnya, ketika kami berada di pesawat, dengan mudah kami "menguasai" pesawat yang cukup ramai itu. Ada group lain yang berangkat, bedanya mereka lebih memilih tidur daripada kakak-kikik, mungkin juga karena peserta outing di kantor kami yang lebih "berjiwa muda".

DAY 1: BALI - Ngurah Rai Arrival
Masih seperti beberapa bulan lalu, airport ini masih semrawut karena renovasi besar-besaran sehingga jalan keluar dari Domestic flight nyampur baur sama International flight. Panas sudah pasti lah ya, tapi seru ketika naek bus. Berasa kaya anak-anak TK yang mau ke kebun binatang.

Sebenarnya ada sekelebat kenangan, pada tarikan koper berat dan pelukan erat. Dulu.

Ahh sial..

Ditambah perjalanan pertama kami yang menuju Tanjung Benoa untuk bermain watersport, melayangkan ingatan pada hari-hari nan panas berakhir di Circle-K sebelum pantai. Menilisik jalanan di hotel-hotel berbintang lima BTDC, dibawah pohon rindang menatap lepas pantai. Dulu.

Lengkap sudah penderitaan gw, hahahahaha... Bagoeeessss.


Ngga pengen larut dalam kegalauan, gw melarutkan diri dalam asinnya air pantai.. Nyesssss, naek Banana Boat, 2kali di ceburin dan lumayan juga minum aernya. Permainannya juga banyak, tapi gw kemarin cuman dapet sekali aja. Padahal gw pengen ngikut flying fish, eh ngga ada partner yang mau karena mereka udah duluan "terbang" pas gw maenan si Pisang.

Ohya, sebelum maen basah-basahan, gw dan teman-teman sewa 2 kapal ke tempat penangkaran Kura-kura, sekitar 10an menit dari pinggir pantai. Sebenernya ngga ada apa-apa sih di sini, cuman cukup seru foto-foto dengan binatang selain Penyu. Ada burung elang, Iguana, sampe Ular (dihhh sumpah geliii bangettt gw pas di kalungin ular ke leher gw).

Bersihin badan ngga pake sabun/shampoan, bilas air asinnya doang, ganti baju, lunch ngga jauh dari tempat main watersport ini (Ulam Restaurant, ini tempat ga rekomended karena rasanya yang standard abis, trus capcus deh ke TANAH LOOOOOT)

Honestly, gw sih udah bosan banget ke Tanah Lot ini, secara rumah gw cuma 10 menit doang dan udah beberapa kali bolak-balik ketika jaman kuliah. Cuman serunya pas di sini sih, gw ama temen-temen jadi objek foto para fotografer dadakan. Lumayaaannn nambah-nambahin album di Facebook. LOL

Dinner di Tanah Lot, pulang ke hotel udah capeeeee banget tapi udah kadung janji sama temen kuliah gw buat ketemuan di Beachwalk, a new shopping-hangout-place. Dengan mata mengantuk dan badan pegel karena semalam cuman tidur 3-4jam aja gw seret kaki gw ke Kitchenette.

They are still the same, we are still the same, fellas. Glad to know that.

DAY 2 : Bali Hai Cruise - Lembongan
Walopun gw udah cukup lama tinggal di Bali tapi sayangnya gw sendiri ngga begitu banyak kesempatan untuk menikmati Bali layaknya turis-turis asing, entah itu karena ngga ada temen yang niat buat jalan-jalan karena mereka orang Bali asli jadi mikirnya "yaelaaahhh, ngapain sihhhh lo ngabisin duit buat maen aer doang, sini gw siram aja" atau emang karena saat itu biaya permainan ala turis ini cukup mahal di kantong mahasiswa.

Alhamdullilaaah sekali lagi, gw dapet freeeeee dari kantor dan puas banget maennya.

Sekitar jam 8.30 selepas breakfast, kami semua sudah di jemput oleh bus dari pihak cruise (bukan agent kami) dan lansung menuju Pelabuhan Benoa, foto-foto sebentar, di kapal paling atas (open) gw dan temen-temen dan para bos-bos seru-seruan berfoto ria, sayangnya itu engga lama karena gw MABOKKKKKK laut sodara-sodara. 

Senderan di kursi, berasa mo nyebur aja di laut karena pusing parah amit-amit deh. Untungnya,mungkin 30-45 menit kemudian kami sampai di lokasi (ngga turun di Lembongan) yang merupakan tempat bermain air terapung. Jadi, bisa maen banana boat, naek kapal yang kaca gitu bisa liat keindahan bawah laut, ada starting point untuk diving, ah seru deh.. Alhamdulilaaaahhh banget, diving yang awalnya dibayarin 50% doang eh lagi-lagi jadi GRATISSSSSSSS (kira-kira 600-700ribu/orang dan ada Dvd underwaternya)

Damnnn, I love this office so much maaan.

If I can tell you how excited I was, woooww, the experience is priceless but I don't know because I am not kinda expert in swimming and a bit afraid when we dive down there, I think it was my first and will be the last time :P

The pressure from the water made your ears hurt and I don't feel so confident with the water. It made a thought, falling in love does not always mean to stay "together", sometimes simply loving thing just the way it is, ngga mesti ketagihan, ngga mesti mati-matian pengen diving lagi/snorkeling lagi, hehehehe... Parno deh gw.

Abis diving oh ya, kami semua dinner di Jimbaran yang sayangnya tempat yang dipilihkan oleh Agent kami ini bukan di tempat biasa gw nongkrong, masakannya standard banget, tapi lumayan seru karena pake acara nyanyi-nyanyi dan joged dangdut. Teteeeeeeep, gw yang kenaa ya sodara-sodari T____T.

Hari ke dua ini selepas dinner pulang ke hotel, while some of my friends and bosses were planning to go the Rock Cafe in Jimbaran (near by the dinner place,, damn thats far maan)  I spent few hours in the swimming pool. Funny thing that I was pretend as non-Indonesian speaker when one of the lifeguard talked to me. One guy was following me around but say no words, I bet he doesn't speak English. Then, I went to Seminyak, Ultimo Restaurant buat nemuin tante gw and her friend. I went with my friend's car, after 12 we decided to leave and he asked me to stay a bit longer outside and he drove the car to his family villa in Kuta area, to be honest, the place is a bit creepy. He offered me to stay there but I refuse and you know what, from villa to hotel usually only takes few minutes but we stuck for 2hours because the taxi driver try to persuade those intoxicated guys from the club. They blocked the road maaaan. sucks!!

He seems a bit upset because I refuse his offer and then we stuck for hours for nothing!! Sorry dude. 

At the end, when I arrived in front of my room, I just realize my card doesn't work. Damn, I was sleepy and tired and my room was quite far from the receptionist. I have no choice, I went to the desk, and found out the card was okay but my roommate locked the door from inside. Thanks God, when I called one of them pick up the line and open it for me.

Tired. Tired. Tired. I don't think I have extra energy for Rafting tomorrow :(


DAY 3 Check Out- Rafting- Airport
After packing all my belonging, we all went down to the breakfast area and leave our baggage at the Concierge. I found out from the first day in Hard Rock Hotel Kuta-Bali, the food is sooo disappointing. Only few choices (Indo and western) and the staff were NOT really friendly. Remember, I was working in hotel industry and compare to HR, my previous hotel much better.

