Pagi ini, seperti biasa gw dan temen-temen gw menghabiskan pagi di ruang sebelah untuk sekedar ngopi-ngopi cantik.
Bos gw sedang ada urusan di Kedutaan Canada jadi dipastikan dia akan datang siang setelah lunch, yang artinya gw bisa santai, hehehehe, taelaahh kaya biasanya ngga santai aja T_T.
Okeh, ada beberapa hal yang pengen gw bahas. About family and relationship sebenernya. Gw selama ini kadang merasa hubungan kekeluargaan gw, terutama dengan nyokap itu agak gonjang ganjing karena nyokap yang menurut gw terlalu sensitif.
Tapi pagi ini, gw ngerasa,, damn, I am so lucky. Makanya ketika temen-temen gw curhat about theirs, speechless karena ngga tau mesti komen apa juga sih ya. Terlalu berat dan mungkin gw sendiri ngga sanggup untuk seperti itu.
Makanya, kita ngga boleh nge-judge seseorang dari tampak luar aja. Kita ngga tau seperti apa atau hari-hari berat yang mereka lalui kayagimana.
ah badewei... Mom, I love u so much :-*
Dora
*sebenernya banyak yang mau ditulis tapi gw masih ngakak banget ini sama temen gw cerita tentang berantem sama alay,hadehh,, nanti deh sabar
Wednesday, October 10, 2012
Monday, October 8, 2012
13:28
Okay, I feel much better now.
Rasanya in a blink, my life has been changed. Drastically, dibawah kekuatan sadar gw, diluar kontrol kesadaran gw, tiba-tiba berubah. Ketakutan gw, kekhawatiran gw, semua hilang. Rasa sesak, powerless, dan segala macam mix-max nano-nano.
Kaya terbang tinggi dan jatuh seketika. Sakit book, nyessss. But I remember Allah, He is the one the savior of my life. Yang selalu ada di saat gembira dan duka.
Tunduk pada malam-malam penuh nestapa
ketika cintaku menyeruak begitu saja
Sajadahku berbaur perih
berbaur pilu, atas rintihan sakit yang tiada terjelas kata
tapi kuingat Allah, Allah, Allah
tiada yang lain, terlupakan segala amarah
Ya Allah,
kutepuk pelan hatiku sambil berdoa
berikan kesembuhan pada yang sakit
pada kekecewaan
pada harapan semu
pada janji-janji lepas belenggu
berikan kelapangan pada yang sempit
keceriaan kepada yang sedih
ketenangan pada yang gundah
berikan jawaban atas pertanyaan
Amin...
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Quran 13:28)
Adorable
Rasanya in a blink, my life has been changed. Drastically, dibawah kekuatan sadar gw, diluar kontrol kesadaran gw, tiba-tiba berubah. Ketakutan gw, kekhawatiran gw, semua hilang. Rasa sesak, powerless, dan segala macam mix-max nano-nano.
Kaya terbang tinggi dan jatuh seketika. Sakit book, nyessss. But I remember Allah, He is the one the savior of my life. Yang selalu ada di saat gembira dan duka.
Tunduk pada malam-malam penuh nestapa
ketika cintaku menyeruak begitu saja
Sajadahku berbaur perih
berbaur pilu, atas rintihan sakit yang tiada terjelas kata
tapi kuingat Allah, Allah, Allah
tiada yang lain, terlupakan segala amarah
Ya Allah,
kutepuk pelan hatiku sambil berdoa
berikan kesembuhan pada yang sakit
pada kekecewaan
pada harapan semu
pada janji-janji lepas belenggu
berikan kelapangan pada yang sempit
keceriaan kepada yang sedih
ketenangan pada yang gundah
berikan jawaban atas pertanyaan
Amin...
Those who have believed and whose hearts are assured by the remembrance of Allah . Unquestionably, by the remembrance of Allah hearts are assured."
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Quran 13:28)
Adorable
Friday, September 28, 2012
Grrr..
I do really wants to share something about my office, but after half-way, I decided to take it down.
damn.chicken-shit.