Then, I had some "business" to do and went to the restroom. A bit shock with the cleanliness but really, Hard Rock need a great management to keep this hotel in the right track. 

Pas di restroom temen gw udah mulai nge pang-ping nyuruh cepetan dan cukup kaget ternyata tas gw dibawain sama salah satu komisaris tinggi di perusahaan gw!! Damn!!! "makasih paak" #nunduk-nunduk

Selama perjalanan gw sempat tertidur, ngga tau deh mereka ambil rute mana pokoknya taunya sampeee aja. Then, untuk menebus rasa terima kasih, gw dan temen gw cowo satu lagi memutuskan untuk bergabung dengan team Pak Komisaris dan Istrinya yang cantik jelita (I love this couple, romantissss banget. Humble. Down to Earth abesssssssss).

It was FUN!! gw udah lupa ngantuknya gw dan berusaha menjadi yang pertama untuk sampai di garis Finish. Karena ulah guide kami yang menganjurkan untuk menghalau boat lain supaya ngga bisa lewat ternyata jadi senjata makan tuan, padahal kemenangan ada di depan mata... TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKK. Hahahahahaha..

Mandi, tuker baju, si guide pake acara flirting lagi ke gw!! Masih bocah padahal, naah selepas berberes dari UBUD dan masih banyak banget waktu buat ke erpot lagi-lagi kami menuju tempat oleh-oleh (JOGER dan beberapa tempat oleh-oleh sekitar Kuta). Sebelum turun, diadakanlah pengundian DOORPRIZEEEEEEEEEEEE. Memang sih SEMUA karyawan pasti dapet, paling kecil hadiahnya ada Voucher Belanja Rp 500rb. Dari segala macem hadiah, Galaxy Tab, Acer Notebook, Blackberry, TV Flat 32", Mini Home Theater, gw cuman menang voucher doang T__T

Emang dasar udah hoki, bos-bos yang lain pada menang hadiah yang mewah-mewah dan hampir semua bos memberikan hadiahnya untuk diundi ke staff yang hanya menang voucher yang artinya gw bisa ikutan. Kebetulan bos gw, juga cuma menang voucher belanja dan sebelum dia "menghibahkan" hadiahnya untuk diundi lagi, gw yang duduk di depan bos, langsung teriak " BAPAAKK!!!! SAYA INI SEKRETARIS BAAPPAAAKKK!!!" yang disambut gelak tawa semua orang dan akhirnya si bos nyerah dan kasih vouchernya buat gw. Yippiieee, gw dapet free belanja Rp 1 Jutaaaa dan tetep bisa ikut undiaaan (yang diundi pas di kantor di Jakarta dan TETEP gw ngga menang,hahahahahahaha)

At the end of the day, everybody was so happy with the free-trip from our management. Thanks again for the opportunity especially me as newcomer but then they let me to join. We had dinner at the airport (KFC box) because the flight schedule in rush-hour. Thanks to my boss also because he brought me to the lounge so I can charge my blackberry (it's very hard to find plug around the airport :( so bad )

The flight back to Jakarta was awesome, I can't stop laughing for 1.5 hours with my bestest and none of us were sleeping. Arrived in Terminal 3, my friend's friend drove us till the office and I sent text to my brother so he could pick me up there. See, money transport was such a BONUS!!



Hamdallah.. Hamdallah, Thank You God for everything :)




Adorable

Friday, September 28, 2012

Grrr..

I do really wants to share something about my office, but after half-way, I decided to take it down.

damn.chicken-shit.




Dora

Thursday, September 27, 2012

Size Does Matter :P

Sambil dengerin lagu Adele, Chasing Pavements di MySpace gw juga sekalian buka-buka website Kompas dan Detik. 

#ngga kerja lo??
Kaga.. 
#Enak aja.
Salahin bos gw kenapa ngga ngasih kerjaan

Nahhh ngomong-ngomong masalah kerjaan ini, gw mo bahas hal yang berkaitan dengan apa yang gw baca di Kompas.

Klik LINK-nya


Topiknya : Bedanya Bekerja di Perusahaan Besar dan Kecil

Frankly speaking, di masa loncat-loncatnya gw, gw pernah merasakan gimana bekerja di dua tempat tersebut. Perusahaan yang karyawannya di atas 1500 orang dan skala di bawah 50 orang.

Berada di dua atmosfer yang berbeda ini tentu membawa cerita yang beda-beda pula. Ada benefits tersendiri, hmm kita bahas dari skala besar dulu yah (berdasarkan pengalaman gw).

Oke, sisi positif-negatif dari Kantor Skala Besar:
1. Orang-orang di dalamnya diajarkan untuk terorganisir. Harus sesuai dengan rules and procedure perusahaan. Misalnya, Apply Cuti aja ada proses yang ngga bisa dibilang mudah.

Karena di kantor itu lebih dari 500an orang, untuk cutipun biasanya pake acara "rebutan" siapa yang duluan, dia yang dapet. Karena ngga mungkin cuti bareng rame-rame.

Kemudian, untuk proses reimbursement harus data lengkap. Tanda tangan dari atasan A, atasan B, dll. Jadi antara terorganisir sama RIBET itu memang agak beda tipis.

2. Bisa dapet pengalaman dari orang-orang daerah/negara lain. Jadi belajar culture mereka, saling bertukar informasi.

3. Karena orang yang terlalu banyak, jangan harap tuh ada OUTING. Atau ultahnya atasan A, B, C, ah paling banter bagi-bagi DONAT atau COKELAT.

4. Terlalu banyak orang bikin kerja ngga maksimal, misalnya nih kita kerja SHIFT pas shift udah mau abis tinggal lempar tanggung jawab gitu aja ke staff lain. Dan ngga tau kenapa, even kita doing something great, apresiasi itu ngga begitu terasa dari company. Ya itu tadi, saking banyaknya orang, management RABUN ngeliat orang-orang yang kompeten. Nah, masalahnya gw ngga suka maen kasar, sikut kiri kanan, jilat pantat, cuman untuk dapet pengakuan atau BIAR diliat. Ada quote yang barusan gw baca dari broadcast BBM temen gw:


"Learning to live WITHOUT recognition is a SKILL"

Ahh bullshit. 
Gw tau banget gimana rasanya ngeluarin best of the best lo, tapi ngga dihargain sama sekali. Pedih rasanya Jendral. Emang sih kita kerja sebenernya ngga perlu ngarep di Puja dan Puji tapi itu sebagai salah satu awareness dari management untuk menimbang-nimbang seseorang untuk promosi kenaikan jabatan. Lo mau kerja bertahun-tahun trus gitu-gitu aja??

5. Kemungkinan untuk jadi Follower itu cukup besar. Kebanyakan MANUT wae apa kata bos. Ngga bisa mengekspresikan diri tapi bisa jadi kalo kamu "one of the kind" yang bener-bener bisa outstanding, kesempatan untuk naik level dan pindah ke kantor lain (jika perusahaan memiliki CABANG yang banyak) itu sungguh terbuka lebar. Tapi JARANG loh yaaa. Tapi ada. Dikit.



On the other hand,


perusahaan yang berskala kecil justru membuat gw merasa lebih nyaman, 
1. Karena jumlahnya yang sedikit, untuk AKRAB dengan staff lain itu sangat gampang. Ngga kaya staff yang jumlahnya ribuan kadang kita cuman HAPAL wajah tanpa hapal nama. Jadi, lebih kekeluargaan. Sering jalan bareng, sering makan bareng, shopping bareng!!

2. Lebih fleksibel, mulai dari aturan-aturan perusahaan yang ngga perlu tanda tangan ini dan itu, yang penting si bos setuju yaa, udah apa aja lancar. Reimburse ini dan itu juga jadi mudah. Ngajuin Cuti juga mudah tapi jeleknya, karena staff sedikit, misalnya nih gw sekretaris seorang diri, kalo gw mau cuti gw wajib hand-over kerjaan gw ke HRD (masih related ke laporan bulanan) dan prepare semua dokumen dengan baik. Gw ngga bisa maen cabut aja dari kantor seminggu dan matiin hape gw, karena bisa jadi direktur mau buka file di komputer gw dan nanya password gw apaan. Atau dia nanya dokumen di dalem lemari gw. Mesti ninggalin kunci-kunci dan teman-temannya.

3. Outing tiap taun itu pasti. Belum lagi BONUS akhir tahun. Lebih mudah ngadain gathering-gathering, makan-makan kantor kalo ada yang ulang tahun.

4. Gw tipikal orang yang lebih MILIH kerja sendiri daripada TEAM, walopun gw bisa both sides. Kenapa sendiri lebih seru? karena gw pegang PENUH hak untuk melakukan kerjaan gw dengan gaya apa aja yang penting hasilnya sesuai dengan apa yang bos mau. Ngga ada rules atau procedure yang kaku, suka-suka gw. Dan paling males kalo kerja "dimandorin" dan nyamain ide, visi, misi ke banyak kepala itu menurut gw (kadang) ngga efektif menghasilkan SOLUSI. Adanya tambah ruwet karena tiap orang beda pendapat. Kalo gw kerja sendiri, ya otak gw langsung konek ke bos. Ngga usah share sana sini.

5. Di kantor yang berskala kecil, gw lebih nemuin kenyamanan gw, merasa lebih dihargai, merasa lebih punya power, merasa lebih diperhatikan, merasa dipenuhi kebutuhan yang gw mau. Kalau kita memang "menonjol" cepet ketahuan, apresiasi perusahaan ke kita itu nyata. Berkembang atau tidaknya kita, itu sih tergantung dari diri kita sendiri. Kantor gw ini memang masuk ke dalam group Sinar Mas. Dimana kerjaan ini sebenernya berdasarkan PROJECT, kalo project selesai yaaa kita juga selesai (skala 3-5tahunan). Nah ngga takut nganggur??

Coba bayangin, gw paling lama kerja itu 2tahun. Abis itu pindah deh, nyari lahan laen yang menarik, menantang, lebih menguntungkan. Sekarang project selesai 3-5tahun lagi, pernah denger JOBSDB atau LINKEDIN?? bisa jadi sebelum project selesai, sudah ada yang duluan nawarin kerjaan. Untungnya juga, ini perusahaan anak cabang. Selesai project ini, pasti ada project lain. Dibangun di daerah lain atau di transfer ke kantor utama. Jadi, no worries. Bahkan nih, yang ini aja belum selesai, ada pecahan dari kantor juga lagi buka kantor baru di daerah Ancol. See??


Again yah, gw ingetin sekali lagi BELIEVE itu kata-kata yang ajaib banget untuk kita tanamkan di diri kita. Percaya kalau kita punya KEMAMPUAN (ngga cuman GEDE bacot), percaya dengan ALLAH yang punya andil mengatur REZEKI kita. Emak gw udah bilang, "rezeki Elang kaga bakalan di makan Musang" intinya, semua rezeki itu ada yang ngurus. Dah lo kerjain aja apa yang ada di depan mata sekarang.

Yang jadi pertanyaan banyak orang sekarang palingan masalah di GAJI. Menurut gw, gaji sih ngga terlalu beda jauh ya bok, Profit perusahaan kan juga bergantung berapa jumlah karyawan. Semakin sedikit orang, yaaa artinya "pembagi" juga sedikit, bonus bisa makin gede. Trus juga masalah ASURANSI karena dikit orang juga, jaminan kesehatan kita bisa MAKSIMAL. Di kantor yang lama (skala besar) kalo sakit dibatasin biaya obat-obatan, ngga masuk scalling (pembersihan karang gigi), periksa mata. Justru di kantor yang skala kecil, adanya pembebasan untuk berobat, kalo rawat inap malah VIP (siapa aja, mo staff biasa atau level manager), keluarga (istri dan anak) masuk ke dalam tanggungan perusahaan. Tuh kan, enak.


Jadi, menurut kalian lebih enak kerja di Skala Besar atau Kecil??




Adorable


Monday, September 24, 2012

HBD Boss

My Big Boss Birthday today, we have cakes and lunch box!! Free fooooooodddd yeyeye lalala yeyeye lalala.







Happy Monday :)


Adorable
#harusnya gw double happy karena hari ini GAJIAAAAAAAAAAAAAAAANNN!! since I use different bank account sama perusahaan, gagal deh gw  gajian hari ini T____T

"Wottudu State"

Tumben kerjaan gw banyak..

Hari Senin ini kaki gw pegel-pegel semua, karena kemarin Minggu gw sok-sokan jogging di club komplek rumah gw. Lengkap deh di sini, ada Jogging track, ada kolam renang, lapangan golf, arena memancing-pun ada.

Biasanya alasan gw paling gampang kenapa gw keluar rumah menghindari GALAU.

Ciyus. Cumpah deeeh. Cungguh. #monyongin bibir

Kenapa Galau mesti keluar dari sarang?? Ya tentunya supaya pikiran setidaknya sedikit ter"pecah". I am kinda person yang over-thinking sesuatu yang I don't know itu sebenarnya ketakutan gw semata atauuu emang there's something I should find the solution.

I am in the state of "I don't know what to do", even talking to my boyfriend kinda... I don't know. I just feel something wrong with myself. It's horrible feeling. Believe me.

Another story goes, another broken-heart, another man, another love-life. Like what wise-man said,


  "If you love someone but he breaks your heart. Don't give up on love,Have faith RESTART.
Love like tomorrow never comes, if it does then Love
 AGAIN "

I tell you, honestly from the bottom of my heart, It's NEVER EVER easy to move on after a great-painful-love-memories. I am not sure if I can write the issue on my blog, explain it just to release "the feeling" cause we don't know, some day, some how, my partner might find this blog, read all these sad stories and then he get hurts by what I am writing even I don't mean to hurt anyone especially him because he is such a nice guy I've ever dated. He could be miss-understood. He could hate me very much.

Or may be I deserve. Really, I've no Idea.

Gotta back to work, trying to get busy, finishing some papers for my bos' signature, some purchase request from HR, and so on.



Have a blast Monday everyone. Happy payday!!