Dora
damn.chicken-shit.
Dora
(Pernah) Masa Muda
Ini cerita tentang masa kecil saya. Hampir sama seperti anak-anak kecil di jaman waktu itu, saya senang bermain di luar rumah, biasanya sehabis pulang sekolah, makan siang dan menjelang sore ketika matahari tidak terlalu menyengat saya mulai menjelajah aspal, rumput ilalang, atau rumah tetangga.
Tempat favorit saya apalagi kalau bukan rumah nenek saya, yang jaraknya sekitar 500 meter atau sekitar 1 Km. maaf, saya memang kurang pandai berhitung jarak *dan yang lainnya, heeheh*
Bisa dikatakan base camp saya disana, rumah nenek saya itu seperti surga. karena saya bebas menghabiskan dagangan nenek saya dan kabur kapan saja saya mau. cokelat, chiki, minuman, gorengan, astor, wah semua komplit.
Waktu kecil, karena perempuan tidak terlalu ramai, saya seringnya main bareng abang-abang sepupu. kejar-kejaran, main petak umpet, kelereng (Ekar ato Ekal), manjat pohon jambu air milik tetangga tanpa minta (aka maling), tapi saya juga suka main Bp-Bpan (baca: Bepe) semacam orang-orangan kertas yang bisa didandani, diganti bajunya lalu menikah dan punya anak. tak lupa punya rumah mewah dan mobil banyak. *ternyata sejak kecil saya sudah punya impian keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrohmah*
Saya punya kecenderungan agak susah dijinakkan, pemberontak kecil yang cengeng. yang selalu memiliki "anak buah" acapkali turut serta mengaminkan apa saja ucapan saya. suka sok jagoan, karena waktu itu abang sepupu saya preman sekolahan, hehehe, jadi bekingan mantap. ditambah, kakek saya yag kepala sekolah walopun di tempat berbeda tapi masih satu wilayah, siapa yang berani sama saya?? weeehh, si Bintang kecil benar-benar merasa jagoan dari goa hantu.
Pernah ada seorang adik sepupu yang menangis dan datang ke saya karena diganggu oleh teman sekelasnya yang lelaki, dia tersedu-sedu mengadu kepada saya yang sedang asyik makan pisang goreng di kantin. serasa bak ninja, saya melesat secepat kilat mencari sang "musuh". dan set set set, sampe di kelas, anak ini sedang asyik bercanda ria dengan teman sekelas, saya dekati dia, "NGAPAIN KAMU GANGGU ADIK SAYA?" plus berkacak pinggang. entah mengapa, yang terjadi selanjutnya adalah kami berdua kejar-kejaran di dalam kelas. salahkan rok saya karena menghambat langkah kaki untuk naik turun meja, kursi, dsb. sedangkan dia meliuk-liuk seperti ular, dan saya kehilangan jejak.
Blassss. dia kabur ke lapangan sekolahan.
Saya?? engga hilang akal, saya tanya teman sekelasnya, sepatu milik anak lelaki itu. *jaman saya sekolah dulu, kalo mau masuk kelas mesti lepas sepatu* dan byuurrrrrrr
saya lempar sepatu itu ke lumpur di depan kelas yang menggenang sehabis hujan tadi malam, yaakk di depan mukanya saya goyang-goyangkan sepatu itu dan CEMPLUNGGGGGGGGGG
Saya kemudian berlalu tanpa kata menuju kantin melanjutkan jajanan saya, meninggalkan dia yang memungut sepatu lumpur sesegukan dan sesekali mengusap air mata.
Superdoradorable-muda
Tempat favorit saya apalagi kalau bukan rumah nenek saya, yang jaraknya sekitar 500 meter atau sekitar 1 Km. maaf, saya memang kurang pandai berhitung jarak *dan yang lainnya, heeheh*
Bisa dikatakan base camp saya disana, rumah nenek saya itu seperti surga. karena saya bebas menghabiskan dagangan nenek saya dan kabur kapan saja saya mau. cokelat, chiki, minuman, gorengan, astor, wah semua komplit.