Adorable
#Lucky me, kata si Boss after lunch dia ada meeting di Tangerang so ngga bakal balik ke kantor. Jadi gw bisa kerja dengan tenang, ngga dikit-dikit dpanggil. Bikin ini kek, itu kek, disuruh panggil staff ini lah, itu lah, haishhh kenapa ngga digunain sih interkom nya pak!! Kesweeell kaki lagi sakit begini mondar-mandir O_o

Tuesday, September 11, 2012

PASSION

Semingguan ini setelah gw bekerja di Jakarta, gw udah mulai jadi kompor untuk teman-teman gw yang masih mengais rupiah di luar sana.

Gw panasin, "pulang ajaaa, enakan di sini, murah-meriah, kerjaan banyak kok".

LOL...

Eniwei, dunia kerja itu sebenernya yaa sama aja lah ya jeng, dimana aja, mau di Indonesia atau di luar sana. Karena dimanapun tempat kita kerja, tergantung sama yang namanya PASSION. Dan tiap-tiap orang itu punya pemikiran sendiri, LIKE and DISLIKE itu relatif banget menurut gw, antara gw dan temen-temen laen, beda kenyamanan, tujuan dan motivasi hidup.


Gw suka traveling, suka suasana baru tapi bukan jalan-jalan kesana kemari kaya traveler yang laen. Gw ngga masuk ke dalam group backpacker tapi gw suka "menantang" diri gw sendiri di tempat baru, kerjaan baru, orang-orang baru. Ada "desir-desir" antara excited dan grogi. Ngga tau sejak kapan gw suka pindah-pindah, tapi yang pasti dari seluruh pengalaman kerja gw, paling lama di satu perusahaan itu ya 2tahun.

***

Setelah 3kali berpindah tempat bekerja sejak 2007 dan juga berpindah daerah bahkan sempat pindah negara, kantor ini merupakan kantor ke 4 yang gw "jajal". Kaya kucing beranak ya gw, pindah sana sini. Hehehehe, ini memang salah satu MIMPI gw, pengen nyoba kerja pindah-pindah, asik aja kayaknya ganti suasana (dan ganti pacar).

Semacam gw ini, yang pecicilan dan kebetulan kuliah di non-spesifik major (gw anak sastra) membuat gw cukup kelabakan bak anak SMA yang mo mutusin ngambil kuliah jurusan apa. Sumpah deh, sehabis gw lulusan emang sih gw udah kerja tapi gw NGGA MAU selamanya disana karena there is no career at all for me secara itu kantor IT dan gw kerja sebagai IT Support(only), untuk skill emang mereka milih orang-orang yang cukup bisa berbahasa inggris, tapi pelan-pelan diajari tentang IT untuk nge-guide our customer (yang rata-rata bule) yang punya masalah dengan koneksi internet. Mulai deh tuh, layar item, nge-ping, trace, cek up/download, test speed, router, dll. Cumaaaan emang gw ngga NIAT belajar IT lebih dalam, cukup basic-basic komputer doang dan internet connection sih bisa laah, jadinya gw merasa STUCK disana.

Selepas gw lulus, akhirnya gw "izin" resign, yaeyalah secara itu kantor temennya tante gw, seorang meneer Belanda yang baik hatinya. Sebelum resign, gw berjodoh dengan pekerjaan belakang layar lagi sebagai Sekretaris FO Manager di salah satu hotel bintang lima (taun 2009). Sebenernya gw ngelamar inipun ASAL-ASALAN, waktu itu ada lowongan untuk ASISTEN Manager yaudah, gw lamar aja. Kaget juga gw dipanggil untuk interview, eh pas disana malah ditawarin jadi Sekretaris karena mereka butuh Pria dan berpengalaman dengan hotel untuk bekerja sebagai Asisten.

Gw terima dong, secara emang salah satu dream-job gw itu ya jadi Sekretaris. Gw ngerasa keren aja, punya meja gede sendiri, ada komputer, telepon, akses ke manager-manager jadi ngga sembarang orang bisa merintah-merintah gw. Nah, disitulah gw dapet FEEL as a secretary, kayaknya gw cocok. Mulai deh tuh ya, penggendutan badan karena doyan ngemil sama temen-temen kantor, makanan berlimpah ruah, jus-jusan, kerjaannya cukup banyak, mulai datang dari pagi, siapin keperluan meeting bos. Sehabis meeting mulai typing report, belum lagi ada daily report, weekly report, monthly report. Filing bulanan dari tamu-tamu yang datang, urusan cuti/sakit, tapi tetap ada aja yang namanya keluar kantor trus makan bareng walaupun di hotel sudah disiapkan kantin karyawan dan GRATIS pula. Misalnya nih ya, berkunjung ke rumah karyawan yang sakit, trus pada kelaparan semobil mulai deh itu pada sibuk nyari rumah makan.

Ada juga acara-acara kantor tiap 6bulanan, ada bakti sosial, lumayan banyak sih acara refreshing di hotel tempat gw kerja kemarin. Tapi saat itu, gw sudah mulai diracuni dengan pekerjaan sebagai cabin crew, gw udah mulai liatin walk-in interview, pernah gw ke Jakarta saking teracuninya oleh temen gw ini. Padahal kalo dipikir-pikir, job gw sebagai Sekretaris itu udah cukup banget, sebagai anak baru lulus kuliah, ngga ada BASIC atau experience sama sekali dibidang kesekretarisan, it's kinda amazing loh keterima di hotel berbintang.

Kemudian, setahun kemudian di 2010, nasib membawa gw ke pekerjaan selanjutnya sebagai Airlines Representative di negri Arab, Qatar sana. Ketika itu, seorang teman seorang staff Reservasi mengabarkan bahwa lobby di hotel akan di pakai untuk interview di hari MINGGU besok. Gw tunggu person in chargenya yang ternyata merupakan agent dari Jakarta yang ditunjuk oleh Qatar to held the interview session. Ternyata orangnya lagi pada Shopping, jadi gw tungguin ampe kering di kantor, kebetulan saat itu hari Sabtu cuman kerja setengah hari. Pas gw tau mereka udah balik, langsung gw ke kamar mereka dan gw dikasih selebaran apa yang harus di bawa untuk interview.

Sepulang kerja udah cukup sore, nah tantangannya waktu itu cuman foto seluruh badan aja. Secara hari Sabtu, udah pada tutup, untungnya ada 1 foto studio dan TERKENAL MAHAL yang masih buka, mau gak mau gw kesana. It's worth, foto seluruh badan itu masih gw simpen bahkan ketika ngelamar pekerjaan berikutnya, hahahaha.

Singkat cerita, 7hari kemudian gw dapet kabar kalo gw keterima kerja di Qatar dan harus siap-siap untuk berangkat bulan depannya. Waahh itu kalang kabut banget, secara gw mesti balik kampung yang makan biaya 2kali naek pesawat, trus ke Jakarta lagi. Belum lagi medical, bayaran ke AGENT yang gw baru tau pas sampe ke Qatar ternyata dari negara lain ngga ada yang bayar, cuman dari Indo aja yang bayar-bayaran. Oh damn. Tabungan gw bener-bener abis buat persiapan berangkat.

Pas sampe di Qatar, gw ngerasa fine sama kondisi disana tapi ENGGA dengan kerjaan gw yang kayaknya, everyday is problem. Ngga asik. Ngga seseru pas gw di Indonesia. Gw mulai kangen sama kerjaan gw yang lama, dimana gw kerja independent aja, report to the highest level of management. Di Qatar gw mesti kadang beradu otot ke sesama staff yang males kerja, yang bossy, supervisor yang rewel, penumpang bawel, ah gw ngerasa "I am not belong to this place". Ngga nemu EXCITEMENT atau ENJOY kerja itu ngga dapet.