Waktu kecil, karena perempuan tidak terlalu ramai, saya seringnya main bareng abang-abang sepupu. kejar-kejaran, main petak umpet, kelereng (Ekar ato Ekal), manjat pohon jambu air milik tetangga tanpa minta (aka maling), tapi saya juga suka main Bp-Bpan (baca: Bepe) semacam orang-orangan kertas yang bisa didandani, diganti bajunya lalu menikah dan punya anak. tak lupa punya rumah mewah dan mobil banyak. *ternyata sejak kecil saya sudah punya impian keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrohmah*
Saya punya kecenderungan agak susah dijinakkan, pemberontak kecil yang cengeng. yang selalu memiliki "anak buah" acapkali turut serta mengaminkan apa saja ucapan saya. suka sok jagoan, karena waktu itu abang sepupu saya preman sekolahan, hehehe, jadi bekingan mantap. ditambah, kakek saya yag kepala sekolah walopun di tempat berbeda tapi masih satu wilayah, siapa yang berani sama saya?? weeehh, si Bintang kecil benar-benar merasa jagoan dari goa hantu.
Pernah ada seorang adik sepupu yang menangis dan datang ke saya karena diganggu oleh teman sekelasnya yang lelaki, dia tersedu-sedu mengadu kepada saya yang sedang asyik makan pisang goreng di kantin. serasa bak ninja, saya melesat secepat kilat mencari sang "musuh". dan set set set, sampe di kelas, anak ini sedang asyik bercanda ria dengan teman sekelas, saya dekati dia, "NGAPAIN KAMU GANGGU ADIK SAYA?" plus berkacak pinggang. entah mengapa, yang terjadi selanjutnya adalah kami berdua kejar-kejaran di dalam kelas. salahkan rok saya karena menghambat langkah kaki untuk naik turun meja, kursi, dsb. sedangkan dia meliuk-liuk seperti ular, dan saya kehilangan jejak.
Blassss. dia kabur ke lapangan sekolahan.
Saya?? engga hilang akal, saya tanya teman sekelasnya, sepatu milik anak lelaki itu. *jaman saya sekolah dulu, kalo mau masuk kelas mesti lepas sepatu* dan byuurrrrrrr
saya lempar sepatu itu ke lumpur di depan kelas yang menggenang sehabis hujan tadi malam, yaakk di depan mukanya saya goyang-goyangkan sepatu itu dan CEMPLUNGGGGGGGGGG
Saya kemudian berlalu tanpa kata menuju kantin melanjutkan jajanan saya, meninggalkan dia yang memungut sepatu lumpur sesegukan dan sesekali mengusap air mata.
Superdoradorable-muda
Thursday, September 27, 2012
Size Does Matter :P
Sambil dengerin lagu Adele, Chasing Pavements di MySpace gw juga sekalian buka-buka website Kompas dan Detik.
#ngga kerja lo??
Kaga..
#Enak aja.
Salahin bos gw kenapa ngga ngasih kerjaan
Nahhh ngomong-ngomong masalah kerjaan ini, gw mo bahas hal yang berkaitan dengan apa yang gw baca di Kompas.
Klik LINK-nya
Topiknya : Bedanya Bekerja di Perusahaan Besar dan Kecil
Frankly speaking, di masa loncat-loncatnya gw, gw pernah merasakan gimana bekerja di dua tempat tersebut. Perusahaan yang karyawannya di atas 1500 orang dan skala di bawah 50 orang.
Berada di dua atmosfer yang berbeda ini tentu membawa cerita yang beda-beda pula. Ada benefits tersendiri, hmm kita bahas dari skala besar dulu yah (berdasarkan pengalaman gw).
Oke, sisi positif-negatif dari Kantor Skala Besar:
1. Orang-orang di dalamnya diajarkan untuk terorganisir. Harus sesuai dengan rules and procedure perusahaan. Misalnya, Apply Cuti aja ada proses yang ngga bisa dibilang mudah.