Again, gw memutuskan untuk RESIGN dan balik ke Indo di tahun 2012. Gara-garanya, kakak gw ngabarin kalo ada bukaan cabin crew job di kampung halaman gw, masih "penasaran" dan emang udah kecapekan di Qatar plus umur gw yang emang udah ngga muda lagi untuk masuk ke dunia cabin crew (as entry level, biasanya mereka matok umur minimal 23-25 tapi kalo cabin crew luar ngga pernah matok umur biasalah yaaa di Indo itu cabin crew harus MUDA supaya gampang diarahkan bukan dilihat dari profesionalitasnya, yhukmariii), gw akhirnya benar-benar resign bukan dalam waktu tenggat. Kan harusnya minimal sebulan notice, gw malahan ngejer 2minggu untuk segera pulang karena kepentok sama jadwal interview yang akan gw datangi. Alhamdullilah lancar, gw ikut 2 interview.

Dan dua-duanya gagal. Hahahahahaha. Padahal gw sudah sampe final stage. Tapi gw NGGA nyesel sama sekali, karena di point ini gw realised, being a cabin crew is NOT my passion. Gw taunya kan cabin crew itu dapet duit banyak, terbang kesana kemari, keren aja gitu.

Tapi dari diri gw sendiri berontak, ketika gw tau gw mesti serve alcohol on board dan pengalaman gw selama di Qatar ketemu penumpang-penumpang dari seluruh belahan dunia itu, it's NOT cool. They are such a pain in the ass and most of them treat us like a slave. Harga diri boookkk yaaaa, harga diri gw rasanya tercabik-cabik. Belum lagi kenyataan bahwa kondisi fisik gw emang ngga sanggup kerja di SHIFT dan gw KANGEN kerja di back office. Gw pengen get a position dimana gw ga perlu diperintah-perintah orang banyak, gw mau kerja lebih independent. Suka-suka gw. Gw pengen dapet meja GEDE untuk diri gw sendiri, drawer untuk simpen makanan, komputer dengan internet kecepatan dewa dan Alhamdullilaaaah, gw dapetin itu sekarang!

Gw sempat nganggur selama 2bulan. 1 bulan pertama gw habiskan dengan interview (dan menunggu) di 2 perusahaan airlines. Dan bulan ke dua, gw udah keterima di 2 perusahaan swasta sebagai Personal Assistant to Director dan Secretary to Director. Meningat saat itu bulan PUASA, gw lebih prefer ke perusahaan yang mau nerima gw abis LEBARAN. Selain melihat pertimbangan Gaji, Lingkungan, dan Jarak tempat kerja, gw menerima tawaran ke dua, cuman setelah keterima, malah "jabatan" gw nambah, Secretary Director and Assist. Human Resource and General Affair. Sekali lagi, Alhamdullilah ngga ada yang sulit so far.

Menilik ke belakang, story kerjaan pasti gw, gw juga sempat ngasih les inggris ke anak-anak. It was fun, pengen banget gw ngajar lagi selain seru, duit les-private itu lumayan loh. Satu yang gw pegang teguh itu adalah CONFIDENCE and KNOWLEDGE. Yakin aja kalo dimanapun, kerjaan apapun, gw pasti dapet! Gw ngga bakal nganggur nyusahin orang tua gw. Itu tekad gw (tentu aja terus doa dan sedekah untuk membuka pintu rezeki darimana saja).

Nah balik lagi ke PASSION tadi, emang ngga gampang nemuin apa yang sebenernya nyaman di kita dan emang sesuai dengan yang kita mau. Sometimes, money can't buy the comfort, environtment, or even the PRIDE yah. Pernah ngerasain punya gaji yang bisa dibilang cukup gede, tapi gw ngerasa kaya Budak, Babu, people ngga respect dan appreciate kerjaan gw. It's useless.

Dari dulu gw ENVY banget sama orang-orang yang udah tau PASSION-nya apa, ngerjain pekerjaannya dengan GAIRAH. Ngga ngeluh yang namanya hari SENIN. Happy. Karena gw dulu terus pindah-pindah kaya kutu loncat, mencari kecocokan dan syukurnya sekarang udah gw temuin lagi gairah yang dulu sempat pudar.


Yang belum nemu, tetep semangat, tetep cari terus ;)

Yeaahh,, let's bring the work ON!!

Adorable




Tuesday, September 4, 2012

Exclusive, First Day!!

Dan dengan ini gw mengabarkan bahwa My First Working day was AWESOME MAANN!!!

Dikarenakan STNK motor baru gw belom keluar (sorry kalo gw menambah macetnya Jekardah) kemarin gw dianter sama adek gw. Udah ketar ketir juga sih, jam 7.45 baru jalan padahal kantor ngewajibin kalo karyawannya mesti on time jam 8.30 (dan ternyata gw yang pertama dateng, ckckck, bisa jadi karyawan teladan nih gw)

Jakarta bookkk yaaaa,, maceeettttt. Tapi yang namanya rezeki kerjaan mah ngga kemana yaahh, dapet yang deket-deket. Touch down di kantor jam 8.15, hiphiphuraaaayyyy. Masih sempet beneran make-up, dendong-dendong.

Let me tell you how great my first day was,

1. I have a big desk, brand new computer, speaker, keyboard. Cling cling, bersih.

2. Ketika gw masuk pertama, office boy sudah nyiapin minuman di meja gw. ooowwww, fun-tastis.

3. Semua alat tulis kantor ya tentu dong disediain, mulai dari buku, pulpen, penghapus, gunting, sampe flash disk!!! dikasih aja gitu, ohh how I wish they provide me also make-up kit :P

4. My job desc is quite simple, sesekali nge-fax, nge-list folder-folder yang kacau, bikin memo, update data karyawan yang minta re-imburse duit sakit dan juga cuti karyawan. Sebenernya kerjaan data karyawan itu hak miliknya si HRD hanya saja bos gw minta ada sedikit perombakan jenis kerja ke sekretarisnya.

Eniwei, tau kan kerjaan gw yang baru?? sek-si-kretaris untuk director(s).

So far semua data dan what-ever job they asked me to do, udah gw lakuin as soon as possible. Lagian, ngga sibuk. Santai banget jadi no reason untuk pending-pending kerjaan.

5. Ngga perlu jauh-jauh cari tempat makan siang, karena OB (again) selalu ngider ruangan nanyain kita semua sapa yang mau nitip makanan. Easy no?? ngga perlu keluar kantor. Cukup duduk manis dan tunggu saja.

6. Jumlah karyawannya tidak terlalu banyak, sampai bulan ini baru 24 orang termasuk gw, next month kayaknya udah ada yang sign contract. Tapi jumlah ini ngga termasuk cleaner yang kerjanya shift-shiftan atau karyawan harian. 24 itu orang-orang yang masuk chart organization aja.

7. Gw udah bilang deket rumah kan??

8. Lingkungannya juga asri, ngga stay di gedung bertingkat karena memang konsep kantor yang mengusung "green-living-area" untuk penjualan properti khususnya apartemen dan perkantoran yang saat ini sedang di bangun.