Karena di kantor itu lebih dari 500an orang, untuk cutipun biasanya pake acara "rebutan" siapa yang duluan, dia yang dapet. Karena ngga mungkin cuti bareng rame-rame.
Kemudian, untuk proses reimbursement harus data lengkap. Tanda tangan dari atasan A, atasan B, dll. Jadi antara terorganisir sama RIBET itu memang agak beda tipis.
2. Bisa dapet pengalaman dari orang-orang daerah/negara lain. Jadi belajar culture mereka, saling bertukar informasi.
3. Karena orang yang terlalu banyak, jangan harap tuh ada OUTING. Atau ultahnya atasan A, B, C, ah paling banter bagi-bagi DONAT atau COKELAT.
4. Terlalu banyak orang bikin kerja ngga maksimal, misalnya nih kita kerja SHIFT pas shift udah mau abis tinggal lempar tanggung jawab gitu aja ke staff lain. Dan ngga tau kenapa, even kita doing something great, apresiasi itu ngga begitu terasa dari company. Ya itu tadi, saking banyaknya orang, management RABUN ngeliat orang-orang yang kompeten. Nah, masalahnya gw ngga suka maen kasar, sikut kiri kanan, jilat pantat, cuman untuk dapet pengakuan atau BIAR diliat. Ada quote yang barusan gw baca dari broadcast BBM temen gw:
Ahh bullshit.
Gw tau banget gimana rasanya ngeluarin best of the best lo, tapi ngga dihargain sama sekali. Pedih rasanya Jendral. Emang sih kita kerja sebenernya ngga perlu ngarep di Puja dan Puji tapi itu sebagai salah satu awareness dari management untuk menimbang-nimbang seseorang untuk promosi kenaikan jabatan. Lo mau kerja bertahun-tahun trus gitu-gitu aja??
5. Kemungkinan untuk jadi Follower itu cukup besar. Kebanyakan MANUT wae apa kata bos. Ngga bisa mengekspresikan diri tapi bisa jadi kalo kamu "one of the kind" yang bener-bener bisa outstanding, kesempatan untuk naik level dan pindah ke kantor lain (jika perusahaan memiliki CABANG yang banyak) itu sungguh terbuka lebar. Tapi JARANG loh yaaa. Tapi ada. Dikit.
On the other hand,
perusahaan yang berskala kecil justru membuat gw merasa lebih nyaman,
1. Karena jumlahnya yang sedikit, untuk AKRAB dengan staff lain itu sangat gampang. Ngga kaya staff yang jumlahnya ribuan kadang kita cuman HAPAL wajah tanpa hapal nama. Jadi, lebih kekeluargaan. Sering jalan bareng, sering makan bareng, shopping bareng!!
2. Lebih fleksibel, mulai dari aturan-aturan perusahaan yang ngga perlu tanda tangan ini dan itu, yang penting si bos setuju yaa, udah apa aja lancar. Reimburse ini dan itu juga jadi mudah. Ngajuin Cuti juga mudah tapi jeleknya, karena staff sedikit, misalnya nih gw sekretaris seorang diri, kalo gw mau cuti gw wajib hand-over kerjaan gw ke HRD (masih related ke laporan bulanan) dan prepare semua dokumen dengan baik. Gw ngga bisa maen cabut aja dari kantor seminggu dan matiin hape gw, karena bisa jadi direktur mau buka file di komputer gw dan nanya password gw apaan. Atau dia nanya dokumen di dalem lemari gw. Mesti ninggalin kunci-kunci dan teman-temannya.
3. Outing tiap taun itu pasti. Belum lagi BONUS akhir tahun. Lebih mudah ngadain gathering-gathering, makan-makan kantor kalo ada yang ulang tahun.
4. Gw tipikal orang yang lebih MILIH kerja sendiri daripada TEAM, walopun gw bisa both sides. Kenapa sendiri lebih seru? karena gw pegang PENUH hak untuk melakukan kerjaan gw dengan gaya apa aja yang penting hasilnya sesuai dengan apa yang bos mau. Ngga ada rules atau procedure yang kaku, suka-suka gw. Dan paling males kalo kerja "dimandorin" dan nyamain ide, visi, misi ke banyak kepala itu menurut gw (kadang) ngga efektif menghasilkan SOLUSI. Adanya tambah ruwet karena tiap orang beda pendapat. Kalo gw kerja sendiri, ya otak gw langsung konek ke bos. Ngga usah share sana sini.
5. Di kantor yang berskala kecil, gw lebih nemuin kenyamanan gw, merasa lebih dihargai, merasa lebih punya power, merasa lebih diperhatikan, merasa dipenuhi kebutuhan yang gw mau. Kalau kita memang "menonjol" cepet ketahuan, apresiasi perusahaan ke kita itu nyata. Berkembang atau tidaknya kita, itu sih tergantung dari diri kita sendiri. Kantor gw ini memang masuk ke dalam group Sinar Mas. Dimana kerjaan ini sebenernya berdasarkan PROJECT, kalo project selesai yaaa kita juga selesai (skala 3-5tahunan). Nah ngga takut nganggur??
Coba bayangin, gw paling lama kerja itu 2tahun. Abis itu pindah deh, nyari lahan laen yang menarik, menantang, lebih menguntungkan. Sekarang project selesai 3-5tahun lagi, pernah denger JOBSDB atau LINKEDIN?? bisa jadi sebelum project selesai, sudah ada yang duluan nawarin kerjaan. Untungnya juga, ini perusahaan anak cabang. Selesai project ini, pasti ada project lain. Dibangun di daerah lain atau di transfer ke kantor utama. Jadi, no worries. Bahkan nih, yang ini aja belum selesai, ada pecahan dari kantor juga lagi buka kantor baru di daerah Ancol. See??
Again yah, gw ingetin sekali lagi BELIEVE itu kata-kata yang ajaib banget untuk kita tanamkan di diri kita. Percaya kalau kita punya KEMAMPUAN (ngga cuman GEDE bacot), percaya dengan ALLAH yang punya andil mengatur REZEKI kita. Emak gw udah bilang, "rezeki Elang kaga bakalan di makan Musang" intinya, semua rezeki itu ada yang ngurus. Dah lo kerjain aja apa yang ada di depan mata sekarang.
Yang jadi pertanyaan banyak orang sekarang palingan masalah di GAJI. Menurut gw, gaji sih ngga terlalu beda jauh ya bok, Profit perusahaan kan juga bergantung berapa jumlah karyawan. Semakin sedikit orang, yaaa artinya "pembagi" juga sedikit, bonus bisa makin gede. Trus juga masalah ASURANSI karena dikit orang juga, jaminan kesehatan kita bisa MAKSIMAL. Di kantor yang lama (skala besar) kalo sakit dibatasin biaya obat-obatan, ngga masuk scalling (pembersihan karang gigi), periksa mata. Justru di kantor yang skala kecil, adanya pembebasan untuk berobat, kalo rawat inap malah VIP (siapa aja, mo staff biasa atau level manager), keluarga (istri dan anak) masuk ke dalam tanggungan perusahaan. Tuh kan, enak.
Jadi, menurut kalian lebih enak kerja di Skala Besar atau Kecil??
Adorable
#ngga kerja lo??
Kaga..
#Enak aja.
Salahin bos gw kenapa ngga ngasih kerjaan
Nahhh ngomong-ngomong masalah kerjaan ini, gw mo bahas hal yang berkaitan dengan apa yang gw baca di Kompas.
Klik LINK-nya
Topiknya : Bedanya Bekerja di Perusahaan Besar dan Kecil
Frankly speaking, di masa loncat-loncatnya gw, gw pernah merasakan gimana bekerja di dua tempat tersebut. Perusahaan yang karyawannya di atas 1500 orang dan skala di bawah 50 orang.
Berada di dua atmosfer yang berbeda ini tentu membawa cerita yang beda-beda pula. Ada benefits tersendiri, hmm kita bahas dari skala besar dulu yah (berdasarkan pengalaman gw).