9. Oh yaaa, karena gw punya meja sendiri (yaeyalaaah masa bareng-bareng pangkuan ama bos,hihihihi) gw bisa nyimpen cemilaaaan, cepuluh, cebelas.

10. Uhmm,, terusin ngga nih?? Jangan deh yaa, tar pada banyak yang resign, hehehee...

Okay, untuk urusan hand-over pekerjaan, ngga kaya di Bali dulu yang butuh waktu tiga hari untuk serah-terima-pekerjaan. To be honest, previous secretary did not help me at all or introduce me to the system. Kalo ngga di panggil si bos, dia ngga bakal tuh dateng ke meja gw (Fyi, dia dipindahkan ke departemen lain jadi masih kerja di kantor ini) dan ketika dateng-pun she asked me,

"yang kurang jelas apa?"

Then I look at her and said, tell me if there is any special thing to do, any pending work, or...

"Ngga ada. Udah kan?" then she left.


Because this is not my first time job as secretary, I randomly check all the folders, rapihin file-file, bikin beberapa folder excell dan word. Jadi kaya ni kantor baru buka aja kesannya, even untuk logo kantor atau format MOM aja ngga ada, whaaaaaattaawww...

Ahhh,, that's fine..

But you know what, karena hand-over yang nggan jelas dan ngga ada TANDA TANGAN bahwa semua keys dan teman-teman sudah dikasih ke gw, ketika KUNCI kantor si bos ngga gw temuin, dia kena omel pagi ini. I am sure she hold grudge on me :P

Lagian, masa kunci ruangan bos ilang dengan santainya dia bilang, "I will tell the boss to gimme his key dan gw duplikatin"

heloooooooooooo, kalo cuman sekedar duplikatin doang gw juga ngga perlu nelpon situuuu,, ondeemandeeeee. Kalo nanti ada barang-barang kantor yang hilang, dokumen yang sangat amat rahasia kecurian, gimana??

Mau ngga mau, si bos minta kuncinya di ganti total.

Over all (apart from "her"), this is my dream-job, bisa santai, ngga perlu berantem-berantem sama orang-orang rame setiap harinya, ngga perlu berdiri kaya patung selamat datang, nyium bau-bau asem, iler, hawa naga itu penumpang-penumpang yang baru turun dari pesawat. Ngga perlu kesel sama temen kantor yang doyan lari ke toilet dan diem disana karena males kerja, ngga perlu kesel sama supervisor (of the day) yang gonta ganti, I am tired giving the excellent service for ungrateful people,, yalllaa yalllaaa, time for myself to get "the service".





Alhamdullilaaaaahh,


Adorable
#setiap gw bangun pagi dan males, gw ingetin diri gw gimana ngga enaknya engga ada duit karena ngga kerja :P nganggur sih enak-enak aja, tapi dompet tipisss boookkk. Ga kuaatttt :D

Tuesday, August 7, 2012

Jalan Pilihan-Nya

Subhanallah, Maha Suci Allah dengan segala keagunganNya, kemurah-hatianNya, kekayaanNya atas berkah dan pelajaran yang diberikan kepada saya.

Masih jelas di ingatan saya, ketika masa penantian yang begitu menegangkan akhirnya terjawab sudah, saya tidak lolos untuk mengikuti ujian terakhir yaitu medical-test, di suatu perusahaan ternama yang saya lamar dua bulan lalu. Jikalau menilik dari proses interview yang cukup memakan waktu berbulan-bulan, usaha, doa-ibadah, apa saja sudah saya kerahkan. Hanya saja, memang ada sedikit ketidak-nyamanan yang saya rasakan, pertanyaan yang mengganggu.

Apa benar saya menginginkan pekerjaan ini?
Rasanya tidak juga. Sekedar penasaran saja, tapi tidak pernah terpikir bahwa saya akan benar-benar melakukannya. Kembalinya saya ke Indonesia tentu salah satunya karena saya menginginkan kedekatan kembali dengan keluarga. Entah berapa acara keluarga yang dilewatkan, foto bersama tanpa wajah saya, kehilangan momen melihat adik-adik tumbuh dewasa dan tanpa sadar semakin berumur.

Mau sampai kapan saya terasing begini? Toh mungkin Allah memberikan jodoh kepada saya sebentar lagi, kami menikah, saya kerumah suami saya, LAGI saya terpisah dari keluarga.

Apa benar saya menginginkan pekerjaan ini?
Sedangkan batin saya sendiri tidak menginginkannya. Atas dasar uang berlimpah saja, harga diri saya rasa tercabik karna saya tau saya mampu melakukannya lebih dari itu. 

Kemudian, saya yang masih bersikukuh mengelabui hati saya yang terdalam, saya melaju sampai ke Final interview, dua wanita asing berambut pirang itu menanyai saya begitu banyak hal, biasa sampai luar biasa. Sedikit lagi dear, begitu ucap saya berkali-kali mengelus dada.

Anehnya, orang-orang disekitar saya terutama keluarga, mendoakan "Semoga mendapat yang terbaik" bukannya "Semoga diterima".

Apa bedanya? Jika saya diterima bekerja, maka itu yang terbaik menurut saya.  Sekarang saya tau, itu salah. Apa yang baik untuk saya, Allah swt lebih tau. Sedih sudah pasti, karena saya merasa sudah memiliki semua yang mereka cari, menurut saya. Tapi rencana Allah, jauh lebih baik dan saya percaya.

Tanggal 30July pagi menjelang siang, saya mendapat email bahwa saya tidak lolos dari perusahaan yang saya nanti. Malamnya CV saya perbaiki, karena saya lebih menginginkan posisi sekretaris/personal assistant, saya menambahkan poin-poin yang berhubungan dengan kesekretarisan dan membuang yang tidak penting, terutama dalam airport experience saya di negri Arab sana. Hingga tengah malam (31 july) tak kurang ada sekitar 12 CV saya kirim online lewat bantuan Jobsdb Indonesia. Saat itu ada satu perusahaan yang setau saya cukup dekat dibilangan Pancoran Jaksel, 30menit dari rumah. Harap saya, semoga dapet yang deket rumah ya Allah :D

Tanggal 31 July selepas Dhuha, saya menerima telpon. Hanya saja, karena saya melewatkan telpon pertama, ketika saya telpon kembali nomer tersebut, resepsionis kurang mengetahui siapa yang menelpon. Baiklah, saya tunggu. Saya sempat tanya, nama perusahaan tersebut. Ternyata benar, ini perusahaan yang dekat rumah :D asyiikkk. Good feeling. Tak lama, saya ditelpon lagi oleh sang General Affair dan HRD Manager yang dengan baiknya meminta saya untuk interview keesokan harinya. Melalui email pula, saya diberi alamat, ancer-ancer perusahaan supaya ngga nyasar. Sip.
#info : Dari 12 CV tadi, perusahaan ini ternyata perusahaan pertama yang saya LAMAR. 