Oke, sisi positif-negatif dari Kantor Skala Besar:
1. Orang-orang di dalamnya diajarkan untuk terorganisir. Harus sesuai dengan rules and procedure perusahaan. Misalnya, Apply Cuti aja ada proses yang ngga bisa dibilang mudah.
Karena di kantor itu lebih dari 500an orang, untuk cutipun biasanya pake acara "rebutan" siapa yang duluan, dia yang dapet. Karena ngga mungkin cuti bareng rame-rame.
Kemudian, untuk proses reimbursement harus data lengkap. Tanda tangan dari atasan A, atasan B, dll. Jadi antara terorganisir sama RIBET itu memang agak beda tipis.
2. Bisa dapet pengalaman dari orang-orang daerah/negara lain. Jadi belajar culture mereka, saling bertukar informasi.
3. Karena orang yang terlalu banyak, jangan harap tuh ada OUTING. Atau ultahnya atasan A, B, C, ah paling banter bagi-bagi DONAT atau COKELAT.
4. Terlalu banyak orang bikin kerja ngga maksimal, misalnya nih kita kerja SHIFT pas shift udah mau abis tinggal lempar tanggung jawab gitu aja ke staff lain. Dan ngga tau kenapa, even kita doing something great, apresiasi itu ngga begitu terasa dari company. Ya itu tadi, saking banyaknya orang, management RABUN ngeliat orang-orang yang kompeten. Nah, masalahnya gw ngga suka maen kasar, sikut kiri kanan, jilat pantat, cuman untuk dapet pengakuan atau BIAR diliat. Ada quote yang barusan gw baca dari broadcast BBM temen gw:
"Learning to live WITHOUT recognition is a SKILL"
Ahh bullshit.
Gw tau banget gimana rasanya ngeluarin best of the best lo, tapi ngga dihargain sama sekali. Pedih rasanya Jendral. Emang sih kita kerja sebenernya ngga perlu ngarep di Puja dan Puji tapi itu sebagai salah satu awareness dari management untuk menimbang-nimbang seseorang untuk promosi kenaikan jabatan. Lo mau kerja bertahun-tahun trus gitu-gitu aja??
5. Kemungkinan untuk jadi Follower itu cukup besar. Kebanyakan MANUT wae apa kata bos. Ngga bisa mengekspresikan diri tapi bisa jadi kalo kamu "one of the kind" yang bener-bener bisa outstanding, kesempatan untuk naik level dan pindah ke kantor lain (jika perusahaan memiliki CABANG yang banyak) itu sungguh terbuka lebar. Tapi JARANG loh yaaa. Tapi ada. Dikit.
On the other hand,
perusahaan yang berskala kecil justru membuat gw merasa lebih nyaman,
1. Karena jumlahnya yang sedikit, untuk AKRAB dengan staff lain itu sangat gampang. Ngga kaya staff yang jumlahnya ribuan kadang kita cuman HAPAL wajah tanpa hapal nama. Jadi, lebih kekeluargaan. Sering jalan bareng, sering makan bareng, shopping bareng!!
2. Lebih fleksibel, mulai dari aturan-aturan perusahaan yang ngga perlu tanda tangan ini dan itu, yang penting si bos setuju yaa, udah apa aja lancar. Reimburse ini dan itu juga jadi mudah. Ngajuin Cuti juga mudah tapi jeleknya, karena staff sedikit, misalnya nih gw sekretaris seorang diri, kalo gw mau cuti gw wajib hand-over kerjaan gw ke HRD (masih related ke laporan bulanan) dan prepare semua dokumen dengan baik. Gw ngga bisa maen cabut aja dari kantor seminggu dan matiin hape gw, karena bisa jadi direktur mau buka file di komputer gw dan nanya password gw apaan. Atau dia nanya dokumen di dalem lemari gw. Mesti ninggalin kunci-kunci dan teman-temannya.
3. Outing tiap taun itu pasti. Belum lagi BONUS akhir tahun. Lebih mudah ngadain gathering-gathering, makan-makan kantor kalo ada yang ulang tahun.