Tanggal 1 Agustus siang pukul 14.30pm saya datang ke kantor yang Alhamdulilaaah memang deket banget dari rumah, berngkat pake taksi cuman 25ribu doang 25menitan dan langsung jatuh hati sama hijaunya kantor, gaya santai orang-orang disana, keramahan sang direktur yang terkesan pintar tapi tidak meninggi, ramah tapi tidak curi-curi kesempatan. Sang direktur langsung memberikan saya offer saat itu juga, namun tidak langsung saya terima walaupun sebenarnya itu sudah cukup untuk pemula bagi saya. Tak putus asa, beliau memberikan saya kartu namanya, kalau-kalau saya berubah pikiran. 

Sepulang dari sana, saya berfikir lama apakah akan saya ambil atau tidak pekerjaan ini. Pertimbangan saya bermacam-macam, mulai dari biaya transportasi, makan, kecukupan untuk keluarga saya-pun saya pikirkan. At the end of the day, Allah itu Maha Kaya, seberapapun gaji nanti jikalau tidak bersyukur, akan selalu kekurangan. Lagian, nyari kantor yang deket rumah itu susah menurut saya, apalagi saya anak baru di Jakarta yang belum hapal jalan, kalau naik angkot/busway engga kebayang letihnya di perjalanan. Paling sampe kantor udah lecek, sampe rumah udah malem banget karena posisi rumah gw yang tidak dilewati jalur angkutan umum. 

Positive. Bismillah, saya terima pekerjaan ini karena saya yakin ini pilihan Allah dengan memantapkan hati saya yang langsung jatuh cinta pada pandangan pertama di kantor yang serba hijau menyejukkan.

Tanggal 2 Agustus, saya follow up ke Ibu Hrd tadi untuk menanyakan posisi tawar saya. Mengingat ada beberapa kandidat lagi yang sedang di interview, saya diminta menunggu. Pikiran saya mulai agak terganggusebenarnya, bagaimana kalau kandidat lain ternyata lebih potensial? Teringat perkataan Mama:



"Nak, rezeki Elang ngga bakalan di ambil Musang. Sudah, tenang, kalo emang rezekimu pasti akan tetep untukmu"



Tanggal 3 Agustus, Ibu HRD kembali menghubungi saya dan membicarakan kembali offer yang di berikan. Alhamdullilaaah artinya, mereka belum menemukan kandidat yang cocok untuk posisi ini. Karena sudah membicarakannya dengan keluarga saya, saya langsung menyetujui. Deal.

Tanggal 6 Agustus, Tanda tangan kontrak!!! Subhanallaaaaahhh, cepat sekali Kau beri ganti pekerjaan untukku ya Allah. Posisi pekerjaan yang baik sebagai Secretary Director di sebuah Property Developer Company yang sedang berkembang, nice office, bisa sholat, orang-orang professional, boleh masuk kerja setelah Lebaran.

Haduh Gusti Allah, memang pantang bersedih hati dan berputus asa ketika hamba memiliki-Mu yang Maha Kaya, Maha Sempurna pengatur kehidupan. Alhamdullilah. Alhamdullilah. Alhamdullilah.




Adorable
#Sedekah itu pembuka pintu rezeki, percayalah. Semakin banyak bersedekah, tetap takkan habis rahmat dan nikmat Allah (tak hanya harta tapi juga kesehatan dan keharmonisan hidup).

Friday, July 27, 2012

Part 2 : Jobless Dignity




Bangun siang, malas-malasan, sempat tidak ingin pergi, satu jam menunggu gantian di interview, lead me to another 2jam nungguin si pimpinan datang, seorang perempuan, untuk mengetahui apakah gw bakal diterima menjadi PA di perusahaan outsourcing miliknya.


This is so fast. Ada saat-saat dimana, diterima kerja bukanlah soalan utama. Lebih wide dari itu. Dulu, ketika gw di Bali, berhadapan dengan pewawancara merupakan salah satu cara untuk "uji nyali dan tes kemampuan sudah sejauh mana". Bagaimana berhadapan dengan orang asing (HRD), mereka tiba-tiba menghaikimi lo dari perspektifnya, menyatakan pantas dan tidak untuk bekerja bersama mereka. Selain itu, ketika di wawancara, lo bisa melihat dari kacamata orang laen tentang kemampuan lo udah sejauh mana. Kadang, kita atau gw aja deh samplenya. Gw ngerasa gw belum bisa begini, begitu, malu, confidence gw entah melayang dimana. Tapi, ketika ada orang lain yang nge-judge, "You can DO it, tapi ada rasa tidak percaya diri yang menghalangi. Explore yourself"


Biasanya kalimat penyemangat seperti inilah yang gw cari. Proses how I value myself. Orang lain bisa melihat kelebihan gw, nah kenapa gw ngga bisa??


Tes aja kalo kalian berani dan memang waktunya pas, keterima atau ngga sih belakangan. Ini sih bagus untuk orang-orang fresh-graduate macam gw dulu, ketika di interview ke sekian kali, pas di perusahaan besar lo udah tau trik menjawab yang baik dan bisa memenangkan hati pewawancara.


Oke balik lagi ke cerita gw pertama. 


Ketika gw nunggu di lantai bawah, gw menyadari sepertinya ini perusahaan keluarga. Karena Emaknya pimpinan ada di sana juga, gw sih ngga mau rasis, tapi orang-orang tingkatan management semua matanya sipit. Nah, yang lucu, Emaknya sempat tanya gw tinggal di mana, gw jawab dong, Jakarta Timur. Trus dia bilang, "waah ini sudah sore ya, nanti kalo mau pulang bareng saya aja. Nanti kan anak saya nganterin sampe di daerah X, kamu turun di sana, kan kalo naek taksi lebih deket"


Busetttt, baek aja ini Emak. Apa kaga takut?? baru juga kenal barusan, tapi who knows kalo anaknya juga baik??


Tak lama, datang Mercy hitam, keluar seorang wanita putih mulus dengan baju nge jreng berkacamata hitam melewati gw. 


"Tolong laptop saya bawa ke atas" perintahnya kepada sang supir. Sembari melenggang kangkung, dengan tangan kosong.


Yang begini mau nebengin gw balik??? Bisa hujan badai ini Jakarta. Lol.


Singkat kata singkat cerita, gw dipanggil naik lagi untuk menghadap sang pimpinan ini, dia duduk di depan gw dengan rokok di tangan yang dihembuskan ke samping beberapa kali. Kopi hitam satu gelas dan jajanan di ujung meja. Tanpa menanyakan apakah gw puasa dan say sorry. WALAUPUN dia pimpinan, setidaknya itu ETIKA dasar orang yang menghargai agama lain, 


Dari sini gw sudah YAKIN, I can not work with her and I'm wasting my precious time to negotiate about my salary. Definitely, she won't agree. Sudah terlanjur sore untuk pulang, oke, baiklah let's bring the game!!


Semakin sore hari, semakin gw ngerasa dia TERLALU berlebihan menghakimi gw. Misalnya, ketika dia berkata kalo gw harusnya lebih CALM yang dalam bahasanya, harus lebih down to earth karena gw terlalu songong.


Gw bengong.


Sumpah, gw heran dengan orang-orang yang masih berharap bahwa wanita itu mesti kalem, ngga usah menonjol, biasa aja, ga usah terlalu pintar. Kalopun pintar, diem aja.


"Lo bisa mengoperasikan komputer?"
"bisalah dikit-dikit, ngga pinter amat"
"Lo bisa bahasa Inggris aktif??"
"yaah lumayan"
"Bisa bekerja under pressure?"
"kayaknya sih bisa"


Apa begitu jawaban orang dengan experience? Down to earth yang menurut gw Less Confidence ketika wawancara TIDAK gw anjurkan sama sekali. Percaya deh, ketika lo menganggap diri lo serba kekurangan, kurang pintar, kurang menarik, kurang percaya dengan kemampuan diri sendiri, you will end up di company antah berantah.


Banyak orang yang spik-spik gede ketika interview eh malah mereka yang dapet posisi bagus, kenapa? Karena berhasil meyakinkan pewawancara mereka beyond the expectation. Extraordinary. Nah, menurut gw down to earth personality itu urusan kalo udah keterima. Lo ngga boleh sok-pinter dengan teman kantor, be friendly, sharing knowledge, itu urusaaaaan nanti sodara-sodara. Bukan ketika di interview. 


Percaya diri juga bukan berarti lo mesti bohong dengan achievment pekerjaan selama ini. Tegaskan bahwa kepercayaan diri itu karena experience taught you that, lo deserve to get the position because you are capable doing the work, the load, the pressure. HRD itu ngga bodoh kok, bisa liat sekilas mana yang bisa kerja mana yang ngga. Mana yang professional mana yang anak baru. Kalo mereka butuh posisi tersebut diisi dengan orang professional, mereka akan mempertahankan lo. Kalo mereka butuh posisi biasa saja, kenapa harus hire professional yang jelas-jelas bakal minta gaji lebih tinggi?


Apa ada seorang bell boy lulusan S2?? 


Belum lagi Professional HRD juga tentu faham, misalnya, orang-orang dari Sumatera memiliki nada bicara yang lebih besar. Bukan berarti mereka emosional mungkin terlalu excited ketika diwawancara. Orang Jawa pun bicara lebih pelan bukan berarti mereka bisa ditindas karena ngga biasa speak up. 


Untuk itulah perlunya kontrol diri dalam berbicara, ada titik koma, jeda, tinggi rendah suara, yang bisa dilatih. Entah itu berbicara di depan cermin atau balik lagi ke cara gw, sering-sering ikut interview. Bahkan ketika gw sudah dapat pekerjaan, gw masih suka sesekali ikut interview, nothing to lose.


Ini juga menjadi point si pewawancara bahwa gw KURANG JELI melihat peluang pekerjaan. Pertanyaan besar, kenapa gw resign ketika gw belum dapat pekerjaan sama sekali?? Katanya, kalo gw PINTAR, gw mesti siapin back up perang.


Can I say something? sebelum Ibu direktur ini terus melihat kalo gw ini anak kemarin sore.


"Yes, please"


Alasan utama gw berhenti adalah, bla bla bla... Dan kenapa gw resign sebelum dapat pekerjaan karena posisi gw tinggal di Qatar. Tidak seperti Indonesia, yang lo bisa seenak jidat atur interview ketika hari libur atau ambil cuti sehari, di sana ada sistem sponsorship. Ketika gw memutuskan berhenti, sponsorship gw DICABUT dan gw harus keluar dari Qatar sesegera mungkin. Tidak mudah bahkan GW BELUM PERNAH DENGER, ada staff yang berhenti dari company gw terus kerja di perusahaan laen. Benar ada, yang masih bisa stay di Qatar karena pergantian sponsorship diurus oleh keluarga mereka yang memang tinggal di Qatar juga, entah itu Bapak, Ibu, Kakak atau Suami. Ada ikatan kontrak yang perusahaan lain tidak bisa ganggu gugat, ini government rules bukan cuma dari company rules.


Kemudian, gw juga ngga bisa ngatur meeting dengan HRD manapun karena terpisah negara tadi. Orang Indo itu kurang bisa memanfaatkan teknologi. Mana mau mereka ngadain wawancara lewat SKYPE, liat aja berita beberapa bulan lalu tentang kunjungan-kunjungan kerja pejabat yang menghabiskan MILIARAN karena mereka membawa keluarga berbondong-bondong ke luar negri untuk studi bandinglah, ini lah itu lah. Padahal semuanya bisa dipecahkan dengan kemajuan teknologi. INTERNET.


Tambahannya, kebanyakan perusahaan pasti mo liat penampilan pelamar LIVE. Mana bisa gw terbang dari Qatar ke Jakarta hampir 9 Jam perjalanan hanya untuk wawancara sehari? Ngga gampang pula untuk keluar masuk dari Qatar bahkan ketika Passport gw ditangan,gw ga bisa keluar di hari Sabtu Minggu untuk pulang ke tanah air. Ada leave-form yang mesti gw isi, apabila itu EMERGENCY leave harus dijelaskan kenapa, gw mesti fight the leave dengan puluhan staff lain yang jauh hari sudah merencanakan liburan mereka. Ngga mudah wahai sodara-sodari.


Sebenarnya gw bisa diam aja, ngga usah menjelaskan toh gw juga ogah kerja di kantor ini. Tapi hati kecil gw berbisik gw mesti speak up. Gw ngga terima gw dikatain semena-mena tanpa BUKTI yang jelas. Gw ada evidence untuk semua ucapan gw, sertifikat gw komplit kok. Ketika Ibu Direktur itu berkata bahwa GW NGGA PUNYA NILAI BARGAIN karena gw 100% jobless, gw ngga setuju.


Kenapa gw ngga bisa nawar gaji gw seperti yang gw inginkan??


Katanya, orang yang saat ini masih bekerja memiliki posisi tawar yang lebih tinggi dengan orang yang TIDAK bekerja. Itu gw setuju tapi BUKAN berarti orang yang tidak bekerja tidak bisa mendapatkan HAK PENUH dalam salary. Di note gw sebelumnya, ada jenis-jenis pengangguran, nah gw yakin pengangguran Friksional atau sementara jelas tidak sama negosiasinya dengan pengangguran yang tidak bekerja karena kemampuannya dibawah standard company. Masih ada kemampuan yang harus dipertimbangkan dong bukannya pukul rata bahwa yang ngga kerja itu MENGEMIS KERJA. 


Tapi ya sudahlah yahhhh, company akan berusaha dengan prinsip ekonominya. Mendapatkan SDM berkualitas dengan bayaran seminim-minimnya.


At the end, mereka meminta gw bekerja KEESOKAN HARINYA. Tentu saja gw tolak, ini kenapa mereka udah ngatur-ngatur segala macem?? Lah, kita aja belum sampai pada satu kesepakatan.


"Kamu bisa kerja besok atau minggu depan"
"Sehari ngga kerja di potong Rp 250k"
"Ini gaji pokok, ini biaya makan dan transport"
"Tadi kamu bilang kamu mau lebaran kan? Sudah beli tiket? tanggal berapa?? Uhm,, okay, tapi tgl 23 kamu sudah harus lapor lagi ke kantor"


Setuju??


No way.


Tapi tetep pake ETIKA. Gw bilang aja nanti akan gw kabarin, beri waktu sekitar 3hari nanti akan gw hubungi balik. Simple. Tolak.




Adios Amigos



Adorable

#Masih banyak pekerjaan yang bisa menghargai kemampuan lo. Percaya pada diri sendiri dan pada ALLAH swt yang sudah mengatur REZEKI kita. Insha Allah, selalu dicukupkan.