4. Gw tipikal orang yang lebih MILIH kerja sendiri daripada TEAM, walopun gw bisa both sides. Kenapa sendiri lebih seru? karena gw pegang PENUH hak untuk melakukan kerjaan gw dengan gaya apa aja yang penting hasilnya sesuai dengan apa yang bos mau. Ngga ada rules atau procedure yang kaku, suka-suka gw. Dan paling males kalo kerja "dimandorin" dan nyamain ide, visi, misi ke banyak kepala itu menurut gw (kadang) ngga efektif menghasilkan SOLUSI. Adanya tambah ruwet karena tiap orang beda pendapat. Kalo gw kerja sendiri, ya otak gw langsung konek ke bos. Ngga usah share sana sini.
5. Di kantor yang berskala kecil, gw lebih nemuin kenyamanan gw, merasa lebih dihargai, merasa lebih punya power, merasa lebih diperhatikan, merasa dipenuhi kebutuhan yang gw mau. Kalau kita memang "menonjol" cepet ketahuan, apresiasi perusahaan ke kita itu nyata. Berkembang atau tidaknya kita, itu sih tergantung dari diri kita sendiri. Kantor gw ini memang masuk ke dalam group Sinar Mas. Dimana kerjaan ini sebenernya berdasarkan PROJECT, kalo project selesai yaaa kita juga selesai (skala 3-5tahunan). Nah ngga takut nganggur??
Coba bayangin, gw paling lama kerja itu 2tahun. Abis itu pindah deh, nyari lahan laen yang menarik, menantang, lebih menguntungkan. Sekarang project selesai 3-5tahun lagi, pernah denger JOBSDB atau LINKEDIN?? bisa jadi sebelum project selesai, sudah ada yang duluan nawarin kerjaan. Untungnya juga, ini perusahaan anak cabang. Selesai project ini, pasti ada project lain. Dibangun di daerah lain atau di transfer ke kantor utama. Jadi, no worries. Bahkan nih, yang ini aja belum selesai, ada pecahan dari kantor juga lagi buka kantor baru di daerah Ancol. See??
Again yah, gw ingetin sekali lagi BELIEVE itu kata-kata yang ajaib banget untuk kita tanamkan di diri kita. Percaya kalau kita punya KEMAMPUAN (ngga cuman GEDE bacot), percaya dengan ALLAH yang punya andil mengatur REZEKI kita. Emak gw udah bilang, "rezeki Elang kaga bakalan di makan Musang" intinya, semua rezeki itu ada yang ngurus. Dah lo kerjain aja apa yang ada di depan mata sekarang.
Yang jadi pertanyaan banyak orang sekarang palingan masalah di GAJI. Menurut gw, gaji sih ngga terlalu beda jauh ya bok, Profit perusahaan kan juga bergantung berapa jumlah karyawan. Semakin sedikit orang, yaaa artinya "pembagi" juga sedikit, bonus bisa makin gede. Trus juga masalah ASURANSI karena dikit orang juga, jaminan kesehatan kita bisa MAKSIMAL. Di kantor yang lama (skala besar) kalo sakit dibatasin biaya obat-obatan, ngga masuk scalling (pembersihan karang gigi), periksa mata. Justru di kantor yang skala kecil, adanya pembebasan untuk berobat, kalo rawat inap malah VIP (siapa aja, mo staff biasa atau level manager), keluarga (istri dan anak) masuk ke dalam tanggungan perusahaan. Tuh kan, enak.
Jadi, menurut kalian lebih enak kerja di Skala Besar atau Kecil??
Adorable
Tuesday, September 25, 2012
Monday, September 24, 2012
HBD Boss
My Big Boss Birthday today, we have cakes and lunch box!! Free fooooooodddd yeyeye lalala yeyeye lalala.
Happy Monday :)
Adorable
#harusnya gw double happy karena hari ini GAJIAAAAAAAAAAAAAAAANNN!! since I use different bank account sama perusahaan, gagal deh gw gajian hari ini T____T
Subscribe to:
Posts (Atom)

